
1 hari kemudian...
Rain pun akhirnya sampai di kediaman keluarga wolford bersama dengan keluarganya, di halaman kastil keluarga wolford terlihat banyak prajurit serta maid yang menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang kembali, tuan." kata salah satu prajurit dan maid. Sedangkan yang lainnya hanya menundukkan kepalanya.
Rain dan keluarganya pun segera masuk ke dalam kastil.
"Bu, aku izin pergi ke kamarku untuk menata barang-barang yang aku bawa." Kata Rain.
"Emm, aku juga." Sahut Cristina.
"Baiklah, kalau begitu pergilah, sekaligus kalian istirahat, ibu akan memanggil kalian saat makan malam tiba."
Rain pun segera bergegas untuk pergi ke kamarnya. Sesampainya di sana, ia langsung menaruh tas yang berisi barang-barang yang ia bawa dari akademi, dan langsung berbaring di kasurnya.
"Hahh, nikmatnya, seperti sudah lama sekali aku tidak tidur di kasur yang empuk seperti ini, padahal perjalanan menuju kemari hanya 2 hari, namun entah mengapa terasa cukup lama." Kata Rain.
Saat Rain sedang asik berbaring di kasur, tiba-tiba terdengar suara system.
[Ding, misi baru terdeteksi,
Misi : Cari tahu orang yang meracuni Rain saat pesta ulang tahunnya.
Tingkat kesulitan : D
Reward : Poison Resistant(C), Super Sanses(B)]
"Heh?, ternyata ada misi baru, bagus lah, jadi aku pergi kemari juga ada gunanya." Kata Rain yang melihat notifikasi misi dari system.
"Hmm, untuk mengetahui siapa dalang dibalik percobaan pembunuhanku, sepertinya aku harus menunggu hingga waktu pesta perayaan dimulai, biarkan dia menampakkan dirinya sendiri." Kata Rain sambil mengelus dagunya.
Keesokan paginya, Rain memutuskan untuk berkeliling kastil, siapa tahu ada suatu petunjuk mengenai misinya.
Saat Rain berkeliling di kastil, ia melihat kakaknya, yaitu Pricilia, ia sedang berlatih di tempat latihan yang berada di halaman belakang kastil. Rain pun segera menemuinya.
"Kak Lia."
"Rain, kenapa kau ada di sini?." Tanya Pricilia.
"Aku hanya sedang berkeliling kastil karena tak tahu mau melakukan apa, dan kebetulan aku melihat kak Lia sedang berlatih, jadi aku kemari untuk menyapa." Kata Rain.
"Oh, begitu ya." Jawab Pricilia.
"Yah, kalau begitu aku permisi dulu kak." Kata Rain yang hendak pergi.
"Tunggu!"
"Ada yang bisa aku bantu kak?." Tanya Rain.
__ADS_1
"Kamu bilang kalau kau tidak tahu mau melakukan apa kan?." Kata Pricilia.
"Iya, memangnya kenapa kak?." Tanya Rain.
"Bagaimana kalau kita sparing sebentar, aku juga ingin melihat kekuatanmu, apakah cerita yang di katakan Cristina itu benar, bahwa kau sehebat itu, kalau begitu kemarilah dan hadapi aku." Kata Pricilia.
"Ehh, tapi..
"Kau takut?." Tanya Pricilia.
"Hah, baiklah aku akan sparing dengan kakak, tapi tolong jangan terlalu serius." Jawab Rain melihat sikap keras kepala kakaknya.
"Tenang saja, aku tidak akan menggunakan semua kekuatanku"
Setelah itu, Rain pun segera pergi ke depan Pricilia dengan jarak sekitar 3 meter.
"Kau siap?." Tanya Pricilia.
"Tentu." Jawab Rain singkat.
Rain pun mengaktifkan skill penguatan dan langsung melesat dari arah depan sambil mengerahkan tinjunya ke arah Pricilia.
Boomm!
Debu berterbangan karena serangan tersebut, dan Rain pun langsung menjaga jarak kembali, karena ia merasakan kalau tinjunya tadi tidak mengenai Pricilia, namun ia merasa seperti memukul besi yang kokoh.
Ya, itu adalah tembok es, yang dibuat oleh Pricilia.
'Sepertinya aku tidak mendengar ia mengcast sebuah spell, apa jangan-jangan ia sudah bisa menggunakan sihir tanpa casting.' Batin Rain.
Karena menurut informasi yang ia dengar dari Haris, hanya penyihir circle 4 atau di atasnya yang bisa mengeluarkan sihir tanpa casting.
"Kak Lia, apa kau sudah berada di circle 4?." Tanya Rain.
Namun tidak ada jawaban dari Pricilia, dan malah tiba-tiba di belakang Rain muncul sebuah serpihan es yang tajam langsung melesat menuju ke arah Rain.
Rain yang menyadarinya oun langsung menghindari serangan tersebut.
Tarr! Tar! Tar~
"Huh, hampir saja"
Tiba-tiba Pricilia muncul dari depan Rain.
"Apa hanya segini kekuatanmu Rain?." Kata Pricilia. Rain yang mendengarnya pun tersenyum tipis.
"Baiklah, kalau itu mau mu"
Rain pun langsung berteleport ke belakang Pricilia, dan sekali lagi mengerahkan tinjunya.
__ADS_1
Namun saat pukulannya hampir mengenai Pricilia, tiba-tiba ia terpental beberapa meter,
Wuussss!!!
Hawa yang terasa sangat dingin hingga terasa menusuk kulit, muncul dari area sekitar Pricilia. Bahkan Rain pun sedikit menggigil karena hal tersebut, Dan juga Rain merasa kalau gerakannya semakin melambat jika dibandingkan dengan sebelumnya.
'System, apa-apaan ini?.' Tanya Rain kepada system.
[Ding, ini adalah sihir domain milik Pricilia yang beratribut es putih, es putih adalah es tipe spesial sama halnya dnegan petir emas milik anak bernama Edward]
Mendengar penjelasan system, Rain pun ingin segera menghentikan pertarungan ini, sebelum situasinya menjadi semakin buruk.
"Kak, bukannya ini sudah terlalu berlebihan?." Kata Rain.
Pricilia yang mendengar perkataan Rain pun sontak menghentikan domain miliknya.
"Oh, maaf Rain, aku terlalu berlebihan, aku tidak sengaja mengaktifkan domain milikku, karena tiba-tiba aku merasakan suatu bahaya." Jelas Pricilia kepada Rain.
"Oh, iya kak, tidak masalah, toh aku juga tidak terluka" Kata Rain.
"Untuk sparing kali ini aku mengaku kalah. Jujur, aku cukup terkejut dengan serangan terakhirmu tadi, bagaimana kau tiba-tiba berada di belakangku?, padahal aku yakin, saat itu aku berada di depanmu." Tanya Pricilia.
"Yah, bisakah aku mengatakan kalau itu adalah sihir rahasia milikku?" Kata Rain.
"Jadi kau tidak mau memberitahukannya?" Tanya Pricilia.
"Bukannya aku tidak mau memberitahukannya, tetapi ada syaratnya." Kata Rain.
"Katakan apa syaratnya."
"Tidak aneh-aneh, aku hanya menginginkan sesuatu yang setara dengan informasi ini, bahkan aku juga akan mengajari kakak bagaimana cara kerja sihir ini, tetapi soal kakak bisa atau tidak, itu tergantung kakak sendiri." Kata Rain.
"Baiklah, jadi apa yang kamu inginkan?."
"Oh, kalau itu terserah kakak, kakak perhitungkan sendiri tentang sesuatu yang setara dengan hal ini." Kata Rain yang sebenarnya juga tak tahu mau meminta apa.
Namun Rain juga tidak ingin memberitahu mengenai skill teleport miliknya secara cuma-cuma, jadi ia membuat syarat seperti itu, siapa tahu ia malah di beri sesuatu yang lebih berharga dari pada informasi mengenai skill tersebut. Yah, secara tidak langsung, ini bisa dibilang sebuah judi.
"Baiklah, tapi berikan aku waktu untuk berfikir terlebih dahulu" Kata Pricilia.
"Mengenai waktunya, terserah kakak saja, selama sudah siap, kakak bisa menghubungi aku kapanpun." Jawab Rain.
Setelah itu Pricilia pun pergi dari arena latihan, dan Rain pun juga segera pergi melanjutkan berkeliling kastil dan mencari petunjuk mengenai orang yang meracuninya.
Namun, setelah 1 jam berkeliling, Rain tak dapat menemukan apapun mengenai orang yang meracuninya.
"Hahh, sepertinya aku hanya bisa menunggu saat pesta perayaan tiba."
>> Bersambung.
__ADS_1