Reincarnation With System

Reincarnation With System
Kehilangan


__ADS_3

Sesaat setelah Rain melihat bahwa iblis tersebut adalah anggota Nightmare. Rain langsung mengeluarkan Void Sword miliknya dan mengenakan Golden Armor. Ia juga memakai semua skill buff miliknya.


'Penguatan, Acceleration, Berserk, Dark aura'


[Ding, terdeteksi pertarungan dengan makhluk yang lebih kuat, efek title Someone Who's Chosen aktif, kekuatan pengguna dikali dua


Sesaat Rain langsung merasakan kalau kekuatannya melonjak tinggi beberapa kali lipat. Dari tubuhnya keluar aura-aura kegelapan, juga matanya yang awalnya biru safir berubah menjadi merah matang. Ia pun langsung melompat ke arah iblis bernama Doubt dan menebasnya.


Wusss!


Slash!


Rain berhasil menebas Iblis tersebut di bagian dada, meskipun tidak terlalu dalam namun seharusnya masih memberikan efek.


Doubt pun langsung panik dan mencoba untuk terbang tinggi agar Rain tak bisa menjangkaunya.


"Cih, kau mau melarikan diri ya, Domain." Rain untuk pertama kalinya mengaktifkan skill Domain dalam pertarungan nyata.


Dan dari jarak 20m di sekitarnya ditutupi oleh aura-aura hitam pekat yang bisa menghalangi pandangan mata, juga memperlambat pergerakan, dan jika ada makhluk yang menghirup aura-aura hitam tersebut ia akan merasakan sakit yang luar biasa dari dadanya, dan paru-parunya akan rusak. Sedangkan sebaliknya didalam domain miliknya ia bisa lebih bebas untuk bergerak. Juga didalam domain matanya bisa mendeteksi hawa panas jadi ia bisa mengetahui lokasi lawan dengan mudah.


Doubt yang mencoba untuk terbang keatas oun pergerakannya melambat, dan Rain dengan cepat melompat dengan sangat tinggi bahkan lebih tinggi darinya menggunakan super jump. Dari atas Rain mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah Doubt.


Namun Doubt menggerakkan badannya kesamping sehingga serangan Rain meleset. Dan saat itu juga Doubt langsung menendang Rain menggunakan kakinya yang memiliki kuku yang sangat tajam.


Brakkk!


Rain terpental dan menabrak sebuah rumah lantai dua di dalam sebuah kamar. Ia pun bangun dan melihat sepasang suami istri sedang bergetar ketakutan. Rain tak mempedulikannya dan keluar dari rumah tersebut sambil memegangi perutnya yang sobek akibat tercakar kuku Doubt.


"Cih, terkena serangan sekali sudah seperti ini," Kata Rain yang lukanya sedikit demi sedikit sembuh karena efek skill Fast regeneration, meskipun begitu masih memerlukan sedikit waktu untuk tertutup sepenuhnya.


Ia pun mencoba mendeteksi keberadaan Doubt, dan saat ia mengetahui lokasi nya, ia langsung teleport tak jauh dari tempat awal.


Blarrr!!


Dari tempat Rain sebelumnya, terlihat Doubt yang sudah menunggu Rain untuk keluar, itu lah sebabnya Rain langsung teleport untuk menghindari serangannya.


Benar saja tempat yang diserang oleh Doubt tanahnya benar-benar hancur.


"Sepertinya iblis ini mengandalkan kecepatan serta pendengaran supernya ya."


Rain pun mengeluarkan Snipernya dari dalam inventory, dan membidik Doubt yang masih kebingungan karena Rain yang tiba-tiba mengilang.


Tasss!


Blarr!


Peluru sniper milik Rain melesat dan menghancurkan satu kaki milik Doubt.


Kwakkkk!!


Doubt yang kehilangan satu kakinya pun berteriak kesakitan, dan mencoba terbang untuk melarikan diri, ia juga tak tahu dimana Rain berada sekarang.

__ADS_1


Karena Rain tak bergerak, jadi Doubt juga tak bisa merasakan di mana Rain, karena ia menggunakan indra pendengar untuk merasakan gerakan musuhnya.


Rain pun kembali membidik Doubt yang sedang terbang.


Tass!!


Dengan pengalamannya di militer, ia dengan sangat mudah membidik Doubt yang sedang terbang, layaknya membidik seekor kelelawar.


Rain pun mengenai sayap Doubt yang mengakibatkan dirinya jatuh ketanah.


Rain pun menyimpan kembali snipernya, dan melesat ke arah Doubt yang telah jatuh.


Saat Rain mengetahui lokasi Doubt jatuh, ia langsung melompat dengan tinggi. Dan ia melihat Doubt yang tengah terbaring kesakitan.


Ia pun lansung memegang Void Sword dengan kedua tangannya dengan mata pedang menghadap kebawah. Dan saat Rain hampir mendarat di atas tubuh Doubt ia menusukkan Pedangnya ke dada Doubt.


Jlebbb!


Srashh!


Rain mencabut pedangnya dari dada doubt dan darah hitam mengalir deras dari dadanya. Dan sesaat kemudian, suara system terdengar di benaknya.


[Ding, berhasil membunuh iblis dengan Title Nightmare, mendapatkan kotak perak, 100.000ps, 2.500.000Exp]


[Level Up]


Rain belum lega karena pelaku penyerangan kota ini bukan hanya satu, setidaknya ada sekitar 4 iblis dan 1 sudah di bunuh oleh Rain.


Beberapa saat kemudian dari kejauhan ia melihat banyak rumah di area selatan sudah terbakar habis.


"SIALAN!!"


Amarah Rain memuncak saat melihat banyak rumah di kediamannya terbakar, ia pun langsung mendeteksi jika ada orang di sekitar sini.


Dan saat ia tiba. Ia melihat banyak sekali mayat di sekitar mulai dari ksatria, penyihir dan saat ia terus berjalan ia melihat tubuh dari kapten kota yang telah tewas dengan tubuhnya yang terbelah menjadi dua. Rain pun menjadi semakin khawatir dengan keadaan keluarganya.


'Aku mohon, aku mohon, aku mohon.' Batin Rain sambil mengepalkan tangannya dengan erat hingga tangannya berdarah.


Dan saat Rain tiba di depan kediamannya. Ia melihat tubuh Jendral Vincent yang sudah tak berkepala tergeletak tak bernyawa.


Dan tak jauh darinya, ia melihat seorang yang sangat di sayanginya tergeletak di tanah. Saat itu juga waktu seperti berhenti pandangan Rain kosong melihat siapa yang tergeletak di tengah-tengah kobaran api.


"I-ibu, i-ni bercanda kan, seseorang katakan padaku kalau ini hanya sekedar mimpi."


Hati Rain sakit seperti di remas, air mata langsung mengalir deras di pipinya. Ia berlari sambil terhuyung-huyung mendekati tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa. Ia berlutut dan memeluk tubuh ibunya.


"A-aku minta maaf, aku minta maaf aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi ibu, aku benar-benar minta maaf." Ujar Rain yang masih memeluk ibunya.


Tak lama terdengar suara yang familiar di telinganya.


"Rain, apa itu kamu?"

__ADS_1


"Eh, ayah?" Rain bangun dan melihat sekitar mencari sumber suara yang memanggilnya.


Saat ia menemukan sumber suara tersebut, ia menemukan ayahnya yang sedang di ambang kematian dengan tubuh bagian bawahnya yang telah terpisah.


"A-ayah, a-aku minta maaf jika saja aku datang lebih cepat, jika saja aku lebih kuat, hal ini mungkin tak terjadi, aku minta maaf." Kata Rain dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


"Ughk, sudahlah, ini bukan salahmu, jangan salahkan dirimu sendiri, ini salah ayah karena tak becus sebagai kepala keluarga, namun ayah ingin kamu berjanji satu hal, Ughk." Kata Ayah Rain dengan lemas dan sesekali memuntahkan seteguk darah.


"T-tolong gantikan ayah untuk melindungi adikmu....


Di Gelapnya malam dengan api membara di sekitarnya, Rain kehilangan dua orang yang sangat ia sayangi di dunia ini, meskipun hanya bertemu kurang dari 1 tahun, namun Rain telah menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.


Beberapa saat kemudian, dari belakangnya.


Slashh!!


Tangan kiri Rain terpotong, dan saat itu juga Rain ditusuk dengan pedang api dari punggungnya hingga menembus dadanya.


Jlebb!!


Srashh!


Rain jatuh dan tergeletak di tanah, ia tak bisa bernafas, dan seluruh tubuhnya mati rasa juga pandangannya semakin gelap. seiring waktu ia merasa sangat mengantuk yang tak tertahankan dan di saat-saat terakhir, ia melihat dua sosok iblis berdiri di depannya.


Nama : Prejudice


Level : 119


Ras : Iblis


Rank : S+


Title : {Nightmare}, {Upper 3}



Nama : Revenge


Level : 118


Ras : Iblis


Rank : S+


Title : {Nightmare}, {Upper 4}



"Akhirnya kita berhasil membalaskan dendam tuan kita kepada Wolford." Kata iblis berwarna merah darah. Dan itu lah kata yang didengar oleh Rain sebelum ia kehilangan kesadarannya.


Bersambung>>

__ADS_1


__ADS_2