
"Boleh." Jawab Hero singkat.
Angel mengambil piring milik Hero kemudian mengisi makanannya setelah selesai Angel memberikan piring tersebut ke Hero.
"Terima kasih." Jawab Hero untuk pertama kalinya sambil tersenyum.
Seumur hidupnya Hero tidak pernah mengucapkan terima kasih membuat mereka yang ada di meja makan sangat terkejut kecuali Jovanka dan ke dua Tante nya.
"Sama-sama." Jawab Tante Angel sambil membalas senyuman Hero.
Tante Angel kemudian mengambil piring untuk di isi makanan untuk dirinya sendiri lalu berlanjut ke Tante Angela.
"Mau aku ambilkan?" Tanya Tante Angela yang melihat Arsene seperti ingin diambilkan makanan.
"Boleh." Jawab Arsene.
Tante Angela pun mengambil piring Arsene kemudian mengambil nasi dan lauk pauk serta sayur.
'Jangan banyak - banyak nanti tidak habis.' Bisik Arsene tepat di telinganya karena melihat Tante Angela ingin mengambil lauk yang lain.
Cup
Tante Angela yang ingin menjawab memalingkan wajahnya hingga Arsene tanpa sengaja mencium pipi Tante Angela.
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
Deg
Jantung Arsene dan Tante Angela berdetak kencang membuat ke dua pipi Tante Angela merona malu.
"Maaf Aku tidak sengaja." Ucap Arsene panik.
"Aku tahu, ini Tuan piringnya dan selamat menikmati masakanku." Ucap Tante Angela sambil tersenyum manis.
"Panggil Arsene dan terima kasih." Ucap Arsene sambil membalas senyuman Tante Angela.
Tante Angela mengambil piring kemudian mengambil nasi dan lauk pauk serta sayur untuk dirinya sendiri lalu berlanjut yang lainnya.
Kini mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Para pria, Mommy Nicole, Mommy Karen, Rani, Adriana, dokter Kasandra dan Sandra berjalan ke arah ruang keluarga sedangkan yang lainnya sebagian membersihkan meja makan dan sebagian mencuci piring dan gelas kosong.
"Karena yang buat kalian bertiga, bagaimana kalau kalian yang mengantar?" Tanya Adara.
"Ok, kalau begitu Aku akan buatkan minum dulu." Ucap Jovanka.
"Tante akan membantumu." ucap Tante Angel dan Tante Angela bersamaan.
Jovanka hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka membuatkan minuman. Untuk para pria dibuatkan kopi hitam dan untuk para wanita dibuatkan minuman teh hangat.
Setelah selesai Jovanka dan ke dua Tante nya membawa troli yang berisi cemilan dan minuman sedangkan yang lainnya masih mencuci piring dan gelas yang kotor.
Di ruang keluarga mereka mengobrol bersama dan sesekali mereka tertawa hingga datang Jovanka yang mendorong troli di ikuti oleh ke dua Tante nya.
__ADS_1
"Tahu saja aku ingin minum teh." ucap Mommy Nicole.
"Sama, aku juga ingin minum teh." sambung Mommy Karen, Rani, Adriana, dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
Para suaminya hanya tersenyum menatap istrinya sedangkan Arsene dan Hero menatap ke arah Tante Angela dan Tante Angel.
'Kenapa Aku tidak pernah merasa bosan memandangi wajah Angel? Apakah pintu hatiku yang sudah lama tertutup terbuka?' Tanya Hero dalam hati.
'Jantungku berdetak kencang ketika Aku tidak sengaja mencium pipi Angela. Apakah Aku sudah jatuh cinta dengan Angela?' Tanya Arsene dalam hati.
"Silahkan di nikmati cemilan buatan kami dan juga minumannya." ucap Tante Angel.
"Terima kasih." Ucap mereka bersamaan.
"Sama-sama." Jawab mereka bertiga bersamaan.
"Kalian duduklah." Ucap Daddy Raka.
"Baik Buyut." Jawab mereka bertiga.
Jovanka duduk di samping suaminya sedangkan ke dua tantenya bingung duduk di mana hingga tanpa sadar Arsene dan Hero menepuk sofa agar duduk di sampingnya. Tante Angela dan Tante Angel yang mengerti langsung duduk di samping mereka.
"Mulai besok adalah awal bekerja jadi apakah Jovanka, Angel dan Angela tetap ingin bekerja?" Tanya Daddy Raka.
"Ya Buyut / Opa." Jawab ke tiganya bersamaan.
"Kalau begitu mulai besok pagi Jovanka di temani Leo, Angel di temani Hero dan Angela di temani Arsene." Ucap Daddy Raka.
__ADS_1
"Maaf Buyut, sebenarnya kami tidak ingin merepotkan. Sudah cukup bagi kami bertiga menerima kebaikan dari keluarga ini yang sangat berarti buat kami karena kami tidak ingin serakah." Ucap Tante Angela.