Reincarnation With System

Reincarnation With System
Memulai Menjelajah


__ADS_3

Keesokan paginya.


Rain tertidur pulas di sebuah kursi panjang du ruang tamu. Ia tidur begitu pulas karena memang sangat kelelahan sehabis pertarungan panjang kemarin.


Saat ia membuka mata, ia melihat Claire sedang memasak di ruangan sebelah. Karena Rumah tersebut kecil jadi dari ruang tamu ia bisa melihat ke arah dapur.


Rain pun bangun, dan berjalan ke arah Claire.


"Oh, tuan Rain anda sudah bangun?"


"Sudah kubilang untuk tak perlu memanggilku dengan embel-embel tuan."


"Iya, tapi saya lebih nyaman memanggil begini."


"Hahh, terserah kamu saja," Kata Rain sambil menggosok kepalanya.


Dan ia baru sadar kalau tanduknya telah hilang, ia pun dengan terburu-buru menggunakan ilusi untuk menumbuhkan tanduk kembali.


Claire yang melihat tiba-tiba ada tanduk muncul dari jidat Rain pun sedikit tertawa.


"Tak perlu disembunyikan tuan, sasa sudah mengetahui semuanya saat kita pertama kali bertemu."


"Eh, jadi kamu tahu kalau aku adalah manusia?"


"Iya, saya memiliki Trait spesial yang dapat melihat suatu kebenaran, selain itu saya juga dapat mengetahui titik kelemahan dari lawan."


'Eye Of Truth?'


"Begitu ya, kalau begitu kenapa kamu tidak bilang sedari awal?"


"Itu karena saya belum percaya kepada tuan, dan setelah kemarin malam saya tahu kalau tuan memang orang baik, jadi seharusnya tak masalah."


"Begitu ya."


Oh, ngomong-ngomong soal identitas palsu tuan yang mengatakan kalau anda berasal dari selatan, sebaiknya jangan bercerita seperti itu, karena di Underworld sini tak ada pembagian wilayah dengan arah mata angin.


Di sini kita menggunakan area sebagai pembagian wilayah, di sini adalah area 7 dan tak ada yang tinggal di sini kecuali saya, karena di sini hanya ada hutan dan juga banyak hewan atau monster berkeliaran, jadi tak ada yang tinggal di area 7.


Juga area 7 adalah ujung dunia Underworld, jadi area ini tak di anggap dan di gunakan untuk tempat tinggal Beast, Monster dan sebagainya.


Sedangkan untuk area 6 keatas itu adalah tempat tinggal para iblis, dan untuk perbedaannya adalah tingkat kekuatan, hanya iblis yang telah mencapai kekuatan tertentu yang boleh memasuki area yang lebih tinggi."


"Begitu ya, jadi misalkan kamu adalah keturunan iblis murni, maka kamu bisa menempati area berapa?"


"Kalau saya murni iblis, mungkin saya akan berada di area 3-2."


"Ho, cukup tinggi."


"Tentu, untuk iblis seusia saya sudah mencapai tingkat kekuatan ini bisa di anggap jenius, apa lagi saya juga memiliki Trait."


"Apa Trait sepesial itu?"

__ADS_1


"Emm, tentu saja, tidak sembarang iblis memiliki trait, mungkin hanya para bangsawan atau iblis yang memiliki keberuntungan yang tinggi untuk bisa memiliki Trait."


"Kamu keturunan bangsawan?"


"Yah, itu dari ayah saya, dulu ayah saya adalah seorang Jendral dari sebuah pasukan iblis di area 1, hingga ia ketahuan menikah dan memiliki anak dengan manusia, ia akhirnya di eksekusi."


"Maaf sebelumnya, tapi apa ayahmu salah satu anggota Seven Deadly Sins?"


"Eh, tentu bukan, Seven Deadly Sins adalah perkumpulan para jendral iblis yang memiliki gelar yang memang sedari awal melayani raja iblis, sedangkan ayah saya tumbuh kuat secara individu hingga ia bisa menjadi seorang jendral."


"Begitu ya."


"Tuan, masakannya sudah matang, jadi tuan bisa pergi ke ruang tamu, biar aku siapkan untuk sarapan."


"Biar aku bantu."


"Ehh, tak perlu tuan saya sendiri sudah cukup."


Tiba-tiba dati belakang samar-samar hawa membunuh yang cukup menyengat terasa oleh Rain.


Rain pun secara reflek berbalik dan melihat Lilith, melihat mereka berdua. Rain langsung teringat kalau Lilith memiliki sifat Yandere pun langsung pergi ke arah Lilith.


"Lilith, kamu sudah bangun?" Tanya Rain namun Lilith hanya diam saja.


"Kenapa? ada yang salah?"


Lilith tetap diam, melihat kalau sepertinya Lilith sedang marah padanya/merajuk pun melakukan hal yang bahkan di luar pikirannya.


'Ehh, apa yang aku lakukan."


Saat bibir keduanya terlepas, terlihat wajah Lilith sudah sangat merah layaknya tomat.


"M-maaf Lilith aku tida-


"Nggak apa-apa kok." Kata Lilith memotong omongan Rain sambil menundukkan kepalanya.


Tak lama, Claire muncul sambil membawa makanan.


"Tuan Rain, nona Lilith makanannya sudah jadi."


"Iya makasih Claire," Ucap Rain.


"Sama-sama, tapi kemana perginya tuan Araz?"


"Oh, Ghost keluar lah."


Dari bayangan Rain keluar sosok Ghost dengan jubah hitamnya.


"Wahh, itu Trait milik tuan Araz ya."


"Bukan, itu bukan Trait ku, itu hanya sebuah kemampuan biasa, kamu mau melihat Traitku?"

__ADS_1


"Apa boleh, biasanya seseorang cenderung menyembunyikan Traitnya untuk menghindari lawan mengetahui kelemahan, namun anda mau menunjukkan kepada saya?"


"Kalau kamu memang mau, toh kamu juga nggak akan bisa berbuat apa-apa bahkan setelah mengetahui Traitku."


Claire pun menatap Rain, Dan Rain pun mengangguk.


"Baiklah saya mau melihatnya."


"Hehehe, baiklah kalau begitu selamat datang di duniaku."


Tiba-tiba pandangan Claire yang awalnya berada di rumahnya berubah menjadi hitam, ia tak bisa merasakan apa-apa seperti semua indranya di cabut, bahkan saat ia mencoba menggunakan mata spesialnya tak bisa menembus Trait milik Ghost. Ia tak bisa merasakan, melihat, mendengar, bernafas, meraba, bahkan ia tak tahu apakah dia menapak tanah atau tidak, ia benar-benar tak merasakan apapun di sana.


Tak lama, pandangannya mulai kembali normal.


"Hahh-hahh-hahh, apa itu tadi, benar-benar mengerikan, padahal aku hanya berada di dalam sana hanya 5 detik saja namun itu sudah sangat menyiksa," Kata Claire dengan nafas yang terengah-engah.


Rain tersenyum,


"Tentu saja, Araz adalah iblis yang sangat kuat, lebih dari yang kamu bayangkan. Oh iya bukannya kamu bisa mendeteksi kelemahan? apa kelemahan kami bertiga dimatamu?"


"Tak ada, saya tak melihat kelemahan dari kalian bertiga, bahkan saat anda tidur pun saya tak merasakan kalau saya bisa mengalahkan anda. Itu pernah terjadi sekali saat saya melihat ayah saya dan para jendral lain hal itu juga terjadi."


"Jadi di matamu kami sekuat para jendral iblis ya?"


"Tidak akan jauh dari itu," Kata Claire


"Hahaha, baiklah mari kita mulai makan,"


"Iya tuan, saya panggil dulu adik saya."


Kemudian mereka pun makan bersama, Rain juga sedikit bertanya tentang cara keluar dari Underworld ini, dan Claire menjawab bahwa itu hal yang mustahil karena portal dunia ini dan dunia tengah telah di segel oleh seseorang.


Saat Rain bertanya siapa orang yang menyegel portal itu, Claire menjawab kalau yang menyegel portal itu adalah Wolford.


Saat itu Rain menjadi kebingungan, bukannya leluhurnya Merlin hanya menyegel Seven Deadly Sins, kenapa cerita di Underworld dan di dunia tengah berbeda yang mengatakan kalau Wolford menyegel portal untuk pergi ke dunia tengah.


'System apa itu benar? Leluhurku menyegel portal yang menghubungkan dua dunia ini?'


[Ding, secara tidak langsung memang begitu tuan]


'Maksudnya?'


[Maksudnya adalah untuk membuka portal yang menghubungkan dua dunia di perlukan kekuatan seluruh jendral tentu raja iblis juga turut hadir, dan leluhur anda merlin menyegel 7 jendral terkuat dari pasukan iblis yang membuat para iblis tak bisa membuka portal untuk pergi ke dunia tengah.]


'Dan untuk membuka segel itu diperlukan pengorbanan pemilik tubuh phoenix es dan api ya.'


[Benar tuan, meskipun pengorbanan tersebut dilakukan di dunia berbeda, namun dengan menggunakan segel sihir itu masih bisa dilakukan, seperti yang ingin dilakukan oleh para Nightmare.]


Setelah makan, Rain pun berterima kasih kembali kepada Claire karena hari ini mereka akan pergi dari sini dan akan mencari cara untuk kembali ke dunia asalnya.


Bersambung>>

__ADS_1


__ADS_2