
Daddy Raka menjentikkan jarinya dan tidak berapa lama datang enam bodyguard kemudian Daddy Raka memerintahkan mereka agar orang tua Jovanka, adik tirinya Jovanka dan Bruno untuk di bawa keluar.
Ke empat orang tersebut langsung berteriak untuk dilepaskan namun para bodyguardnya tidak memperdulikannya hingga akhirnya mereka memukul tengkuk ke empat orang tersebut lalu di bawa ke markas.
"Maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini, silahkan dilanjutkan lagi." Ucap Daddy Raka.
"Satu lagi jika ada yang berani menyebarkan berita ini maka jangan salahkan kami jika perusahaannya mengalami bangkrut." Sambung Daddy Raka dengan nada mengancam.
Glek
Glek
Sebagian para tamu undangan masing-masing menelan salivanya, pasalnya mereka berencana ingin memalukan Mommy Jovanka namun karena mendapatkan ancaman mereka tidak berani melakukannya. Namun ada beberapa orang yang nekat akan melakukannya karena mereka berpikir tidak akan mungkin ketahuan.
Mereka berpikir begitu karena para tamu undangan banyak yang datang jadi tidak mungkin keluarga besar Daddy Raka tahu.
Para tamu undangan kembali melanjutkan pesta pernikahan seperti tidak terjadi sesuatu sedangkan Jovanka terdiam ketika keluarganya di tarik paksa oleh para bodyguard milik Daddy Raka.
"Kak Leo." Panggil Jovanka setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Ya." Jawab Leo singkat.
"Apakah Kak Leo menyesal menikah denganku?" Tanya Jovanka sambil menatap ke arah Leo dengan tatapan sendu.
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Tanya Leo.
"Kak Leo, lihatlah keluarga Kak Leo sangat sempurna dan bisa di banggakan dan pasti banyak gadis baik-baik yang pantas menikah dengan Kak Leo sedangkan aku? Keluargaku tidak sempurna, Ayahku selingkuh dengan wanita lain yang menjadi Ibu Tiriku dan membuat malu di hari pernikahan kita." Jawab Jovanka dengan mata berkaca-kaca.
"Aku akan mundur dan tidak akan membenci Kak Leo ataupun keluarga Kak Leo jika Kak Leo menemukan seorang gadis yang lebih baik dariku." Sambung Jovanka sambil masih tersenyum namun terlihat jelas wajah kesedihan Jovanka.
Grep
"Aku sudah memilihmu dan menikah denganmu jadi mana mungkin aku mencari pengganti dirimu, bagiku kamu wanita sempurna untukku." Ucap Leo sambil memeluk tubuh Jovanka.
Entah kenapa hatinya sangat sakit melihat kesedihan Jovanka membuat Leo berjanji untuk selalu mencintai dan melindungi istrinya.
Jovanka membalas pelukan Leo dan dalam hatinya berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk suaminya.
__ADS_1
Selain itu jika dirinya di minta pergi maka Jovanka akan pergi menjauh dari kehidupan Leo dan keluarga besar Leo.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya bersamaan kedatangan orang tua Leo yang bernama Mommy Adriana dan Daddy Leonard.
"Jika kalian lelah, istirahatlah di kamar." Ucap Mommy Adriana.
"Tapi Mom, para tamu undangan masih banyak." Jawab Jovanka.
"Tidak apa-apa, biar kami yang menemani para tamu undangan." Ucap Mommy Adriana.
"Apa yang dikatakan Mommy benar lebih baik kita istirahat saja." Sambung Leo.
"Tapi ..." Ucapan Jovanka terpotong oleh Daddy Leonard.
"Apa yang dikatakan istri dan putraku benar, lebih baik kalian berdua istirahat. Biar kami yang menemani para tamu undangan." Ucap Daddy Leonard.
"Baik Dad." Jawab Jovanka patuh.
Grep
'Apa Mommy memintaku untuk pergi meninggalkan Kak Leo?' Tanya Jovanka dalam hati.
'Jovanka, di dalam lemari ada paper bag yang berisi pakaian lingerie nanti kamu pakai ya di depan Leo.' Bisik Mommy Adriana kemudian melepaskan pelukannya sambil tersenyum jahil.
"Mommy sudah siapkan sebanyak 3." ucap Mommy Adriana.
Wajah Jovanka langsung memerah mendengar ucapan Mommy Adriana membuat Leo penasaran.
"Mommy bisiki apa?" Tanya Leo curiga.
"Ada deh, sekarang kalian istirahatlah." Jawab Mommy Adriana.
Jovanka hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan tempat resepsi pernikahan sedangkan Daddy Leonard hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Jangan lupa nanti malam Mommy juga pakai." Ucap Daddy Leonard tepat di telinga istrinya.
"Maksud Daddy?" Tanya Mommy Adriana.
__ADS_1
Grep
"Pasti Mommy tahu maksud Daddy." Jawab Daddy Leonard sambil memeluk pinggang istrinya.
Mommy Adriana hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya kemudian mereka kembali mengobrol dengan tamu undangan.
'Si*l, aku pikir wanita yang tidak punya malu itu akan di usir oleh keluarga Kak Leo tapi ternyata perkiraanku salah. Aku harus cari cara agar bisa mempermalukan wanita itu.' Ucap salah satu gadis itu dalam hati.
'Padahal keluargaku lumayan kaya dan keluargaku sangat harmonis tapi kenapa Kak Leo memilih wanita yang keluarganya berantakan? Pasti wanita itu main dukun makanya Kak Leo bertepuk lutut. Aku akan cari apapun caranya agar Kak Leo menjadi milikku selamanya.' Ucap gadis ke dua dalam hati.
Masih ada beberapa lagi yang tidak puas dengan keluarga besar Leo karena mau menerima Jovanka apa adanya membuat mereka ingin melakukan berbagai cara agar Leo menjadi miliknya.
Mereka sangat iri dengan Jovanka yang mendapatkan Leo, salah satu cucu terkaya nomer satu di negaranya.
Ceklek
Leo membuka pintu kamar pengantin dengan lebar agar Jovanka masuk ke dalam kamar. Dengan jantung berdebar Jovanka masuk ke dalam kamar dengan diikuti oleh Leo.
"Mommy tadi bicara apa?" Tanya Leo sambil mengikuti langkah istrinya ke meja rias.
"Ada deh." Jawab Jovanka sambil tersenyum malu.
"Aish... Nyebelin." Ucap Leo dengan wajah cemberut.
"Nanti juga tahu." Jawab Jovanka sambil melepaskan satu persatu pernak pernik yang menempel di rambut dan anggota tubuh Jovanka.
"Siapa yang mandi duluan?" Tanya Jovanka mengalihkan perhatian.
"Aku dulu deh." Jawab Leo sambil berjalan ke arah kamar mandi.
"Ok." Jawab Jovanka.
Setelah selesai melepaskan semua pernak pernik, Jovanka berjalan ke arah lemari pakaian dan mencari paper bag hingga akhirnya dirinya melihatnya ada di rak paling bawah.
Jovanka mengambil paper bag tersebut kemudian membuka isi paper bag tersebut. Jovanka melihat ada tiga lingerie dan semuanya kekurangan bahan.
"Haruskah aku memakainya?" Tanya Jovanka.
__ADS_1