
Setalah Rain mengalahkan salah satu penguasa hutan Floris yaitu buaya rawa, keesokan harinya Rain kembali menjelajahi hutan untuk mencari penguasa hutan yang lain, sambil membunuh para beast dalam perjalanannya untuk meningkatkan levelnya.
Namun, setelah 1 minggu berlalu, ia tidak menemukan salah satu dari ke tiga penguasa yang ada, Rain juga beberapa kali bertanya kepada system mengenai hal tersebut, namun system hanya menjawab bahwa penguasa hutan tidak akan semudah itu untuk di jumpai.
Karena waktu Rain sudah tidak banyak, ia pun menyerah untuk mencari para beast penguasa itu, dan memutuskan untuk berburu seperti biasa selama dua hari.
Dan ketika 4 hari sebelum turnamen tahunan di mulai, Rain pun memutuskan untuk kembali ke kota Valletta. Dalam perjalanan Rain tetap menggunakan jubah assassin miliknya, dan perjalanan dari hutan ke kota Valletta memakan waktu sekitar 3 hari tanpa hambatan sedikitpun.
Dan sesampainya di kota, Rain pun langsung menuju ke asrama untuk beristirahat, karena ia sudah sangat merindukan kasur empuknya, sebab selama 1 bulan ini, Rain hanya tidur di karpet tipis di dalam gubuk. Saat Rain sampai di kamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Hahh Leganya, padahal baru satu bulan, tapi seakan-akan sudah sangat lama aku tidak tidur di kasur empuk seperti ini.
Hal itu membuatku teringat dengan masa saat aku masih menjadi seorang tentara di bumi," Kata Rain sambil nostalgia masa lalunya. Dan beberapa saat kemudian, Rain pun tertidur.
Keesokan paginya....
"Hoamm, sepertinya aku ketiduran kemarin sore."
"Jam berapa ini?" Kata Rain sambil beranjak membuka jendela. Dan alangkah kagetnya dia, bahwa saat ini hari sudah cerah.
"Sial!, aku telat." Kata Rain.
Ia pun langsung memakai baju akademi, dan langsung berteleport menuju ke akademi. Dan saat ia sudah berada di akademi, ia melihat bu Ella, bu Zia serta banyak murid di halaman akademi yang sedang berdiri dan melihat sekeliling dengan wajah cemas seperti sedang menunggu seseorang.
Rain yang melihat hal tersebut pun langsung menyadari kalau mereka sedang menunggunya. Ia pun langsung bergegas ke arah mereka.
__ADS_1
"Bu Ella, bu Zia, maafkan aku karena terlambat," Kata Rain.
"Rain kemana saja kamu!, sedari tadi kami sudah menunggumu!, kamu tahu kan, apa yang terjadi jika kita terlambat ke turnamen?, kita bisa langsung di eliminasi!" Teriak Bu Ella.
"Iya bu maaf, aku tadi ketiduran karena kelelahan."
"Hahh, kalau begitu cepat naik ke familiar milik bu Zia, dan kita akan segera pergi menuju ke ibu kota kerajaan, dan setalah turnamen selesai, ibu akan menghukum kamu karena hal ini." Kata bu Ella.
Rain pun segera naik ke atas burung pteranodon milik bu Zia, dan mereka langsung terbang dengan sangat cepat, menuju ke ibu kota kerajaan dimana turnamen tahunan akan diselenggarakan.
Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya sampai di ibu kota kerajaan Ethiopia, dan saat mendarat, banyak murid yang mabuk dan mual karena mereka terbang dengan sangat cepat.
Mereka pun langsung bergegas menuju ke Colloseum tempat diadakannya turnamen tahunan. Dan sesampainya di Colloseum Rain terkejut dengan besarnya bangunan tersebut.
Colloseum tersebut sama besarnya dengan stadion sepak bola, namun bedanya di sana tidak ada gas air ma- Uhk-uhk, maksudnya di sana tidak ada lapangan hijau, melainkan ada sebuah lapangan pasir yang digunakan sebagai arena bertarung.
"Selamat datang para hadirin, hari ini akan diadakan turnamen tahunan yang di ikuti oleh seluruh akademi di kerajaan Ethiopia, dan seperti tahun-tahun lalu, pemenang turnamen tahunan ini akan mendapatkan sebuah penghargaan langsung dari raja kerajaan Ethiopia, yaitu Raja Frederick Ethiopia," Kata pembawa acara yang langsung di sambung oleh tepuk tangan dari para penonton.
Dan setelah itu, sang pembawa acara menyambut para bangsawan besar yang datang melihat turnamen tahunan. Dan setelah itu pertandingan pertama pun di mulai.
"Kalau begitu, mari kita mulai pertandingan pertama, antara Akademi sihir Azhar melawan akademi ksatria Ghana, dimohon untuk para peserta akademi tersebut untuk masuk ke dalam arena," Ucap pembawa acara.
Tak lama kemudian, sepuluh orang dari masing-masing akademi pun masuk ke dalam arena, serta wasit yang juga masuk ke arena untuk mengentikan pertarungan apabila sesuatu yang tak diinginkan terjadi.
__ADS_1
Para peserta pun saling berhadapan satu sama lain dan ketika kedua belah pihak sudah siap, maka pertandingan pun di mulai, dan saat pertandingan di mulai muncul kubah pelindung untuk melindungi para penonton agar tidak ada yang terluka saat pertarungan dimulai.
Dan di saat yang bersamaan, kedua belah pihak langsung menyerang satu sama lain.
Para peserta dari akademi ksatria pun langsung melesat menuju ke arah lawan mereka. Dan para peserta dari akademi sihir juga tidak tinggal diam, beberapa siswa langsung mengaktifkan sihir pelindung, dan sisanya fokus untuk menyerang, dengan begitu kekurangan para penyihir dalam pertahanan pun sudah teratasi.
Para siswa dari akademi ksatria pun juga tak gentar, mereka terus menerjang kearah depan, sambil melapisi senjata serta tubuh mereka menggunakan mana.
Berbeda dengan penyihir yang menggunakan mana untuk membuat sebuah sihir, para ksatria menggunakan mana mereka untuk memperkuat senjata atau tubuh mereka, dan mana yang melapisi senjata atau tubuh mereka itu bisa di ubah menjadi elemen yang mereka punya.
Contohnya wakil kapten ksatria kota Valletta, ia menggunakan mana untuk melapisi pedangnya dan mengubah mana tersebut menjadi api yang mengelilingi pedangnya, sehingga saat ia menyerang menggunakan pedang, maka serangan tersebut akan semakin kuat serta menghasilkan efek terbakar.
Para peserta dari akademi ksatria pun langsung mengubah mana yang melapisi senjata mereka menggunakan elemen yang mereka miliki dan langsung menyerang ke arah sihir perlindungan yang di buat oleh peserta dari akademi sihir.
Boommm!!
Terjadi ledakan saat keduanya berbentrokan, dan menimbulkan asap yang cukup tebal, hingga tak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam sana.
Tak lama kemudian, terlihat siswa dari akademi ksatria keluar dari kepulan asap. Dan ketika asap sudah hilang, terlihat para penyihir yang baik-baik saja, namun pelindung yang melindungi mereka sudah hancur.
Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, para ksatria pun langsung melesat ke arah para penyihir, dan mencoba untuk menyerang mereka, hal yang sama juga dilakukan oleh para penyihir yang menghujani para ksatria menggunakan sihir yang mereka miliki.
Dan waktu terus berlalu, satu persatu peserta dari kedua akademi tereliminasi, dan langsung dibawa oleh para healer untuk di sembuhkan.
Dan pada akhirnya, akademi ksatria Ghana keluar sebagai pemenang pertandingan pertama.
__ADS_1
>> Bersambung.