Reincarnation With System

Reincarnation With System
Seleksi


__ADS_3

Mendengar perkataan Rain, Viel pun sedikit terbawa emosi, karena sikap Rain yang cukup sombong.


"Sombong juga kau, kalau begitu mari kita lihat seberapa hebatnya kemampuan jarak dekatmu itu," Kata Viel.


Ia pun langsung melesat ke arah Rain sambil mengayunkan kakinya, berniat untuk menendang perut Rain.


Rain yang sudah siap bertarung dari jarak dekat pun dengan mudah menghindari tendangan Viel, dan ia balik memukul Viel yang mengarah pada dadanya, namun Viel juga bisa menangkis serangan Rain dengan cara menyilangkan kedua tangannya di dada, meskipun ia terseret dua langkah kebelakang.


"Cih, kuat juga kau," Ujar Viel sambil melihat kedua lengannya yang sakit sehabis menahan serangan Rain.


Rain pun kembali menyerang Viel dari arah depan dengan sikap seperti memukul, namun Rain malah menjegal kaki Viel.


Viel yang tertipu dengan serangan Rain pun langsung jatuh, dan Rain langsung melancarkan rentetan pukulan kepada Viel, Viel hanya bisa menangkis rentetan pukulan Rain tanpa bisa menyerang balik. Namun tiba-tiba Viel merapalkan sebuah mantra.


"Electrical Body."


Tiba-tiba tubuh Viel menjadi menyetrum bila disentuh, sehingga Rain yang sedang memukuli Viel dari atas tubuhnya pun terkena petir tersebut, dan langsung mundur beberapa langkah menjauhi Viel.


"Cih, sebenarnya aku ingin menggunakan ini saat turnamen nanti, aku tidak menyangka akan mengeluarkannya seawal ini," Kata Viel.


Viel pun langsung melancarkan rentetan tendangan dan pukulan kepada Rain, dan Rain pun dipaksa masuk ke kondisi bertahan.


Rain juga tidak bisa menahan serangan Viel ataupun menyerangnya, karena setiap ia menahan serangannya, ia selalu tersetrum karena tubuh listriknya itu.


"Ada apa?, apa kau menyesal melawan aku dalam pertarungan jarak dekat?, seharusnya kau tetap melawanku dati jarak jauh Rain, mungkin dengan begitu kesempatanmu untuk menang lebih besar," Kata Viel sambil terus melancarkan serangannya ke arah Rain.


Rain yang mendengar kata Viel pun tertawa kecil,


"Hehehe, kau pikir aku dari tadi sudah mengeluarkan seluruh kemampuanku?" Kata Rain sambil tersenyum ke arah Viel.


"Omong kosong, apa hanya itu yang bisa kau katakan saat mau kalah?" Kata Viel sambil tersenyum mengejek kepada Rain.


"Baiklah jika itu yang kau mau."


Rain yang tadinya bisa Viel paksa untuk bertahan pun langsung menangkap tangan Viel, berbalik badan, dan membanting tubuh Viel ke lantai arena dengan keras.



Bukkk!!


"Uhgk-Ugkh."


Rain pun langsung melancarkan beberapa pukulan ke wajah Viel yang terbaring.

__ADS_1


Buk! Buk! Buk!


Pengawas yang melihat hal tersebut pun langsung menghentikan pertarungan, dan mengumumkan bahwa Rain memenangkan duel melawan Viel.


'Huh, sepertinya skill judo ku masih terpakai di dunia ini,' Batin Rain sambil melihat tangannya yang sakit karena tersetrum tubuh Viel saat membantingnya.


Setelah pertarungan Rain melawan Viel, adalah pertarungan Lilia melawan Gina yang berasal dari High Class. Dan pertarungan tersebut dimenangkan oleh Lilia.


Dan 5 siswa yang masuk ke tahap penyeleksian ke dua adalah Rain, Cristina, Haris, Lilia, Dan Ciel.


Setelah itu, mereka menunggu pertarungan kelompok lain selesai. Dan setelah Beberapa belas menit, akhirnya babak ke dua seleksi dimulai.


Ada sekitar 40 siswa yang ada di babak ke dua, dan 15 di antaranya siswa tahun ke empat, 10 siswa tahun ke tiga, 10 siswa tahun ke dua, dan 5 siswa tahun pertama.


Dan dari ke 40 siswa dibagi lagi menjadi 4 kelompok, namun setiap kelompok di campur dari tahun pertama sampai tahun ke empat.


Berbeda dengan yang sebelumnya, sekarang Rain sekarang ingin cepat-cepat mengakhiri pertarungannya, karena ia masih harus menghadapi 2 orang lagi untuk menjadi perwakilan akademi sihir untuk turnamen tahunan.


Dan lawan Rain di babak ke dua adalah siswa tahun ke 3 akademi sihir, ia bernama Riky dan ia berada di circle 2 menengah.


Seperti biasa mereka berdua maju ke arena pertarungan dan saling bertukar serangan, namun saat mereka sedang mengeluarkan sihirnya masing-masing, Rain langsung melesat menggunakan skill penguatan miliknya dan langsung menendang dagu Riky dengan keras, dan ia pun seketika pingsan, dan otomatis Rain lanjut ke babak selanjutnya dan sekaligus babak terakhir.


Ia menunggu cukup lama, sekitar 1 jam untuk menunggu pertarungan siswa lain sampai selesai. Dan di babak ke


Dan Rain, Cristina, dan Ciel maju ke babak terakhir penyeleksian, dan disini, untungnya salah satu dari mereka tidak ada yang berhadapan satu sama lain.


Dan di babak ini, 11 dari 20 murid yang masuk ke babak ke tiga, adalah murid tahun ke empat, dan 6 siswa tahun ke 3, serta tiga orang tahun pertama, dan untuk siswa tahun ke dua, mereka sudah tereliminasi semuanya.


Dan untuk babak ke tiga kali ini, Rain berhadapan dengan seorang wanita berambut hijau, yang bernama Falisa, ia adalah pengguna sihir angin yang cukup terkenal di antara siswa tahun ke empat, karena ia adalah salah satu kandidat yang mewakili akademi sihir dua tahun yang lalu, saat dirinya seorang siswa tahun kedua.


Dan karena itu, ia menjadi cukup terkenal di antara anak tahun ke empat lainnya.


Dan saat waktunya bertarung, mereka berdua pun segera naik ke atas arena, dan saling memandang satu sama lain.


Dan saat Rain menganalisa perempuan tersebut, ia saat ini berada di circle tiga menengah, satu tingkat di bawah Rain.


Dan pengawas pun memulai pertandingan, dan Falisa langsung mengerahkan sihirnya ke arah Rain.


"Wind Breaker"


Sebuah bola angin yang sangat besar melaju ke arah Rain, dan Rain pun langsung membloknya menggunakan dinding tanah.


Bommm!!

__ADS_1


Dinding tanah yang diciptakan oleh Rain pun langsung hancur, dan saat itu juga, seperti biasanya, Rain langsung melesat menggunakan skill penguatan dan mencoba untuk menyerang lawan dari jarak dekat.


Namun, saat Rain mendekati Falisa, tiba-tiba muncul banyak panah angin yang menghujani dirinya.


Rain pun langsung menahan serangan tersebut menggunakan Tirai air, dan segera menggunakan skill acceleration untuk menambah kecepatannya, dan setelah Rain mengaktifkan skill tersebut, ia menjadi sangat cepat, mungkin dua kali lebih cepat dibandingkan sebelum mengaktifkan skill tersebut.


Dan ia pun langsung melesat menuju ke arah belakang Falisa, dan melancarkan tendangan ke arah perut sebelah kananya.


Bakk!!


"Ughh.."


"Sebenarnya kau ini seorang mage atau assassin hah?, bagaimana bisa seorang mage bisa memiliki gerakan seperti itu," Kata Falisa.


Sebenarnya Rain bisa saja, langsung berteleport kebelakang Falisa, namun jika ia menggunakan teleport, ia yakin kalau banyak orang yang akan menanyai dirinya soal skill tersebut dan Rain tidak mau hal itu terjadi.


Falisa pun kembali melancarkan sihir anginnya, namun kali ini, ia tidak main-main.


"Maaf ya, aku tidak berniat untuk kalah, disini," Kata Falisa.


"Small Tornado."


Sebuah tornado mini langsung muncul dan mengarah ke arah Rain, Dan Rain yang melihat tornado tersebut pun cukup terkejut, karena wanita bernama Falisa ini benar-benar kuat untuk seorang remaja sepertinya.


Rain pun hanya menerima tornado tersebut dan bertahan di dalamnya. Meskipun itu hanya tornado kecil, namun itu masih cukup besar, sehingga Rain yang berada di dalam tornado tersebut pun kulitnya mulai tergores sedikit demi sedikit, namun kembali sembuh karena efek dari skill pasif miliknya, yaitu Fast Regeneration.


Dan ia pun mengambil sikap jongkok seperti akan sprint, dan ia pun mengambil nafas dalam-dalam dan langsung melesat keluar dari dalam tornado dengan kecepatan maksimalnya, dan langsung menuju ke arah Falisa dengan sangat cepat, dan langsung memukul perutnya dengan cukup keras, sehingga ia langsung terpental sampai keluar arena, dan otomatis Rain menang dan akan mewakili akademi sihir dalam turnamen tahunan, beberapa minggu lagi.


Dan setelah Rain menang, ia langsung turun dan mengecek kondisi Falisa, karena jujur saja, Rain tadi sedikit berlebihan saat memukulnya, apalagi ia adalah seorang perempuan.


Dan saat ia akan mengecek kondisi wanita tersebut, tiba-tiba terdengar suara,


"Baj***an Sialan!, bagaimana aku bisa kalah dengan anak tahun pertama!!"


Teriak seorang perempuan, yang ternyata adalah Falisa, berkebalikan dengan wajahnya yang cantik dan anggun layaknya seorang putri kerajaan, namun ternyata ia memiliki sifat pemarah dan suka mengumpat.


"...."


Di saat orang-orang terkejut dengan sifat asli Falisa, Rain malah lebih terkejut dibuatnya karena,


'Ketahanan macam apa itu?, aku yakin tadi aku memukulnya dengan sangat keras, dan dia langsung bangun seakan-akan tidak terjadi apapun?'


"...."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2