
Bab 36 Bercinta lagi
[Aku sudah sampai, sayang,]
[Aku segera turun, tunggu.]
Panggilan dimatikan oleh Carissa, dia segera mengambil tas dan memakai sepatu hellsnya. Dengan cepat Carissa menuruni tangga, sambil jalan dia pamit papah dan maminya.
"Carissa keluar dulu, Pah, Mah!" pamitnya sambil lalu.
Carissa berjalan sambil lari tidak memperhatikan orang sekitarnya, setelah melihat mobil Robert segera dia mendekat dan mengetuk kaca pintu depan.
Tok tok tok
Robert keluar dan membukakan pintu untuk Carissa, setelah memastikan Carissa dalam posisi nyaman pintu baru di tutupnya.
"Kita ke mana dulu, Carissaku?" tanya Robert halus.
"Aku pengen belanja dulu, ada yang ingin aku beli!" balas Carissa.
"Sesuai inginmu, sayang."
Robert membawa mobilnya menuju mall terbesar di kota Surabaya, jalanan sedikit mancet membuat Carissa hilang selera.
"Issh padat sekali lalu lintas malam ini, belok saja di jalan Darmo. Sebaiknya ke cafe yang biasa kita datangi untuk ngopi!" ujar Carissa dengan nada kesal.
"Baiklah, meluncur, sayangku," balas Robert lalu membelokkan arah mobilnya ke jalan Darmo.
Tempat ngopi keduanya lumayan rame pengunjung, hingga parkiran sedikit penuh. Keduanya mencari tempat duduk yang kosong. Robert pergi memesan minuman dan membiarkan Carissa duduk sendiri.
"Hai, Nona Cantik. Bisakah saya duduk bersamamu?" goda seorang pemuda.
"Sana, aku enggak sudi kamu temani. Cih, pergilah!" balas Carissa dengan ketus.
Robert telah selesai memesan sekaligus membawa minuman juga cemilan ringan, matanya menangkap pergerakan pemuda yang mulai membuat Carissa tidak nyaman.
Gegas Robert mendekat pada meja Carissa.
"Ada apa ini? Pergilah sebelum aku patahkan tanganmu!" usir Robert pada pemuda itu.
Pemuda itu melihat wajah Robert seperti pernah melihat, kemudian berlalu meninggalkan dua sejoli itu.
'Sepertinya aku pernah mengenal wanita bersama pemuda itu, tapi di mana, ya?' batinnya.
Pemuda itu berlalu pergi dari cafe itu, Robert memandang pemuda tersebut hingga menghilang dari pandangannya setelah itu duduk di depan Carissa.
__ADS_1
"Silahkan di minum!" ucap Robert begitu gelas di letakkan di meja.
"Bagaimana kehamilanmu, Carissa?" lanjutnya.
"Aku tidak apa dan janin ini juga sepertinya sehat, kapan kamu laksanakan rencana itu?" balas Carissa.
Robert hanya diam menatap Carissa penuh rindu, tangannya meraih tangan Carissa dibawa dalam pelukan dan di bimbing untuk mendekat padanya. Di pangkunya tubuh Carissa dan di peluk erat.
"Carissa, aku sangat merindukan dirimu. Dapatkah kita habiskan malam ini bersama?" ucap Robert dengan suara mendesah dan meniup ujung telinga Carissa.
"Ugh, iya. Aku juga menginginkan dirimu malam ini, say. Sebentar, aku kabari mamah dulu," balas Carissa.
Kemudian Carissa berpindah tempat untuk mengambil ponselnya dalam tas, lalu menghubungi orangtuanya.
[Hallo, Mah!]
[Iya, Cariss. Ada apa?]
[Mah, malam ini Carissa tidak pulang ke rumah. Carissa pulang bersama Robert,]
Selesai memberi tahu ibunya, sambungan teleponnya langsung dimatikan oleh Carissa agar dia tidak mendengar ocehan sang ibu.
"Sudah selesai kasih kabar ke Mamah, sayang?" tanya Robert.
"Sudah, mari kita pulang ke appartemen kamu, honey," kata Carissa dengan manja.
"Sudah siap, go," ujar Robert dengan senyum.
Mobil meluncur menuju appartemen Robert, sepanjang jalan tangan Carissa melingkar di lengan kiri Robert dengan manja. Menyandarkan kepalanya, menikmati rasa lelahnya.
Selang satu jam perjalanan mobil telah sampai depan appartemen itu, Robert gegas membukakan pintu buat Carissa turun.
"Gendong ya, sayangku. Mau?" tawar Robert pada kekasihnya.
Tanpa menjawab, tangan Carissa melingkar du leher prianya. Robert menggendong Carissa pada punggungnya, kaki Carissa melingkari pinggang Robert.
"Saayaang, akankah bisa seperti ini terus kisah cinta kita?" tanya Robert pelan.
"Asal kamu tidak berbohong lagi padaku, aku akan berusaha mencintaimu sepenuh hati. Tapi sebaliknya jika kamu bohongi aku lagi maka jangan harap bisa menyentuhku juga anak yang aku kandung ini," jelas Carissa penuh penekanan.
Robert berjanji tidak akan mengulangi kebohongan yang telah dia perbuat kemarin hingga berujung hancurnya poncel kesayangan miliknya.
"Sudah sampai, apakah kamu ingin mandi dulu, sayang?" tanya Robert saat menurunkan Carissa di ranjang penuh kenangan itu.
"Jika mandu dulu, aku siapkan air hangat untukmu," imbuhnya.
__ADS_1
"Aku mandi dulu," balas Carissa.
Robert berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat yang dia janjikan pada Carissa. Di atur kehangatan dan di tuangkan cairan terapi beraroma lawender kesukaan Carissa. Setelah siap Robert kembali ke ranjang mendekati Carissa.
"Sini aku antar kamu ke dalam." usai berkata itu tangan Robert mengangkat tubuh yang sudah berbadan dua itu ala pengantin baru.
Sampai dalam kamar mandi, Robert melepas satu per satu kain yang menutupi tubuh indah Carissa dan Carissa hanya diam saja sambil keluar erangan dan ******* merdu saat tangan Robert mulai usil.
"Cariss, aku ingin masuki dirimu, kamu begitu seksi dalam kondisi berbadan dua," ucap Robert sambil memeluk Carissa dari belakang.
Carissa membalikkan badannya menghadap Robert dan ganti dirinya melepas semua pakaian Robert hingga tidak tersisa. Di rabanya perut roti sobek milik Robert.
"Sayang, aku sudah tidak tahan," ucap Carissa dengan manja sambil tangannya terus mengusap roti sobek itu.
Dengan pelan Robert menggosok punggung halus Carissa dengan sabun aroma lavender. Mulai dari atas bergerak turun perlahan, pelan dan lembut tiap gerakan membuat Carissa terlena hingga tangan itu menyentuh sesuatu miliknya.
Erangan dan ******* lolos dari mulut Carissa hingga mereka mengalami pelepasan yang sangat nikmat. Selesai mengalami pelepasan bersama kemudian mandi bersama, akhirnya mereka sudahi dan keluar dari kamar mandi dalam keadaan badan sudah segar.
"Bolehkah aku menginap malam ini, sayang?" tanya Carissa tanpa melepas jubah mandinya.
"Menginap? Tentu boleh, sayang. Aku sangat senang bisa kamu temani semalam penuh," balas Robert berjalan mendekati Carissa.
"Boy, cepatlah besar di dalam sana dan jika nanti sudah keluar akan papah tunjukan dunia indah ini!" ujar Robert sambil mengusap perut Carissa yang mulai membuncit.
Carissa tersenyum melihat kelakuan Robert, tangan Carissa terulur mengusap lembut kepala Robert. Keduanya terhanyut akan suasana yang tercipta hingga tanpa sadar mengulangi pergulatan yang baru saja terjadi dalam kamar mandi.
Penyatuan berulang kali terjadi hingga menjelang pagi. Carissa sudah tidak sanggup lagi, tampak lelah di wajah cantiknya hingga tertidur dalam dekapan hangat kekasihnya, Robert.
"Kamu, sungguh membuatku candu. Jangan tinggalkan aku, Cariss," ucap Robert lirih, kemudian di ciumnya semua wajah Carissa hingga dia merasakan kantuk yang teramat sangat.
****
Sementara di kediaman Hendrawan, setelah kepergian Carissa semua yang ada di ruangan itu terdiam termenung melihat cara Carissa berpakaian dan berpamitan.
"Apakah seperti itu tingkah Carissa selama ini, Mah?" tanya David pada Luisa istrinya.
"Tidak, Pah. Biasanya dia selalu sopan, entah mengapa sejak kejadian itu dia berubah," jelas Luisa.
"Apakah semua ini ada hubungannya dengan saya, Bibi Luisa?" tanya Aisyah.
Luisa menggeleng tidak mengerti, dia pun juga bingung apa yang harus di ucapakan pada Aisyah bila kenyataannya seperti itu.
"Jujurlah, Bibi. Aku siap mendengarkan keluh kesahmu!" balas Aisyah lembut.
"Kamu sama seperti Kak Aliya, begitu lembut tutur katamu. Awal perjodohan Carissa menolaknya, dia lebih menyukai seniornya dulu yang sudah menjadi pengusaha muda berbakat. Seniornya seorang pengusaha kedai kopi terkenal di Surabaya selatan, bernama Robert Kardiman. Malam itu, dia merasa marah teramat hingga pulang sudah dalam keadaan mabuk berat. Badan penuh tanda merah, pagi hari bibi tanya padanya tentang kejadian semalam. Cariss tidak mau terbuka." Luisa berhenti sejenak menata hati dan kalimatnya.
__ADS_1
"Kemudian Ibu membicarakan anak Kakak Alira dan menyebutkan namanya, saat itulah Carissa mulai berubah sikapnya, Nak. Maafkan bibimu ini yang tidak bisa mengarahkan Carissa!" imbuh Luisa.