Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Rina, Bela dan Lisa


__ADS_3

"Rina, ini kantor bisakah kamu masuk ketuk pintu dulu?" Tanya Angel.


"Ini perusahaan milik Daddy jadi terserah Aku mau ketuk pintu atau tidak." Jawab Rina.


"Dasar wanita dan laki-laki mu x ra x han, bisa-bisanya di kantor milik orang tuanya sahabatku melakukan mesum!" teriak gadis pertama.


"Maklum saja wanita pengguna ya seperti itu selalu menggoda pria." sambung gadis ke dua.


Plak


Plak


Bruk


Bruk


Ke dua gadis itupun masing-masing di tampar oleh Hero dan Angel dengan sangat keras membuat ke dua gadis itu terjatuh di lantai. Ketika Rina ingin protes Angel terlebih dahulu bicara membuat Rina tidak jadi bicara.

__ADS_1


"Asal kamu tahu, perusahaan ini milik Tante bukan milik Daddy mu. Tante menyerahkan perusahaan ini agar lebih fokus untuk mengurus mu sampai kamu dewasa barulah Tante mengambil alih perusahaan ini. Hingga perusahaan ini di rebut secara licik oleh Kakak iparku." Ucap Angel sambil menatap tajam ke arah Rina.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan." Ucap Rina sambil membalas tatapan Angel.


"Terserah percaya atau tidak Tante tidak perduli." Ucap Angel.


"Seandainya Tante tahu sejak awal Tante tidak akan mau menikah dengan Daddy mu. Lebih baik Tante hidup sendiri bersama adikku dan ponakanku." Sambung Angel.


"Kalau tidak mau menikah dengan Daddy lalu kenapa Tante menikah?" Tanya Rina dengan nada menghina.


"Daddy mu meminta Tante untuk mengurus mu agar kamu mendapatkan kasih sayang seorang Ibu. Tante yang tidak tega akhirnya menerimanya dan melakukan yang terbaik untukmu tapi apa yang Tante dapat? Kamu sama sekali tidak menghargai apa yang Tante lakukan selama ini." Ucap Angel dengan perasaan sangat kecewa.


Awalnya Angel menyukai pria tersebut namun seiring berjalannya waktu perasaan itu menghilang dan berubah menjadi kecewa karena sifatnya yang egois hanya memikirkan dirinya sendiri.


Jika saja waktu bisa di putar Angel tidak akan menyukai pria itu namun di balik itu semua dirinya masih bersyukur karena kehormatannya tidak di renggut oleh suaminya yang sangat egois.


"Kau ..." Ucapan Rina terpotong oleh Angel.

__ADS_1


"Kita sudah tidak hubungan apapun jadi mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah datang ataupun mengusik Tante ataupun keluarga Tante." Ucap Angel.


"Kamu sudah dengar apa yang dikatakannya? Sekarang pergilah sebelum kesabaranku habis." Ucap Hero.


"Cihhhhh... Kamipun akan pergi dari sini karena kami tidak mau berdekatan dengan wanita penggoda sepertimu." Ucap Rina sambil berjalan ke arah pintu.


"Betul, ayo kita pergi." Ucap ke dua gadis tersebut sambil berjalan mengikuti langkah Rina.


"Maling kok teriak maling." Sindir Angel.


Rina dan ke dua temannya menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.


"Apa maksud Tante?" Tanya ke tiga gadis tersebut bersamaan dengan wajah kesal.


"Kalian bertiga jangan sok polos deh, memang Tante tidak tahu tentang kalian?" Tanya Angel.


"Rina menyukai Leo tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan karena ternyata Leo lebih mencintai ponakan Tante, Bela beberapa kali mendekati Kak Hero tapi sayang Kak Hero tidak pernah perduli karena itulah kamu ikut menindas Tante dan yang terakhir Lisa, Tantemu merebut suami kakakku hingga Kakakku meninggal dan parahnya Tantemu merebut semua harta milik keluarga Tante." Ucap Angel sambil menggenggam erat ke dua tangannya.

__ADS_1


"Tantemu sangat jahat melebihi seorang iblis!" teriak Angel sambil berjalan ke arah Lisa.


__ADS_2