
Angel dan Angela hanya bisa memejamkan matanya sambil mengeluarkan air matanya karena tidak tega mendengar suara teriakan kesakitan dari mulut Lisa hingga beberapa saat kemudian suara tersebut menghilang dan hanya ada suara orang sedang memukul sesuatu.
"Hahahaha... Akhirnya Kamu mati juga dan harta ini menjadi milikku." Ucap Bela sambil tertawa jahat.
Bela tersenyum puas melihat Lisa mati dengan tubuh berlumuran darah dengan mata melotot tajam ke arah dirinya tapi Bela sama sekali tidak takut sedikitpun.
"Sekarang Aku mandi dulu setelah itu pergi dari sini sambil membawa tas yang berisi perhiasan, uang, emas batangan dan surat berharga lainnya." Ucap Bela.
Bela berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sekaligus menghilangkan bau amis pada tubuh dan pakaiannya karena terkena cipratan darah.
"Sepertinya Bela pergi ke kamar mandi dan sekarang kita keluar dari sini untuk memberikan hukuman ke Bela sekaligus mengambil harta milik kalian." Ucap Hero.
"Ok." Jawab mereka bersamaan.
Grep
Grep
Angela menekan tombol dan tidak berapa lama rak buku itupun bergeser hingga mereka melihat mayat Rina dan Lisa membuat Angel dan Angela memeluk tubuh Helo dan Arsene.
"Sangat menyeramkan." Ucap Angel dan Angela bersamaan.
"Benar, sangat menyeramkan." Ucap Arsene.
"Aku tidak menyangka Bela ternyata sangat sadis." Ucap Hero seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Ke dua mayat ini bagaimana? Tidak mungkin di tinggal di sini?" Tanya Angel sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angela.
"Mansion ini apakah menyimpan kantong plastik hitam yang sangat besar?" Tanya Hero tanpa menjawab pertanyaan Angel.
"Untuk apa?" Tanya Angel penasaran begitu pula dengan Angela.
"Untuk memasukkan jenasah mereka berdua." Jawab Hero.
"Ada, ayo Kak kita kembali lagi ke ruangan itu." Ucap Angela.
"Ayo." Jawab Angel singkat.
Angel dan Angela berjalan ke arah ruang rahasia tersebut yang sudah tertutup dengan rapat. Angela menekan tombol dan tidak berapa lama rak buku itupun bergeser kembali. Angel dan Angela masuk ke dalam ruang rahasia tersebut bersamaan Bela membuka pintu kamar mandi.
"Kami mendengar suara keributan karena itu kami di sini. Kakak sudah mengecek nadi mereka berdua dan ternyata mereka sudah meninggal dunia, Kakak akan hubungi polisi." Ucap Hero sambil me mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
"Tidak perlu, Aku sudah menghubungi polisi dan rumah sakit untuk melakukan otopsi." ucap Bela berbohong dengan wajah pucat.
'Si*l, kenapa mereka bisa datang ke sini?' Tanya Bela dalam hati.
"Benarkah? Tapi Kakak tetap akan hubungi polisi." Jawab Hero.
"Benar Kak Aku sudah menghubungi polisi dan pasti sebentar lagi polisi akan datang." Ucap Bela.
'Gawat kalau sampai Kak Hero telepon bisa ketahuan kalau Aku yang membunuh Lisa.' Sambung Bela dalam hati sambil berpikir untuk membuat rencana.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Kakak tetap akan menghubungi polisi." Jawab Hero sambil menekan tombol kemudian meletakkan ponselnya di telinganya.
Bela yang sangat ketakutan berpikir keras hingga Bela melihat tongkat bisbol bekas dirinya memukul Lisa di mana tongkat bisbol tersebut masih ada bekas bercak darah milik Lisa.
'Aku memang menyukai Kak Hero tapi Aku tidak ingin diriku di tangkap. Maafkan Aku Kak karena Kakak sudah ikut campur urusanku maka terpaksa Aku membunuhmu sama seperti Aku membunuh Lisa.' Ucap Bela dalam hati.
Grep
Bela berjalan dengan perlahan untuk mengambil tongkat bisbol tersebut namun gerakan Bela terbaca oleh Hero dan Arsene. Arsene yang sejak tadi diam langsung menarik tangan Bela sebelum Bela menyentuh tongkat bisbol.
"Apakah Kamu ingin memukul Hero sama seperti memukul Lisa?" tanya Arsene.
Deg
Jantung Bela berdetak kencang karena Arsene mengetahui kejahatannya terhadap Lisa membuat Bela memalingkan wajahnya ke arah Arsene dengan wajah terkejut.
"Tidak usah kaget, Aku tahu Kamu yang membunuh Lisa dan Rina mati karena di bunuh oleh Lisa. Benar bukan?" Tanya Hero.
"Kalian tahu semuanya?" Tanya Bela dengan wajah terkejut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1