Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Terbongkar


__ADS_3

"Aish bukan itu." Ucap Jovanka.


"Lalu apa?" Tanya Leo penasaran.


"Aku ingin perusahaan milik keluargaku jatuh ke tanganku karena pria itu telah merebutnya dari tangan Mama Ku bahkan perusahaan milik ke dua tanteku juga di rebut oleh pria dan wanita jahat itu." Ucap Jovanka dengan tubuh gemetar.


Grep


Leo langsung memeluk pinggang Jovanka kemudian mengusapnya agar Jovanka bisa tenang dan bisa menahan amarahnya.


"Kalau Kak Leo merasa keberatan perusahaan itu atas namaku, tidak apa-apa atas nama Kak Leo asalkan mereka tidak lagi menikmati kekayaan keluargaku dari hasil merampas." Ucap Jovanka.


"Kakak akan lakukan apapun yang kamu minta dan mengenai perusahaan itu namamu, Kakak sama sekali tidak keberatan." Jawab Leo.


"Terima kasih banyak Kak, tapi dua perusahaan milik ke dua Tante ku yang di rebut oleh pria itu yang bekerja sama dengan istrinya, aku minta atas nama ke dua Tanteku karena mereka yang berhak memilikinya." Ucap Jovanka.


"Ok, ada yang lain?" Tanya Leo.


"Tidak ada, hanya itu yang aku minta." Jawab Jovanka.


"Ok." Jawab Leo singkat.


"Aku sudah meminta kadoku dan sekarang gantian Kak Leo, Kak Leo mau minta apa?" Tanya Jovanka.

__ADS_1


"Kalau uang?" Tanya Leo usil.


"Aish yang suamiku sangat banyak jadi mana mungkin suamiku yang paling tampan meminta uang." Ucap Jovanka.


"Pffftttt.." Tawa Leo.


"Aku ingin kamu memberikan malam yang sangat berkesan untukku, itu sudah merupakan kado pernikahan yang sangat berharga." Ucap Leo.


Jovanka hanya tersenyum dengan wajah memerah membuat Leo membalas senyuman Jovanka. Hingga tiba-tiba datang empat orang berjalan ke arah panggung membuat Jovanka dan Leo sama-sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Kak Jovanka, selamat ya atas pernikahannya dan kalau merasa bosan bisa kok kita tukaran suami apalagi suamiku kan mantan kekasih Kakak." Ucap Belia tanpa ada rasa malu sedikitpun.


Grep


"Sayang sekali Kakak tidak akan mungkin bosan dengan suamiku yang paling tampan, paling setia dan tidak mungkin selingkuh seperti suamimu terlebih suamiku yang paling tampan ini paling tajir dari pada suamimu." Ucap Jovanka sambil memeluk pinggang suaminya.


"Apa yang dikatakan Istriku benar, istriku tidak akan mungkin bosan denganku apalagi apapun yang diminta oleh Istriku akan aku kabulkan." Ucap Leo.


"Apakah Kakak ipar tidak tahu? Kenapa calon suaminya lebih memilihku daripada Kak Jovanka? Karena Kak Jovanka adalah gadis matre dan suka tidur bersama pria lain." Ucap Belia.


"Yang Kakak tahu, Kakak lah orang pertama yang mendapatkan harta berharganya. Apa jangan - jangan kamu menceritakan dirimu sendiri?" Tanya Leo dengan nada sarkas.


"Sayangku harap maklum, istri sampah dapatnya suaminya sampah. Sama - sama suka selingkuh." ucap Jovanka pada suaminya.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kenapa Kakak menuduhku sekeji itu?" Tanya Belia dengan mata berkaca-kaca bersiap-siap mengeluarkan air mata buayanya.


Tanpa menjawab Leo menjentikkan jarinya dan tidak berapa lama layar yang awalnya tentang foto - foto pre-wed Leo dengan Jovanka kini berubah.


Semua tamu undangan termasuk mereka berempat membulatkan matanya dengan sempurna di mana beberapa foto Belia bersama beberapa pria kemudian berganti video syur antara Belia dengan pria lain yang bukan suaminya.


"Sayang ... terus ... punyamu lebih mantap dari pada punya Bruno calon suami Kakak tiriku yang aku rebut dengan cara licik sama seperti Mommy Ku yang merebut suami sahabatnya." Racau Belia sambil ikut menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali.


"Tentu saja punyaku sangat enak, ingat janjimu untuk selalu memberikan jatah bulanan untukku." Ucap pria tersebut sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


"Tenang saja, Mommy Ku saja juga memberikan jatah bulanan untuk germo karena servicenya sangat memuaskan sama seperti dirimu." Ucap Belia.


Bip


Layar kembali seperti semula di mana foto-foto prewedding sedangkan Belia dan Mommy Bela wajahnya langsung pucat pasi karena rahasia yang ditutupinya terbongkar.


Plak


"Apa benar yang dikatakan oleh Bela?" Tanya suaminya sekaligus Ayah kandung Jovanka dan Bela dengan wajah penuh amarah kemudian menampar wajah istrinya dengan sangat keras.


Plak


"Pantas saja ketika kita melakukannya kamu tidak berdarah ternyata kamu melakukan hubungan suami istri dengan banyak pria. Kalau aku tahu aku tidak akan menikah dengan wanita ja x lang sepertimu." Ucap Bruno kemudian menampar wajah istrinya dengan sangat keras.

__ADS_1


Plak


"Dasar wanita tidak punya malu, kamu yang telah membuat Mommy Ku meninggal." Ucap Jovanka sambil menampar wajah Mommy Bela dengan sekuat tenaga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


__ADS_2