Reincarnation With System

Reincarnation With System
Hell Stone


__ADS_3

Keesokan harinya.


Saat ini Rain hendak pergi ke perpustakaan Kerajaan untuk menggunakan medali yang ia dapat saat turnamen tahunan kemarin. Ia juga ditemani oleh Hera,Edward dan ke 8 orang lainnya.


Saat perjalanan, Rain banyak ditanya oleh Hera maupun yang lainya mengenai kekuatannya yang sangat kuat. Namun Rain hanya menjawab kalau ia memiliki bakat yang tinggi dan juga kerja keras.


Hera dan yang lainnya pun mau tak mau harus percaya. Mereka juga tak memaksa Rain untuk memberitahu yang sebenarnya.


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di perpustakaan kerajaan. Perpustakaan tersebut sangat besar, mungkin ada sekitar 5 - 6 lantai di dalamnya.


Rain pun segera masuk ke dalam namun ditahan oleh penjaga yang bertugas di pintu masuk. Rain pun mengeluarkan medali yang dia dapat dan setelah itu ia diperbolehkan masuk, begitu juga yang lainnya.


Saat berada di dalam, penjaga perpustakaan mengatakan kalau medali tersebut hanya bisa membuka sampai lantai tiga saja, sedangkan lantai empat keatas hanya diperbolehkan untuk keluarga kerajaan.


Setelah itu Rain dan yang lainnya pun berpencar mencari apa yang ingin mereka cari. Sebenarnya Rain kemari hanya untuk melihat lihat saja isi dari perpustakaan kerajaan sampai hanya orang tertentu yang bisa masuk.


Setelah ia melihat beberapa buku dan membacanya, di sana banyak teknik-teknik untuk meditasi agar lebih efisien atau menjadikan mana yang kita gunakan lebih sedikit. Ada juga banyak teknik/spell sihir ataupun teknik kombat tingkat tinggi.


Namun hal itu tidak terlalu berguna untuk Rain karena Rain tidak perlu meditasi/menyerap mana untuk bertambah kuat. Untuk bertambah kuat ia hanya perlu membunuh monster/beast.


Sedangkan untuk teknik-teknik sihir Rain juga tak membutuhkannya karena ia bisa langsung menciptakannya dari Spell Creator.


"Hahh, sepertinya tidak ada yang bisa berguna bagiku disini."


Rain pun mencari Hera dan bilang kalau dirinya akan pergi terlebih dahulu, jadi tidak perlu mencarinya.


Setelah itu, Rain keluar dari perpustakaan, dan berteleport ke penginapannya, tentu saja di tempat yang sepi.


Di dalam kamarnya, ia mengeluarkan salah satu benda yang ia dapat setelah memenangkan turnamen tahunan yaitu Hell Stone.


Saat ia mengeluarkannya dari Inventory, terlihat sebuah batu hitam dengan sedikit corak-corak merah yang menyala. Ia pun mengecek deskripsi mengenai batu itu menggunakan Eye of Truth.


{Hell Stone}

__ADS_1


Rank : A+


Batu yang dapat membuka portal untuk pergi ke neraka.


"Ho, jadi batu ini Rank A tingkat atas ya, dan juga dapat membuka portal untuk pergi ke neraka?"


[Ding, system menyarankan untuk pergi ke neraka menggunakan batu tersebut saat tuan berada di Rank S, karena ada jutaan monster yang ada di dalam sana dan juga semuanya memiliki Rank tinggi.]


"Begitu ya, lalu apa batu ini hanya bisa sekali pakai?"


[Ding, tidak tuan sebelum monster-monster di dalamnya mati semua, batu tersebut masih bisa digunakan berkali-kali.]


"Oh, kalau begitu kenapa kita tidak lihat saja neraka itu seperti apa."


Rain pun langsung menggunakan batu tersebut dengan pikirannya, dan tiba-tiba didepannya terbuka sebuah portal aneh. Ia pun segera mengeluarkan Void Sword dan memasukinya.


"Ughh."


Saat Rain memasuki portal tersebut, kepalanya terasa pusing dan ia juga mual. Saat pandangannya kembali normal ia telah berada di sebuah pinggir jurang. Dari sana ia melihat lava dimana-mana, dan juga hawa di dalam sini sangat lah panas hingga bisa membuat kulit melepuh tanpa melakukan apa pun.


Saat ia menganalisanya menggunakan Eye Of Truth, jutaan informasi langsung masuk kedalam kepalanya yang mengakibatkan kepalanya terasa sangat sakit jauh lebih sakit dari pada penyatuan ingatan dirinya dulu.


"Arrggggggg." Erangnya sambil mencengkram kepalanya.


Beberapa menit kemudian, perlahan keadaannya kembali normal.


"Hahh-Haah, gila aku tak tahu kalau akan jadi seperti itu, dan juga dari ratusan juta monster yang ada di sini, mereka rata-rata berada di rank B keatas bahkan sebagian besar berada di Rank A. Mungkin masih berlebihan untukku leveling di sini, mungkin jika aku turun sekarang sama halnya seperti cari mati. System, menurutmu apakah aku bisa mengalahkan mereka semua di level ini?"


[Ding, persentase tuan bisa menaklukkan neraka ini di level sekarang hanya 2%]


Rain pun tanpa basa basi bergegas kembali memasuki portal untuk kembali. Dan sekali lagi ia merasa sangat pusing dan mual.


"Ughh, aku benar-benar membenci portal ini."

__ADS_1


Setelah ia kembali ke kamar, ia pun merenung sambil duduk di kasur.


'Hmm, sekarang lebih baik aku kemana lagi ya, apa aku langsung berangkat leveling saja, tapi sepertinya masih terlalu awal. Oh mungkin aku akan berkunjung ke keluargaku, raja bilang ia mengirimkan banyak pasukan kesana kan, mungkin aku akan berkunjung ke sana dulu sebelum leveling.'


Keesokan harinya, Rain berpamitan kepada Bu Ella dan juga bu Zia kalau dirinya akan kembali ke rumah.


Bu Zia menawarkan bantuan untuk menggunakan familiar-nya namun ditolak oleh Rain. Ia hanya tak enak kepada bu Zia soal ini, bagaimanapun bi Zia adalah keluarga kerajaan, tak pantas bila dirinya bolak balik hanya untuk mengantar Rain pulang.


Jadi Rain memutuskan untuk pulang sendiri. Kalau dirinya berlari dengan kecepatan penuh, mungkin Rain akan tiba di rumah dalam waktu beberapa hari saja.


Rain pun segera mengemasi barang-barangnya, dan langsung bergegas untuk pergi dari ibu kota.


4 Hari kemudian, Rain telah setengah jalan dari tujuannya. Namun tiba-tiba ia dicegat oleh sekelompok bandit hutan.


Saat Rain menggunakan skill Detection miliknya, ia mendeteksi kalau jumlah mereka ada sekitar 20 orang.


Pemimpin bandit pun keluar yang diikuti oleh ke-19 anggotanya.


"Hey nak, cepat serahkan barang-barang berh-


Bomm!


Rain langsung melompat menggunakan super jump, dan dari atas ia langsung mengeluarkan bola api miliknya, namun kali ini berbeda karena ia tak perlu menahan lagi kekuatannya.


'Mega Fire Ball'


Bola sebesar 5 kali ban truk tercipta dan langsung melesat ke kerumunan bandit.


Bommm!!


Saat asap menghilang terlihat cekungan tang cukup dalam akibat serangan tadi. Mayat para bandit pun juga tak terlihat sama sekali, dan hilang begitu saja seolah olah ditelan bumi.


Rain pun tak mempedulikannya dan kembali melanjutkan perjalanannya kembali.

__ADS_1


"Hahh, estimasi sampai di kota masih 2 atau tiga hari lagi, lebih baik aku mempercepat langkahku."


Bersambung>>


__ADS_2