
"Kalau Aku sangat suka dengan Kak Arsene tapi gara-gara cewe ngga punya malu itu membuat Kak Arsene pergi menjauhiku." Sambung gadis ke tiga.
"Seperti suara Rina, Bela dan Lisa." Ucap Angel sambil menurunkan tangannya untuk menekan tombol warna merah berukuran kecil.
'Sstttttt.. Nanti kebenaran mereka.' Bisik Hero tepat di telinga Angel.
"Kak Hero, jangan berbisik di telingaku bikin bulu kudukku berdiri. Apalagi kalau kita teriak sekalipun mereka tidak akan dengar." ucap Angel sambil mengusap tengkuk nya.
Ctak
"Aduh, sakit. " Ucap Angel kesal ketika Hero menyentil keningnya.
"Memangnya Kakak hantu?" Tanya Hero dengan nada kesal sambil mengusap kening Angel dan sesekali meniup kening Angel.
'Baru kali Aku merasa nyaman bersama seorang pria dan pria itu bernama Kak Hero. Seandainya saja Kak Hero milikku alangkah bahagianya.' Ucap Angel dalam hati.
__ADS_1
"Hehehehe..." Tawa Angel.
"Tawamu jelek." Ucap Hero yang berlawanan kata hatinya.
'Melihatmu tersenyum membuatku sangat senang dan Aku merasa sangat nyaman bila dekat denganmu tapi Aku takut terluka lagi.' Ucap Hero dalam hati sambil tersenyum nyaris tidak terlihat.
"Sstttttt... Kita dengarkan apa yang mereka katakan." Ucap Arsene.
'Baru kali ini Aku melihat Hero tersenyum dan semoga saja kalian berdua berjodoh.' Ucap Arsene dalam hati.
"Aku sangat membenci wanita yang tidak tahu diri itu. Dia sudah merebut Kak Hero di tambah gara-gara Dia, perusahaan milik orang tuaku bangkrut. Aku akan berusaha agar Kak Hero membenci wanita yang tidak tahu diri itu." Ucap Bela sambil menahan amarahnya.
"Akupun juga sama sangat membenci wanita murahan itu karena telah berani merayu Kak Arsene hingga Kak Arsene membenciku padahal selama ini Kak Arsene selalu baik padaku di tambah gara-gara ulah wanita yang tidak punya rasa malu itu membuat perusahaan milik orang tuaku menjadi bangkrut." Ucap Lisa sambil menggenggam erat ke dua tangannya.
"Wanita yang tidak tahu diri itu merayu Ayahku hingga akhirnya mereka menikah dan kini Aku akan membalaskan sakit hatiku dengan menghancurkan pernikahan Jovanka agar Leo menceraikan Jovanka." Ucap Rina sambil menahan amarahnya dengan cara menggenggam erat ke dua tangannya.
__ADS_1
"Apa yang akan Kamu lakukan?" Tanya Bela penasaran begitu pula dengan Lisa.
"Aku akan melakukan berbagai cara agar Leo menjadi milikku dan jalan satu-satunya adalah memberikan minuman agar kami melakukan hubungan suami istri setelah itu Aku akan memintanya bertanggung jawab dan menceraikan Jovanka." Jawab Rina penuh percaya diri.
"Bagus juga idemu, Aku akan membantumu agar rencanamu berjalan lancar." Ucap Lisa.
"Aku juga akan membantumu." Sambung Bela.
"Oh ya Lisa, katanya kamu ingin mengambil semua barang berharga termasuk uang dari brangkas milik Tantemu, apakah Kamu tahu letak brangkasnya?" Tanya Bela.
"Tentu saja tahu, waktu itu Aku tidak sengaja melihat Tanteku menurunkan lukisan pernikahannya dan terlihat brangkas yang sangat besar di mana menyimpan barang berharga seperti uang, perhiasan, logam mulia dan surat-surat penting." Jawab Lisa sambil berjalan ke arah lukisan yang di maksud.
"Kalau Kita menekan tombol dan pintu rahasia ini terbuka yang ada mereka bertiga tahu kalau ada ruang rahasia." Ucap Angel sambil berpikir.
"Apa yang harus kita lakukan Kak?" Tanya Angela sambil ikut berpikir.
__ADS_1