
Setelah akademi ksatria Ghana memenangkan pertandingan pertama. Pertandingan kedua akan segera di mulai antara akademi sihir Ethiopia melawan akademi sihir Cyrus.
"Pertarungan ke dua akan segera dimulai, antara akademi sihir Ethiopia melawan akademi sihir Cyrus. Untuk masing-masing peserta dari kedua akademi diharapkan untuk masuk ke dalam arena."
Rain dan sembilan orang lainnya pun langsung masuk ke dalam arena, begitu juga para peserta akademi Cyrus, tak lama kemudian, wasit pun memulai pertandingan.
"Pertandingan akan di mulai dalam hitungan tiga..dua...satu...mulai!!"
'Acceleration,' batin Rain mengaktifkan skillnya.
Rain pun langsung melesat ke arah para penyihir dari akademi Cyrus, namun mereka juga tidak tinggal diam, Rain langsung di hujani oleh berbagai macam sihir, akan tetapi Rain dapat menghindari itu semua berkat skill Acceleration miliknya yang menambah kecepatannya.
Rain pun langsung menuju ke arah salah satu penyihir dan menendang perutnya.
Buukk!
Penyihir yang ditendang oleh Rain langsung terpental kebelakang. Para rekan Rain mengalihkan perhatian para penyihir lain, sehingga Rain bisa maju tanpa khawatir akan diserang dari belakang.
Penyihir yang tadi ditendang oleh Rain pun kembali bangkit dan menyerang Rain menggunakan sihir apinya. Muncul puluhan bola api yang melesat ke arah Rain, ia pun langsung menggunakan dinding tanah untuk memblokir serangan tersebut.
Setalah serangan dari penyihir lawan selesai, Rain pun langsung melompat ke udara dan mengarahkan tangannya ke arah penyihir tersebut.
'Water spear.'
Muncul sebuah tombak yang tercipta dari air yang dengan cepat langsung melesat menuju ke arah penyihir yang di targetkan oleh Rain. Namun penyihir tersebut menangkisnya menggunakan barrier yang mengelilinginya.
Para penonton yang melihat pertarungan sengit antara Rain melawan siswa dari akademi Cyrus pun langsung bersorak ramai.
__ADS_1
'Ternyata tidak semudah yang aku bayangkan, sepertinya aku harus mengeluarkan sedikit kekuatanku,' batin Rain.
Rain pun mengangkat satu tangannya ke atas dan muncul sebuah bola api, namun tidak seperti bola api pada umumnya, bola api yang di keluarkan oleh Rain memiliki ukuran sebesar roda truk.
'Big Fire Ball.'
Rain pun langsung mengarahkan tangannya ke penyihir dari akademi Cyrus, dan bola api tersebut langsung melesat menuju ke penyihir tersebut.
Tak tinggal diam, penyihir dari akademi Cyrus pun kembali membuat Barrier namun tidak hanya satu lapis namun tiga lapis Barrier sekaligus, namun sepertinya hal itu membuat ia menghabiskan semua mana yang ia miliki.
Saat Bola api bertabrakan dengan Barrier, bola api tersebut terhenti sejenak, dan penyihir yang ada di dalam barrier terlihat sangat berjuang untuk menahan bola api tersebut.
Namun tak lama kemudian satu persatu Barrier miliknya retak dan pecah, dan saat satu barrier terakhir retak, ia langsung mengatakan jika ia menyerah.
Namun barrier milik penyihir tersebut pecah seketika dan terjadi ledakan yang cukup kuat sehingga menimbulkan asap yang tebal.
Sesaat Rain menjadi sedikit panik, namun beberapa saat kemudian ia tenang kembali, karena ia mendeteksi bahwa penyihir tersebut masih baik-baik saja.
Saat asap mulai menghilang, terlihat sebuah barrier berwarna emas yang mengelilingi penyihir tersebut, dan barrier tersebut adalah sihir milik salah satu penyihir kerajaan yang bertugas untuk mengamankan pertandingan jika terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
Penyihir yang menyerah tadi pun langsung di panggil untuk segera meninggalkan arena pertarungan.
'Sepertinya aku sedikit berlebihan tadi,' Kata Rain melihat para penonton yang terkejut dengan serangan yang di lancarkan Rain barusan, di tambah lagi Rain sama sekali tidak terlihat seperti kehabisan mana, hal itu sontak membuat para penonton kagum terhadap kekuatan Rain.
"Rainn!, jangan bengong dan tetap fokus, pertarungan belum berakhir," Teriak Edward sambil bertarung.
Rain pun sadar dan kembali melesat dan menyerang para penyihir dari akademi Cyrus, namun kali ini ia sedikit menahan diri agar tidak terjadi hal seperti tadi.
__ADS_1
Pertarungan pun terus berjalan hingga 17 menit berlalu. dan pada akhirnya, akademi sihir Ethiopia menang, meskipun beberapa murid mengalami cedera, hal itu masih mending dari pada peserta dari akademi Cyrus yang semua pesertanya mengalami luka yang cukup serius kecuali yang pertama menyerah saat berhadapan dengan Rain, meskipun cukup parah, namun hal itu bisa langsung di atasi oleh sihir pemulihan dari para Healer.
Setelah pertarungan akademi Ethiopia melawan akademi Cyrus, pertandingan ketiga dan yang terakhir pada hari itu pun di mulai, antara akademi ksatria Valcon melawan akademi ksatria Buncheon.
Dan pertarungan tersebut sangat sengit, hingga berjalan sampai 30 menit lamanya, namun pada akhirnya dimenangkan oleh akademi Valcon dengan kemenangan tipis yang hanya menyisakan satu peserta dari akademinya.
Dan setelah pertandingan tersebut, turnamen tahunan hari pertama pun selesai. Rain dan yang lainnya pun langsung keluar dari Colloseum dan pergi menuju ke penginapan yang sudah di siapkan untuk para peserta serta guru yang mendampinginya.
Rain pun langsung menuju ke kamarnya, dan sedikit bersantai di atas kasur. Dan beberapa saat kemudian, ia bosan dan memutuskan untuk berkeliling kota.
Saat ia berkeliling kota, berbeda dengan kota Valletta yang masih banyak pohon yang berada di pinggir-pinggir jalan, di ibu kota ini sama sekali tidak ada pohon atau pun tanaman yang ada di jalanan, jika ada itu pun berada di taman kota.
Akan tetapi, bangunan yang ada di ibu kota kerajaan lebih mewah dan besar dari pada kota Valletta, itu bisa di bandingkan dari gedung guild petualang yang jauh lebih besar dan mewah dibandingkan kota Valletta.
Meskipun kota Valletta adalah kota nomor dua di kerajaan Ethiopia, namun masih sangat terlihat perbedaan antara keduanya.
Jujur saja, Rain lebih suka berada di kota Valletta dari pada di ibu kota, karena selain di sana udaranya lebih sejuk karena banyak pohon, di sana juga suasananya lebih tenang, berbeda dengan ibu kota yang jalannya di penuhi oleh pejalan kaki yang berlalu lalang sangking padatnya, itu terasa sedikit sesak.
Bukan berarti jalanan di kota Valletta itu sepi, namun memang udaranya di sana lebih sejuk dan segar jika di bandingkan dengan ibu kota.
Rain juga sempat mampir untuk makan siang di salah satu restoran di pinggir jalan, dan memang perlu di akui, makanan di ibu kota secara rasa memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan kota Valletta.
Setelah itu, Rain pun kembali ke penginapan karena sudah tidak ada tempat untuk di tuju. Di tengah perjalanan terdengar suara system di benaknya.
[Ding, system memiliki firasat buruk yang mungkin akan segera terjadi, system memperingatkan tuan untuk tetap waspada agar jika firasat system benar, maka tuan bisa mengatasinya.]
>> Bersambung.
__ADS_1