Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Ide


__ADS_3

"Tentu saja Kakak tidak akan tega membuat perusahaan milikmu bangkrut." Jawab Hero tanpa banyak berpikir sambil melirik sekilas ke arah Angel yang duduk di sampingnya.


'Bagaimana Aku bisa melakukan terhadap orang yang membuatku nyaman?' Tanya Hero dalam hati.


"Kakak saja tega membuat perusahaan mereka bangkrut tapi kenapa denganku tidak tega?" Tanya Angel.


"Jika Kakak tega, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Hero balik bertanya.


"Jika Kak Hero melakukan itu Aku hanya minta satu hal dari Kak Hero." Jawab Angel.


"Apa yang Kamu minta?" Tanya Hero penasaran.


"Perusahaan ini menggunakan modal orang tuaku jadi Aku minta tolong jaga perusahaan ini agar tidak bangkrut seperti sekarang ini sebentar lagi mengalami kebangkrutan. Aku akan pergi ke luar negri dan tinggal di sana sekaligus mencari pekerjaan dengan uang tabungan yang selama ini Aku simpan." Jawab Angel.


Deg


Jantung Hero berdetak kencang mendengar ucapan Angel membuat Hero ingin mengenal lebih dekat dengan Angel.


"Kakak tidak mungkin melakukan itu dan mari kita sama-sama membangun perusahaan ini agar tidak bangkrut sesuai apa yang diharapkan oleh orang tuamu yaitu perusahaan putrinya maju dan semakin besar." Ucap Hero.


Grep


"Terima kasih." Ucap Angel sambil memeluk tubuh Hero.

__ADS_1


Hero membalas pelukan Angel ada rasa hangat setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.


"Angel." Panggil Hero sambil mengecek dokumen.


"Ya." Jawab Angel singkat sambil ikut mengecek dokumen.


"Maukah Kamu bercerita tentang masa lalumu ketika kamu menikah?" Tanya Hero yang ingin tahu masa lalu Angel.


Sebenarnya Hero bisa saja memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengetahui identitas Angel tapi dirinya tidak ingin melakukannya karena itu bersifat privasi. Angel yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung menghentikan pekerjaannya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Aku mencintai seorang pria yang tidak mencintai Aku padahal Aku sangat tulus mencintainya dan juga Aku sangat tulus menyayangi putrinya tapi yang Aku dapat hanya kekecewaan demi kecewaan hingga akhirnya perasaan itu semakin lama semakin memudar dan hilang tanpa bekas." Jawab Angel dengan mata berkaca-kaca.


Grep


"Sstttt... Maafkan Aku kalau pertanyaanku membuatmu terluka." Ucap Hero sambil memeluk Angel.


"Kisahnya hampir mirip hanya bedanya dia pergi bersama pria yang lebih kaya dari Kakak." Jawab Hero yang enggan menceritakan secara detail karena dirinya sudah terlanjur kecewa.


"Apakah sudah bercerai?" Tanya Angel penasaran.


"Sudah dan Dia sudah menikah dengan kekasihnya." Jawab Hero.


"Kalau suatu saat nanti Dia minta kembali, apakah Kak Hero bersedia menerimanya?" Tanya Angel.

__ADS_1


"Sampai kapanpun tidak akan kembali walau Dia menyesali perbuatannya." Jawab Hero dengan nada tegas.


"Baguslah." Jawab Angel.


"Bagus kenapa?" Tanya Hero.


"Tidak apa-apa, kita lanjutkan lagi pekerjaan kita." Jawab Angel mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah." Jawab Hero.


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan hingga tidak terasa sudah waktunya makan siang. Mereka pergi meninggalkan perusahaan untuk makan siang bersama.


Ketika mereka sampai di restoran mereka bertemu dengan Leo, Jovanka, Angela dan Arsene. Mereka pun berjalan ke arah ruangan vvip agar mereka bebas mengobrol.


"Bagaimana pekerjaannya?" Tanya Leo setelah Jovanka selesai memesan makanan.


"Perusahaannya nyaris bangkrut karena itulah Aku berencana mau menanamkan modal di perusahaan milik Angel." Jawab Hero.


"Kok bisa sama ya?" Tanya Leo dan Arsene bersamaan.


"Sepertinya wanita jahat itu ingin memperkaya dirinya sendiri." Ucap Jovanka sambil menahan amarahnya terhadap Ibu tirinya.


"Bisa jadi." Jawab Angel dan Angela bersamaan.

__ADS_1


"Aku ada ide." Ucap Jovanka.


"Apa idenya?" Tanya Angel penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


__ADS_2