Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Aku Ingin


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita ke mansion milik orang tua ku dan siapa tahu di kamar Ayahku tersimpan tumpukan uang yang tersimpan di brangkas." Jawab Jovanka.


"Tante setuju kalau begitu setelah makan siang kita pergi ke sana." Ucap Angel.


"Maaf Tante Angel, Jovanka ada meating dengan klien jadi tidak bisa menemani. Jovanka bisanya sore Tante." Ucap Jovanka.


"Tidak apa-apa santai saja, biar Tante Angel dan Tante Angela yang pergi ke mansion." Ucap Angel.


"Ok." Jawab Jovanka singkat.


"Nanti, Aku temani." Ucap Hero dan Arsene bersamaan.


"Terima kasih sudah menemani kami." Ucap Angel dan Angela bersamaan.


"Sama-sama." Jawab Arsene dan Hero bersamaan.


Setelah beberapa saat pesanan mereka datang dan merekapun makan bersama tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Oh ya Tante Angel dan Tante Angela, Jovanka hampir lupa mengatakan kalau masuk ke mansion lewat jalan rahasia karena langsung terhubung dengan kamar orang tuaku." Ucap Jovanka.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mengingatkan Tante, hampir saja Tante lupa." Ucap Angel dan Angela bersamaan.


"Lewat jalan rahasia?" Tanya ulang Leo, Hero dan Arsene bersamaan.


"Iya ruang rahasia yang hanya diketahui oleh kami dan Kakak kami yang sudah meninggal. Ayahnya Jovanka dan Ibu tirinya tidak tahu kalau ada ruang rahasia." Jawab Angel.


"Sebenarnya mansion itu milik orang tua kami dan kami berdua sepakat untuk meminta Kakak kami untuk tinggal di mansion peninggalan orang tua Kami karena itulah Kami tahu seluk beluk mansion itu." Sambung Angela.


"Kami sangat marah waktu Kakak ipar kami menikah lagi di tambah sangat jahat pada ponakan kami." Sambung Angel sambil menggenggam tangan Jovanka.


"Mereka menguasai mansion dan harta peninggalan orang tua Kami yang diwariskan ke Kakak kami." Sambung Angela.


"Ingin rasanya merebut semua harta milik orang tua kami tapi sayang mereka sangat kuat dan yang ada semua harta kami di rebut secara licik. Untung saja Nak Leo menolong kami untuk merebut semua harta peninggalan orang tua Kami dari orang yang tidak punya malu itu." Sambung Angel.


'Mulai sekarang dan seterusnya, Aku akan melindungimu.' Ucap Hero dan Arsene dalam hati.


"Sudah siang, Aku dan Jovanka pergi dulu." Pamit Leo.


"Sama kami juga mau pergi." Ucap Angel dan Angela bersamaan.

__ADS_1


Merekapun pergi ke tempat tujuan masing-masing di mana Leo dan Jovanka pergi meeting sedangkan Angel, Angela, Hero dan Arsene pergi ke mansion milik Ibunya Jovanka tapi di ambil alih oleh ibu tirinya.


"Aku dan Hero adalah orang luar, tentu saja tidak boleh tahu jalan rahasia menuju ke ruang rahasia." Ucap Arsene.


"Bagi kami Kak Arsene dan Kak Hero bukanlah orang luar jadi tentu saja boleh tahu jalan rahasianya." Jawab Angel.


"Apa yang dikatakan Kak Angel benar kalau Kak Arsene dan Kak Hero bukanlah orang luar jadi kami mengijinkan Kak Hero dan Kak Arsene melihat ruang rahasia kami." Sambung Angela.


"Mengenai kenapa Kakak ipar kami tidak diijinkan untuk mengetahuinya karena saat itu Aku dan Angela tahu sebenarnya Kakak iparku bukanlah laki-laki yang baik tapi karena Kakak kami sangat mencintainya terpaksa kami menyetujui pernikahan Kakak kami. Tapi dengan satu syarat tidak boleh memberitahukan ruang rahasia." Ucap Angel memberikan alasan kenapa Ayahnya Jovanka tidak tahu kalau mansionnya ada ruang rahasia.


Hero dan Arsene hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan dua mobil.


Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mansion lebih tepatnya di balik dinding kamar milik orang tuanya Jovanka yang di tempati oleh Ibu tirinya dan Ayah kandungnya Jovanka.


"Aku ingin Kak Leo menjadi milikku bagaimanapun caranya." Ucap salah satu gadis tersebut.


"Aku juga sama, bagaimanapun caranya Kak Hero menjadi milikku dan akhirnya kami menikah." sambung gadis ke dua.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2