
Kapten Carlos, Rain, dan para Ksatria pun segera keluar dari goa, dan segera kembali ke Kota Valletta.
Ketika sudah dekat dengan kota, mereka melihat kalau jumlah beast yang tersisa hanya sekitar 200+ saja, dan sudah tidak menambah lagi, itu artinya tebakan Rain benar, kalau masalah utamanya berada di para pemuja iblis yang berada di goa.
Karena setelah mereka berhasil membunuh para pemuja iblis yang tersisa, jumlah dari para beast sudah tidak menambah lagi, dan dengan begini, kemenangan mereka sudah dapat dipastikan.
Ketika Rain sampai di gerbang kota Valletta, ia langsung bergegas untuk membantu menumpas para beast yang tersisa, tentu saja ia dapat dengan mudah mengalahkan para beast, karena Rain sendiri sudah berada di Circle 3 akhir dan sebentar lagi akan mencapai Circle 4.
***
Setelah 30 menit Rain bergabung dalam penumpasan beast, akhirnya semua beast yang menyerang sudah berhasil dikalahkan. Kapten Haiden juga sangat berterima kasih kepada Rain. Karena menurutnya tanpa bantuan Rain, maka kota Valletta mungkin saat ini sudah jatuh ke tangan para pemuja iblis.
Dan Kapten Haiden juga berjanji akan memberikan Rain penghargaan atas pencapaiannya atas insiden ini, setelah semua kembali normal.
Meskipun mereka sudah mencapai kemenangan, namun jumlah korban yang tewas akibat penyerangan ini juga tidak lah sedikit, dari 2.500 orang yang ikut berperang 540 orang tewas, 1.200 mengalami luka, dari luka ringan sampai berat, sedangkan sisanya adalah para mage dan dan Healer yang berada di barisan paling belakang, sehingga tidak ada yang terluka, paling tidak hanya luka ringan saja.
Meskipun korban dari peperangan tersebut cukup banyak, namun Kota Valletta juga mendapatkan banyak sekali sumber daya yang berasal dari mayat para beast.
Bayangkan saja, jika satu mayat seekor beast bisa bernilai minimal 30 perak untuk Rank E, dan maksimal 150 Emas untuk Rank A, dan jumlah dari keseluruhan beast yang menyerang sekitar 6.000 beast lebih.
Mata uang di dunia ini ada 4 macam, yaitu tembaga, perak, emas, emas hitam.
1 Emas hitam : 10 Emas
1 Emas : 10 perak
1 perak : 10 tembaga
Jadi, Bahkan jika semua beast tersebut berada di Rank E, mereka masih mendapatkan sekitar 180.000 perak atau 18.000 emas, dan jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit.
Setelah kejadian tersebut, Akademi di liburkan selama 1 minggu untuk menghormati orang-orang yang tewas akibat peperangan tersebut.
__ADS_1
Keluarga korban juga di berikan uang untuk kompensasi atas meninggalnya anggota keluarga mereka, meskipun uang sama sekali tidak dapat menggantikan hal tersebut, namun hanya hal itu yang dapat pemerintah kota lakukan atas pengorbanan para pejuang tersebut.
Pemerintah kota juga mengadakan sebuah upacara penghormatan untuk para pejuang yang gugur dalam peperangan, yang di ikuti oleh semua warga / masyarakat yang berada di Kota Valletta, Serta acara penghargaan untuk beberapa orang yang sangat berpengaruh dalam peperangan tersebut, khususnya Rain.
Namun Rain tidak mau kalau dirinya di publikasikan kepada warga kota, dengan alasan kenyamanan dan privasi dirinya. Entah apa yang akan terjadi jika seorang anak berusia 12 yang dulu terkenal sebagai aib keluarga, dan malah sekarang menjadi seorang yang paling berjasa dalam peperangan, tentu dirinya akan menjadi sangat terkenal bahkan sampai keluar kota, dan Rain sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi.
Sehingga orang yang mendapat penghargaan adalah Kapten Haiden, Bu Ella, Wakil Kapten Carlos, dan kelima Ksatria yang ikut bersama Rain serta Kapten Carlos menuju ke goa tempat para pemuja iblis berada.
***
1 minggu berlalu setelah peperangan tersebut, dan aktifitas di kota Valletta mulai menjadi normal kembali, dan hari ini Rain akan masuk ke akademi seperti biasanya.
Namun berbeda dengan hari-hari biasanya, jika biasanya Rain pergi ke akademi dengan jalan kaki, saat ini Rain bisa datang ke akademi dalam sekejap mata menggunakan Skill miliknya yaitu Teleport, yang dulu sempat ia buat, namun karena dulu ia masih mempunyai mana yang sedikit, jadi ia tidak bisa berteleport ke tempat terlalu jauh, dan karena saat ini Rain sudah berada di Circle 3 akhir, jadi ia sudah bisa berteleport dengan jarak yang lumayan, walaupun tidak bisa terlalu jauh karena penggunaan mana yang sangat boros.
...
Setelah Rain berteleport ke akademi di tempat yang sepi, Rain pun segera menuju ke arah kelas miliknya berada, dan soal haris, ia hari ini sedang ada kunjungan dari keluarganya, jadi ia hari ini tidak masuk ke akademi.
Sesampainya Rain di kelas, suasana kelas sangat berisik sepeti biasanya, Rain pun segera duduk di tempat duduk miliknya, dan diam tak melakukan apa pun.
'Haahh, sangat membosankan sekali, biasanya ada Haris yang berisik, meskipun kadang-kadang cukup menyebalkan, namun di satu sisi, itu juga yang menyebabkan aku bisa akrab dengannya, sepertinya sampai saat ini, anak itu lah yang menyebabkan belajar di akademi tidak menjadi semembosankan itu.' Batin Rain.
Karena tidak tahu mau melakukan apa, ia pun berniat untuk tidur saja, sambil menunggu bell pelajaran di mulai. Namun, Saat ia akan tidur di atas meja, ada seorang perempuan yang Rain kenal tiba-tiba duduk di sampingnya, Itu adalah Isabela.
"R-rain, apa kamu ada waktu?" Tanya Isabela dengan wajah agak gugup.
Rain yang awalnya ingin tidur pun tidak jadi karena Isabela yang memanggilnya.
"Oh, Isabela, tentu saja, ada hal yang ingin kau katakan?" Tanya Rain.
"Emm, sebenarnya aku tidak mempunyai hal yang penting untuk dikatakan, namun aku hanya ingin berteman lebih dekat dengan mu" Kata Isabela sambil menundukkan wajahnya yang merah merona.
__ADS_1
"Apa boleh?"
"Tentu boleh, kenapa tidak" Kata Rain sambil tersenyum tipis ke arah Isabela.
Wajah Isabela langsung Memerah kembali karena melihat Rain tersenyum padanya.
"B-begitu ya, makasih-
Tiba-tiba seorang wanita berambut emas masuk ke dalam kelas, dan segera membuka kelas pada pagi hari itu.
"Pagi anak - anak, bagaimana kabar kalian setelah 1 minggu libur?" Kata Wanita berambut emas yang merupakan Bu Zia.
Melihat Bu Zia yang masuk ke dalam kelas, Isabela pun segera kembali ke tempat duduknya, dan Rain berkata akan melanjutkan pembicaraan mereka nanti saat jam istirahat tiba,
Isabela yang mendengar ucapan Rain hanya mengangguk.
...
Saat jam istirahat tiba Isabela dan Rain pun berjalan bersama menuju ke kantin akademi, namun di tengah jalan mereka bertemu dengan Cristina yang akhirnya ikut bersama mereka.
Rain juga memperkenalkan Cristina kepada Isabela, begitu juga sebaliknya
Sesampainya di kantin, mereka memesan beberapa makanan, dan saat makan, Isabela dan Cristina tampak sudah sangat akrab, sepertinya mereka memang satu frekuensi, jadi gampang sekali akrabnya, sedangkan Rain hanya diam sambil menikmati makanan miliknya.
***
Di tempat yang sangat jauh dari Kerajaan Ethiopia, di sebuah Ruangan gelap yang terdapat sebuah meja bundar dengan 8 kursi yang di duduki oleh 8 sosok misterius, dengan masing-masing ada 2 sosok yang berdiri di belakang mereka.
"Bagaimana kemajuannya?, apa masih lama lagi?" Kata Salah satu sosok yang duduk di salah satu kursi.
"Tidak lama lagi, persiapannya akan segera selesai, meskipun dengan tubuh tersebut kita hanya bisa mengerahkan 40 persen kekuatan kita, namun itu sudah lebih dari cukup." Jawab Salah satu sosok lainnya.
__ADS_1
"Begitu ya, Kekeke~, Tunggu saja kau, WOLFORD."
>> Bersambung.