Reincarnation With System

Reincarnation With System
Penderitaan Tanpa Akhir


__ADS_3

Setelah Rain mengalahkan tiga Nightmare berperingkat, tersisa empat lagi yang harus ia bunuh.


Rain cukup bingung kenapa mereka tidak datang secara bersamaan dan malah muncul secara bergantian, namun ia tak memikirkan hal itu karena ia juga tak dirugikan akan hal itu.


Rain pun bergegas untuk memasuki kastil kembali untuk mencari Nightmare yang tersisa, juga mencari keberadaan kakaknya.


Saat memasuki kastil, ia melihat iblis hiu yang tadi di potong oleh Lilith sudah mati kehabisan darah. Ia pun masuk dan pergi ke lantai 2 kastil.


Saat berada di lantai dua, tak ada suatu yang mencurigakan, Rain pun pergi ke lantai tiga, dan sama seperti lantai dua, kosong tak ada apa-apa. Rain pun pergi ke lantai terakhir kastil yaitu lantai empat, di sana awalnya tak ada yang aneh, namun di ujung lantai empat terdapat sebuah pintu yang sangat besar, yang menuju ke sebuah ruangan.


Rain pun bergegas menuju ke pintu besar, dan membukanya.


Krakkkk!


Rain meminta Lilith, Ghost, dan Freya untuk menunggu di luar, dan Rain akan memasuki ruangan tersebut, di dalam ia sangat terkejut karena ada sosok kakaknya Pricilia yang tengah dililit oleh rantai sihir, juga kondisi tubuhnya juga tidak baik-baik saja dengan luka sayatan, memar, lebam di sekujur tubuhnya.


Rain pun berlari ke arah kakaknya dan berniat melepaskan kakaknya. Namun dari belakang ada yang menyerangnya.


Woshh!


Tangg!!


Rain berhasil menangkis serangan tersebut dengan katannya. Dan saat ia melihat siapa yang menyerang, dan terlihat empat sosok yang merupakan Nightmare yang tersisa.


Diantara mereka ada Prejudice dan Revenge yang merupakan iblis yang membantai keluarganya malam itu. Selain kedua iblis itu, Rain juga melihat dua sosok nightmare yang merupakan rank 1 dan 2, mereka adalah Memory dan Despair.


Nama : Memory


Level : 120


Rank : S+


Ras : Iblis


Title :{Upper 2}, {Nightmare}



Nama : Despair


Level : 122


Rank : SS

__ADS_1


Ras : Iblis


Title : {Upper 1}, {Nightmare}



Melihat mereka berempat, Rain benar-benar marah kali ini, dan ia tak berniat untuk main-main seperti sebelumnya.


"God Mode."


Sesaat, wujud Rain berubah, pupil matanya berubah menjadi emas menyala, di sekujur tubuhnya terdapat retakan berwarna emas yang menyala.


Rain pun memandang empat iblis tersebut dengan tatapan kosong, layaknya Rain sekarang tak memiliki perasaan lagi.


Prejudice dan Revenge pun melesat maju dengan percaya diri mereka menebaskan pedangnya secara vertikal ke arah kedua pundak Rain.


Takk!


Rain hanya diam melihat mereka menebaskan pedangnya ke pundaknya, namun mereka tak dapat melukainya, bahkan menggoresnya saja tidak.


Rain pun langsung memegang kedua pedang yang ada di pundaknya, dan mencengkeramnya hanya dengan jari jempol dan telunjuk.


Kratakk!!


'Authority Of Order.'


"Berlutut.."


Brakk!!


Kedua iblis tersebut langsung berlutut dengan keras seperti apa yang Rain bilang, juga mereka tak bisa melawan apa yang Rain ucapkan.


Rain pun maju ke arah Memory dan Despair, melihat Rain berjalan ke arah mereka, Memory pun mengeluarkan kemampuannya.


Rain tiba-tiba berada di tempat yang sangat ia ingat dulu saat masih berada di bumi, yaitu medan perang, ia melihat teman-temannya mati satu persatu, hal itu terasa sangat nyata seolah-oleh memang saat itu Rain berada di sana.


Saat itu Rain pun memasang wajah muram. Dan mengayunkan tangannya. Seketika ilusi dari memory hilang seketika ia pun terus berjalan dengan tenang ke arah kedua iblis tersebut.


Kedua iblis itu pun terlihat panik seolah-olah bencana yang tak bisa mereka hadapi datang ke arah mereka.


Memory dan Despair pun panik dan langsung maju ke depan menyerang Rain menggunakan senjatanya masing-masing.


Rain menangkap kedua serangan mereka menggunakan tangan kosong dan mematahkan senjata mereka berdua semudah mematahkan ranting kayu.

__ADS_1


Rain pun mencengkram kedua leher iblis tersebut dan membakarnya hidup-hidup menggunakan api hitam, seketika kedua iblis itu hilang tak tersisa, hanya menyisakan abu dari keduanya.


Setelah membereskan kedua iblis itu, Rain kembali berjalan ke arah Prejudice dan Revenge, saat ia tiba di depan mereka ia memegang tangan Prejudice dan menarik satu jarinya hingga lepas dari tangannya.


Prejudice hanya merintih kesakitan, namun ia tak bisa lepas dari kengkangan perintah Rain.


Rain terus mencabut satu per satu jari-jarinya hingga semua jarinya terlepas. Tak berhenti di situ Rain juga memotong kedua kaki dan tangannya, dan menyembuhkannya untuk menutup luka untuk menghentikan pendarahan agar dia tak mati, namun sekarang ia tak bisa apa-apa karena dia sudah kehilangan kedua kaki serta tangannya, hanya tersisa tubuh saja.


Rain juga mematahkan kedua tanduk milik Prejudice. Setelah itu Rain meninggalkannya dan beralih ke Revenge, Rain melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan ke Prejudice, ia melepas satu-persatu jarinya, sehabis itu ia memotong tangan serta kakinya dan menyembuhkannya untuk menutup luka. Setelah itu Rain memegang rambut Revenge dan ia mencabut giginya satu-persatu setelah giginya telah habis.


'Authority Of Seal, Suffering Seal.'


Tiba-tiba tercipta sebuah kubus merah yang menyedot kedua iblis tersebut. Dan Rain pun mengambil kubus tersebut dan mengambil Hell Stone dari inventory, dan membuka portal ke neraka.


Setibanya di neraka, ia berteleport ke sebuah gunung paling tinggi serta yang paling panas yang ada di neraka, Rain pun melihat lahar gunung yang bergejolak di bawah sana, Rain pun melempar kubus tersebut ke lahar gunung.


"Terbakar dan beregenerasi lah untuk selamanya."


Rain pun kembali, dan melepas God mode miliknya. Seketika mata serta retakan yang ada di sekujur tubuhnya hilang dan kembali seperti semula.


God Mode sangat membebani tubuh Rain karena mengkonsumsi energi jiwanya, karena itu Rain tak sembarangan memakainya karena seperti saat ini, kekuatannya saat ini mungkin hanya berada di Rank S karena menggunakan God Mode.


Rain pun menghela nafas dan berjalan ke arah kakaknya berada, dan melepaskan rantai yang melilit kakaknya.


Rain pun menggendong kakaknya keluar dari ruangan tersebut.


Saat Rain mau keluar dari ruangan itu.


Whosssss!


Tiba-tiba terbuka sebuah portal yang sangat besar dan memiliki daya tarik yabg sangat kuat pula.


[Ding, peringatan harap tuan segera keluar dari ruangan ini, jika tidak tuan akan terserap ke dalam portal, dan menurut analisa system, portal tersebut mengarah ke dunia bagian lain]


"Cih, aku tak memiliki kekuatan yang cukup untuk keluar dari serapan ini."


"Freya!!"


Ketiga orang yang berada di luar pun langsung masuk ke dalam dan terkejut karena tiba-tiba Rain melempar tubuh kakaknya dengan keras ke arah Freya.


"Tolong rawat kakakku dan jaga adikku, itu perintah dariku, dan tunggu aku kembali."


Rain pun tersedot ke dalam portal Ghost dan Lilith pun ikut masuk karena mereka tak diberi perintah, sedangkan Freya di tugaskan untuk merawat kakaknya serta menjaga adiknya, jadi ia tak bisa ikut bersama Rain. Tak lama portal pun tertutup.

__ADS_1


Bersambung>>


__ADS_2