Reincarnation With System

Reincarnation With System
Rain Vs Archon


__ADS_3

Setelah mendengarkan informasi dari jiwa tersebut, Rain pun tahu bahwa ia harus mengambil resiko dan berkeliling dunia ini untuk mencari tahu cara keluar dan kembali ke dunia kehidupan.


"Terima kasih atas informasinya, aku akan pergi dulu."


Rain pun langsung berlari menuju ke gerbang penghubung, dan mencoba untuk pergi ke lantai berikutnya.


"Hey! Apa kau tak mengerti apa yang aku katakan! mustahil mengalahkan Archon itu."


Tak mempedulikan perkataan jiwa tersebut, Rain terus berlari ke arah gerbang. Ketika jarak antara Rain dan gerbang hanya sekitar 10 meter, ia dihadang oleh sosok yang secara tiba-tiba muncul 5 meter didepannya.



"Kekeke! Mau apa kau disini?" ucap makhluk tersebut.


"Aku ingin pergi ke lantai lain."


"Kekeke, aku tak bisa membiarkanmu pergi ke lantai lain tanpa perintah dari tuanku."


"Aku akan tetap pergi kelantai lain."


"Sepertinya tak ada cara lain."


"Ya, majulah."


Rain pun langsung maju dengan tangan kosong menuju ke arah Archon.


Swoshh!


Pakk!


Pukulan Rain berhasil ditangkis oleh Archon dengan mudah, dan Archon menyerang balik Rain menggunakan cakarnya.


Woshh!


Rain bergerak kesamping menghindari cakaran dari Archon. Dan Rain melayangkan tendangan ke arah kepala Archon.


Bukkk!


Archon menangkis serangan Rain menggunakan punggung tangannya yang disana terdapat duri-duri berwarna ungu yang berhasil menusuk kaki Rain.


Rain yang kakinya tertusuk oleh duri-duri yang ada ditangan Archon pun mundur kebelakang.


"Kekeke! Apa hanya segitu kemampuanmu?"


"Cih."


Rain pun kembali melesat menuju ke arah Archon dengan sangat cepat.


Bukk!


Rain berhasil memukul tubuh Archon dengan keras, namun anehnya dia tak terlihat kesakitan atau mundur sama sekali, malah menyerang balik Rain dengan cakarnya.


Crak!


"Kugh."


Rain pun tak tanggung-tanggung, setelah terkena cakaran Archon di punggungnya, Rain saat itu juga langsung memeluk tubuh Archon, dan membantingnya kebelakang.


Boom!


Kepala Archon berbenturan dengan tanah dengan keras karena suplex dari Rain. Namun tak berhenti disana saja, tapi Rain terus-menerus melakukan suplex berulang kali. Hingga tiba-tiba tubuh Rain terasa lemas, dan ia pun berlutut.


'Eh? ada apa dengan tubuhku?'

__ADS_1


"Kekeke, sepertinya racunku sudah terasa."


"Racun? jadi begitu ya..."


"Kekekeke, benar, duri di punggung tanganku ini bukan duri biasa, namun duri yang mengandung racun pelumpuh, seharusnya setelah kau terkena racun ini akan langsung tumbang, tapi sepertinya tubuhmu cukup kuat."


Woshh!


Archon melesat kearah Rain dan menendang wajah Rain dengan lututnya yang disana terdapat besi lancip.


Cratt!


Rain tak berhasil menghindari serangan tersebut, namun ia sedikit menggeser kepalanya, jadi besi lancip yang ada di lutut Archon itu menancap di pipinya.Saat Rain semakin melemah, ia pun terpikirkan sesuatu.


"God Mode."


Tiba-tiba wujud Rain berubah, pupil matanya berubah menjadi emas menyala, di sekujur tubuhnya terdapat retakan berwarna emas yang menyala.


"Hm? apa it-


Krakkkk!


Sebelum Archon menyelesaikan ucapannya, Rain dengan kecepatan luar biasanya saat berada di god mode dengan keras memukul kepala Archon hingga terdengar suara retakan.


Swoshh!


Rain kembali melesat dan menendang tubuh Archon dengan keras.


Bruakkk!


Archon terpental hingga menabrak pintu gerbang penghubung.


"Kekeke, kesurupan apa kau? tiba-tiba kau menjadi kuat."


"Masih bisa tertawa?"


"GRAAAAAAAAAA!"


Archon berteriak sangat kencang, dan perlahan tubuhnya mulai berubah, tadi yang wujudnya keras seperti besi, sekarang ia berubah seperti menjadi slime raksasa berwarna ungu.


"Kekeke, kau kira cuma kamu yang bisa berubah."


Rain pun menjadi sedikit waspada, karena saat ia berubah, aura yang dia keluarkan menjadi kuat hingga menyesakkan.


Rain pun kembali mengambil sikap, dan melesat kembali seperti sebelumnya.


Blarr!


Rain memukul Archon menggunakan tangannya, hingga tubuh Archon berlubang cukup besar.


"Ah? apa itu tadi? apa ada semut menggigitku?"


Sesaat lubang yang disebabkan serangan Rain tertutup kembali secara cepat.


Tak disitu saja, tangan yang Rain gunakan untuk memukul.juga terdapat cairan asam yang membakar kulitnya.


"Cih, kalau begitu."


Krakkk!


Rain memasukkan jarinya kedalam tanah dan menarik bongkahan tanah yang lebih besar dari tubuh Archon.


Swoshh!

__ADS_1


Rain pun melempar bongkahan tersebut kearah Archon. Tak sekali dua kali, tapi terus menerus sambil terus bergerak.


Sedangkan Archon hanya diam dan memakan bongkahan-bongkahan yang Rain lempar kepadanya.


"Apa yang kau lakukan?"


Tiba-tiba...


Krakk!


Pintu gerbang terdapat sedikit retakan, dan Rian dengan kecepatan penuhnya langsung melesat ke arah Gerbang sambil menghindari Archon.


Brakkk!


Rain langsung menendang pintu gerbang sekuat yang ia bisa di tempat retakan, dan akhirnya pintu tersebut hancur.


"HENTIKAN ITU!!!" Teriak Archon yang tertinggal langkah Rain.


Rain pun tanpa basa basi langsung masuk kedalam gerbang, dan meninggalkan Archon.


Rain tahu kalau ia tak bisaa mengalahkan Archon dengan kekuatannya saat ini, bisa dilihat kalau sepertinya Archon memiliki ketahanan terhadap serangan fisik.


Dan sekarang Rain hanya bisa menggunakan kekuatan fisik saja, jadi Rain memutuskan untuk mengalihkan perhatian Archon sambil menggiringnya menjauhi gerbang dengan melempar bongkahan tanah kearahnya.


Dan diantara itu, Rain melempar sebuah batu seukuran tangan secara terus menerus hingga terdapat retakan,, dan Rain pun bisa menghancurkan pintu gerbang penghubung dan masuk kedalamnya.


Saat Rain masuk kedalam gerbang, ia jatuh ke sebuah lubang yang sangat tinggi, Rain pun mengambang jatuh diudara cukup lama.


"Cih, kenapa tinggi sekali?"


Yah, memang Rain tak mengharapkan akan jatuh seperti itu. Ia membayangkan saat masuk kedalam gerbang, ia akan langsung di teleport ke lantai selanjutnya.


Namun ia ternyata jatuh ke lubang yang ia sendiri tak tahu seberapa dalam itu.


Archon yang ada di depan gerbang pun sempat panik, bukan karena Rain yang turun ke lantai lain, namun karena pintunya telah hancur.


"Aarrggg, dasar manusia kepa*at! beraninya kau menghancurkan pintu gerbang yang di percaya kan tuan Hades padaku!


Kekekeke, tapi betapa tak beruntungnya kau, yang bisa mengantar ke lantai lain hanya aku. Kau akan mati saat mendarat dari ketinggian itu.


Sedangkan jika aku yang mengantar akan aman karena aku kebal terhadap serangan fisik."


Rain tahu kalau Archon tak mengejarnya pun memiliki firasat buruk.


'Sepertinya ada alasan kenapa ia tak mengejar ku.'


30 menit kemudian...


Rain masih terus jatuh tanpa tahu seberapa dalam lubang itu karena sangat gelap disana.


Untuk jaga-jaga, Rain memutuskan untuk terus mengaktifkan God mode miliknya. dengan harapan saat ia jatuh tubuhnya tak akan terluka begitu parah. Setidaknya tak akan separah jika tak menggunakan God mode.


Beberapa saat kemudian, entah mengapa kaki Rain seperti tersetrum. Dan saat itu juga insting Rain mengatakan kalau ia akan mendarat.


Ia pun langsung mengeratkan otot-otot yang ada ditubuhnya dan melindungi kepalanya. Benar saja, ia pun tiba-tiba mendarat di lantai yang sangat keras.


Buakkkk!


"Kughkk."


'Sial, aku tak bisa bernafas,' Batin Rain.


Rain juga merasakan kalau ia juga patah tulang di bagian rusuk.

__ADS_1


Perlahan pandangan Rain menggelap dan ia pun tak sadarkan diri.


Bersambung>>


__ADS_2