Reincarnation With System

Reincarnation With System
Dunia Orang Mati?


__ADS_3

[Ding, karena tuan telah mati, system akan menggunakan sebagian besar energi untuk mempertahankan kepadatan jiwa tuan.]


[0%....20%....50%...80%....100%]


[Ding, Proses selesai, penyelamatan berhasil.]


[Ding, peringatan, karena terlalu memakan energi, system akan dimatikan untuk sementara, harap jaga diri tuan selama system nonaktif]


***


Beberapa saat kemudian, Rainmembuka matanya tanpa sadar apa yang terjadi. ia hanya ingat kalau dirinya telah mati.


"Arggh... kepalaku," ucap Rain merasakan kepalanya pusing.


Saat Rain sadar, ia saat ini sedang terbaring disebuah hamparan tanah kosong yang sangat luas.


"D-dimana ini? System, apa kau mendengarku?"


.....


"System, apa kau masih disana?"


.....


Melihat tak ada jawaban apapun dari system, Rain pun mencoba membuka statusnya. Namun gagal, ia tak bisa menggunakan statusnya bahkan inventory.


"Hahh, kenapa system menghilang begitu saja? apa karena aku mati? ia juga ikut mati? seperti yang dia katakan dulu?"


Setelah menenangkan dirinya untuk beberapa saat, Rain pun mulai bergerak menelusuri tempat itu.


Saat Rain mengelilingi tempat itu, Ia menemukan hal yang sangat aneh.


Ia menemukan seseorang, namun orang tersebut seperti sebuah asap. Seperti hantu yang tampak transparan.


"Permisi pak."


Rain pun memutuskan untuk bertanya mengenai apa sebenarnya dunia ini.


"Hmm? Apa? kenapa ada orang yang utuh di Erobos?"


"Utuh? Maaf aku baru tiba disini dan tak tahu apapun, bisakah bapak ceritakan sedikit mengenai dunia ini?"


"Jadi kau baru datang ya, biasanya yang utuh seperti kamu ada di bawah, entah mengapa kau bisa berada disini. Aku bisa memberikan informasi untukmu, tapi tak gratis."


"Aku tak memiliki apa-apa saat aku pergi kemari, apa yang kau minta pada orang yang baru kemari?"


"Hmm, carikan aku sebuah batu yang bernama Tearring Stone. kau masih utuh, jadi kau bisa mengambil batu itu."


"Ha? aku saja tak tahu dimana ini, juga batu apa itu? aku tak pernah mendengar batu seperti itu."


"Sudah-sudah, cari saja nanti jika kau bertemu dengan batu itu kau akan tahu," Kata orang tersebut lalu langsung pergi.


"Hahh, bagaimana lagi."


Rain pun bergegas mencari batu yang dimaksud orang tadi.


"Authority Of Light, Light Wing."


.....


"Eh? jangan bilang kekuatanku juga hilang bersama system?" Ucap Rain melihat dirinya yang tak bisa menggunakan Authority.


'Sialan ini semakin buruk, bahkan jika aku keluar dari sini, aku bahkan tak akan bisa mengalahkan para iblis sialan itu. Apakah benar-benar berakhir disini?'


"Cih, jangan memikirkan hal-hal seperti itu, aku hanya perlu terus maju dan keluar dari sini secepatnya. Aku tak tah bagaimana keadaan teman-temanku saat aku mati."

__ADS_1


20 menit kemudian...


"Sial! Sebenarnya batu apa yang dibicarakan pak tua itu? Aku sudah mencarinya cukup lama namun bahkan tak menemukan 1 pun batu."


Tiba-tiba dibelakang Rain terdengar suara yang familiar.


"Disana tuan, orang yang utuh yang menerobos kemari."


Saat Rain menoleh, terlihat orang yang tadi menyuruhnya untuk mencari batu, bersama dengan sesosok monster besar dengan badan yang seluruhnya adakah tengkorak kepala, ia memakai armor dan membawa sebuah pedang besar ditangannya



"Pak tua? apa yang kau lakukan?"


"Itu tuan, orang yang menyusup."


Tiba-tiba monster tersebut berlari kearah Rain dengan sangat cepat dan mengayunkan pedangnya.


Blarrr!


Tanah yang terkena tebasan nya hancur, untungnya Rain berhasil menghindari serangan tersebut.


"Pak tua! jadi kau membodohiku!"


"Hahaha, kau yang terlalu bodoh. Batu itu hanya bisa didapatkan di tanah yang lebih bawah, dan aku bisa mendapatkannya jika aku melaporkanmu pada penjaga."


"Cih, awas saja kau."


Woshh!


"Hubb." Rain mengambil nafas dan mengayunkan tinjunya.


Blarrr!


Monster tersebut terkena pukulan Rain dan terpental sangat jauh.


"Baguslah jika masih ada yang bisa ku gunakan untuk bertarung."


Sesaat kemudian, Monster besar tadi terlihat melesat dengan kecepatan yang tak sesuai dengan ukuran tubuhnya kearah Rain.


Slashh!


Pedang monster tersebut hanya menebas angin. Dan Rain langsung menyerang balik monster tersebut dengan tinjunya.


Blarr!


Monster itu langsung terpental kembali ke udara. Rain juga melompat tinggi hingga berada di atas monster dan menendangnya kebawah.


Bukk! Blarr!


Monster tersebut menabrak tanah dengan keras. Rain pun mengambil pedang monster itu, dan menusukkannya ke leher monster.


Jlebb!


Tak lama, setelah Rain menusuknya, monster tersebut akhirnya tak bergerak dan mati.


"Hahh, melawan monster lemah begini saja merepotkan. Jika aku dalam keadaan normal mungkin satu tebasan sudah cukup."


Setelah itu, Rain pun mencari pak tua yang membodohinya tadi. Dan ia menemukan pak tua itu yang tengah melarikan diri.


"Heh, mana mungkin kulepaskan setelah membodohi ku seperti itu baj*ngan."


Rain pun mengambil ancang-ancang seperti seorang atlet lempar lembing namun menggunakan pedang milik monster yang ia bunuh.


"Huffft."

__ADS_1


Blass!


Pedang tersebut melesat dengan kecepatan peluru dan dengan tepat mengenai tubuh orang yang membodohinya tadi. Untung tubuhnya bisa disentuh oleh pedang tersebut, tak seperti yang dibayangkan Rain.


Dan Pak tua tersebut pun mati, dan tubuhnya perlahan memudar dan hilang.


Rain pun berjalan kearah ia melempar pedang, dan mengambil kembali pedang itu, meskipun ukuran dengan itu 2 kali tinggi tubuhnya. Namun ia bisa dengan mudah mengangkatnya. Juga Rain berfikir jika lebih baik menggunakan senjata daripada tangan kosong.


Tak lama kemudian, muncul kembali sosok monster tengkorak, namun tak sendiri, dari pada kelompok mereka pantas disebut armada monster jika dilihat dari jumlahnya.



"Haha, aku benar-benar tak dikasih nafas ya," Ucap Rain melihat pasukan tengkorak yang menyerbunya.


Gruduk-Gruduk~


Suara tapak kaki dari para tengkorak menggema.


Sesaat kemudian, terlihat ribuan panah dari udara jatuh kearahnya.


"Hahaha, sialan!"


Tuk! Tuk! Tuk!~


"Eh?"


Rain kaget, karena panah dari para tengkorak saat mengenai tubuhnya hanya memantul dan sama sekali tak melukai dirinya. Hingga Rain mengingat efek dari titlenya, yaitu The Destroyer yang ia dapatkan saat membunuh ribuan iblis dalam sekali serang.


________


{The Destroyer}


Kamu adalah bencana berjalan yang telah membunuh lebih dari ribuan makhluk dalam sekali serang.


Rank : SSS


Efek : 1.) Saat menghadapi lawan dengan jumlah berkali-kali lipat dari kelompok pengguna, maka serangan jarak jauh dari lawan akan di abaikan sekuat apapun serangannya.


2.) Saat menghadapi lawan dengan jumlah berkali-kali lipat dari kelompok pengguna, maka daya rusak serangan tipe aoe(area of effect) akan dikali lipatkan.


[Note : Ini hanya ingatan Rain, bukan layar system]


_________


"Hahaha! ternyata titleku juga masih berguna disini. Jika begitu Efek title The Unstoppable ku juga masih berguna disini."


_________


{The Unstoppable}


Rank : SSS


Tipe : Pasif


Efek :


1) Batas kekuatan fisik dihilangkan : selama apapun pengguna bertarung tak akan kehabisan tenaga/stamina.


2) Pain Killer : Saat dalam kondisi kritis, rasa sakit akan diabaikan.


3.) Power Up : Semakin banyak serangan yang diterima kekuatan pengguna semakin meningkat.


[Note : Ini hanya ingatan Rain, bukan layar system]


_________

__ADS_1


"Jika seperti ini akan jadi mudah."


Bersambung>>


__ADS_2