
Saat Rain terseret ke dalam portal yang secara tiba-tiba muncul ia terlempar ke sebuah tempat yang seluruh tanah beserta pohon-pohonnya berwarna hitam.
"System? dimana ini?"
[Ding, tuan sedang berada di dunia Underworld, sebelum itu tuan telah menyelesaikan misi mengalahkan seluruh anggota Nightmare, mendapatkan 500.000.000Exp, 1 kotak epic, Crimson armor, Water of life, Broken Hero Sword]
"Oh, misinya selesai ya."
Saat Rain ingin mengecek deskripsi mengenai item-item yang ia gunakan, tiba-tiba dari atas sosok Ghost dan Lilith jatuh dengan keras hingga. membuat suara ledakan yang cukup keras.
Bommm!
"Ugh, Lilith, Ghost apa itu kalian?"
"Iya tuan, ini saya."
Saat asap mulai menghilang, terlihat sosok Ghost dan Lilith yang berjalan ke arahnya.
"Huhh, kalian mengagetkan saja."
"Hehehe, tapi apa kamu tahu dimana kita sekarang sayang?"
"Kamu tidak tahu? padahal kalian ini kan iblis."
"Yah, aku memang dulu berada di tempat yang mirip seperti ini, namun di tempatku tanah dan pohon-pohonnya berwarna merah bukan hitam," Kata Lilith.
"Kita sekarang berada di Underworld, tempat asli dimana iblis berada."
Tak lama saat mereka sedikit mengobrol, tiba-tiba ada sosok yang cukup besar terbang ke arah mereka. Saat Rain merasakannya ia pun melompat ke atas pohon untuk melihat makhluk apa itu, dan dari atas pohon, Rain melihat seekor Naga, namun berbeda dengan naga pada umumnya, naga yang satu ini sebagian besar terbentuk dari tulang.
"Cih, menghindar!" Teriak Rain kepada Ghost dan Lilith.
Naga tersebut mengibaskan ekor besarnya ke arah Rain dan yang lainnya berada.
Brakk!
Brakk!
Pohon-pohon yang ada di sekitar langsung roboh dengan mudah karena kibasan ekor naga tersebut.
Saat Rain mengecek kekuatan tempur naga itu, dan naga tersebut bernama Bone Dragon dan berada di Rank S+ yang mungkin setara atau lebih tinggi dari Nightmare.
Rain saat ini masih dalam tahap pemulihan karena menggunakan God Mode tadi. Jadi ia tak bisa menggunakan seluruh kekuatannya, dan mentok hanya di Rank S saja.
Ia pun mengeluarkan Muramasa dan mengalirkan elemen cahaya kedalamnya, alhasil katana tersebut bercahaya dan dari tebasannya akan berefek sama seperti elemen cahaya.
'Authority Of Seal, Lightning Chain.'
Dari bawah tubuh naga tersebut ada beberapa rantai listrik yang mengikatnya. Rain yang melihat serangan itu berhasil menghentikan naga untuk sementara pun langsung melesat menuju leher naga tersebut.
Saat sudah berada di atas lehernya, Rain oun langsung menebaskan katananya ke tulang leher naga tersebut.
Namun...
Tangg!
__ADS_1
Tulang leher yang awalnya hanya tulang biasa berubah menjadi hitam. Dan naga tersebut juga sudah bisa melepaskan diri dari ikatan Rain. Rain pun harus mundur kebelakang.
"Cih, apa itu kemampuan naga tersebut? untuk mengeraskan salah satu bagian tubuhnya?" Kata Rain melihat telapak tangannya yang masih berdenyut, yang menandakan kalau dirinya benar-benar menyerang dengan sekuat tenaga.
"Huftt, sepertinya aku harus memaksakan diriku lagi kali ini."
'Authority Of Light, Holy Stab.'
Rain pun memasang sikap menusuk dan menusukkan katananya ke arah Bone Dragon. Dari ujung katananya muncul sebuah laser cahaya yang cukup besar melesat ke arah kepala Bone Dragon.
Blass!!
Plarr!
Kepala Bone Dragon langsung hancur dan menghilang begitu saja menyisakan tubuh tanpa kepala.
Bomm!
Tubuh besar Bone Dragon jatuh ketanah dengan cukup keras hingga menimbulkan gelombang asap yang tebal.
Setelah menggunakan skill tersebut Rain memandang tangannya yang gemetar.
"Sepertinya efek penggunaan God Mode benar-benar membebani tubuhku sampai begini," Kata Rain sambil berfikir selama tak di perlukan ia tak akan menggunakan God Mode lagi sampai tubuhnya bisa menahannya dengan sempurna.
"Lilith, Ghost dimana kalian."
Tak jauh darinya, terdengar suara seorang wanita yang batuk.
"Ughk-ughk, hahh bajuku jadi kotor semua, dasar naga sialan."
Rain pun berjalan ke arah suara tersebut dan terkejut melihat Lilith dan Ghost basah kuyup dan terlihat lumpur di pakaian mereka.
"Oh, tuan kami sama sekali tak terluka sedikitpun, namun karena serangan kejutan tadi kami berdua terlempar masuk kedalam sungai dan inilah yang terjadi."
Lilith dan Ghost pun membersihkan diri mereka dan mengeringkan baju mereka menggunakan elemen air dan angin.
"Lebih baik kita mencari tempat untuk berlindung." Kata Rain karena mereka tak bisa terus-terusan berada di luar begini, juga mereka belum mengetahui bagaimana cara keluar dari Underworld.
Beberapa saat kemudian, Rain melihat sebuah rumah kecil yang ada di tengah-tengah hutan.
"Hmm? siapa yang membangun rumah di tengah-tengah hutan begini?"
Rain dengan waspada mendekati rumah tersebut dan mengetok pintu.
Tok! Tok! Tok!
Saat itu dari dalam rumah terdengar suara seorang wanita.
"Siapa itu?"
Bersamaan dengan suara itu, pintu terbuka dan tampak seorang wanita muda terlihat sekitar berusia 20 tahunan, ia memiliki tubuh layaknya manusia, namun dengan satu tanduk di kepalanya menandakan ia adalah seorang iblis, ia memiliki rambut hitam dan mata biru safir sama sepeti Rain serta memakai baju lusuh bahkan terlihat beberapa bagian sedikit sobek.
"Ehh, manusia?" Kata wanita tersebut dengan nada terkejut.
'Authority Of Illusion.'
__ADS_1
Tiba-tiba muncul sebuah tanduk dari kepala Rain.
"Bukan aku iblis, begitu juga rekan-rekanku ini."
"Oh, begitu ya saya minta maaf, tapi ada urusan apa ya tuan-tuan ke tempat lusuh ini?"
"Kami hanya seorang pengembara dari tempat yang jauh dari sini, dan secara kebetulan menemukan rumah ini, jadi apa boleh kami singgah sebentar?"
"Eh, emm."
"Tak masalah jika kamu tak memperbolehkannya, kami tak memaksa."
"B-bukan seperti itu tuan, tapi apa tuan tidak jijik dengan saya?"
"Jijik? kenapa?"
"Yah, sepeti yang tuan lihat saya adalah seorang Half Demon."
"Half demon? hubungan antara iblis dan manusia?"
"I-iya tuan."
"Aku sama sekali tak mempedulikan soal ras, jika dia baik maka aku juga akan bersikap baik, dan jika mereka berniat buruk padaku tentu saja aku tak akan segan-segan, tak peduli apa rasnya mau itu manusia, iblis atau ras lainnya aku tak membanding-bandingkannya" Kata Rain.
"Jadi apa boleh aku singgah sebentar?"
"T-tentu saja, silahkan masuk."
Wanita itu mempersilahkan Rain dan yang lainnya masuk kedalam rumahnya, ia memiliki rumah yang tak terlalu buruk meskipun kecil namun terawat dengan baik.
Di dalam ada seorang anak laki-laki yang memiliki mata serta rambut yang sama seperti wanita tadi.
"Apa itu anakmu?"
"Ehh, b-bukan saya belum menikah tuan, itu adik saya namanya Safir."
"Begitu ya, kalau begitu perkenalkan namaku Rain, sedangkan dua orang di sebelahku adalah Lilith dan eee, siapa namamu?"
"Etgrovia Nifaraz tuan," Kata Ghost.
"Yang satu ini panggil saja Araz." Lanjut Rain.
"Iya salam kenal tuan Rain, nona Lilith dan Tuan Araz, Nama saya Claire Vairk, panggil saja Claire."
"Vairk?"
"Eh, iya nama depan saya dinamai oleh ibu saya yang merupakan seorang manusia dan nama belakang saya di namai oleh ayah saya yang merupakan seorang iblis, itu kenapa nama saya sedikit aneh."
Setelah itu mereka pun membicarakan berbagai hal seperti kenapa Claire tinggal di tengah hutan seperti ini, juga dimana kedua orang tuanya.
Wanita bernama Claire ini adalah seorang Half Demon yang memiliki seorang adik laki-laki bernama Safir Vairk. Mereka berdua tinggal di tengah hutan karena di usir dari tempat mereka berasal karena mereka seorang Half Demon yang di anggap makhluk terhina, terkutuk dan sebagainya bahkan ia bercerita pernah hampir di bunuh oleh orang-orang sekitar. Jadi untuk lebih amannya mereka tinggal di tengah hutan, walaupun masih cukup berbahaya karena banyak Monster serta Beast berkeliaran.
Untuk kedua orang tuanya, mereka telah meninggal karena di bunuh oleh para iblis karena melakukan hubungan terlarang antara manusia dan iblis, mengingat manusia dan iblis telah berperang dan membunuh satu sama lain selama berabad-abad.
Rain juga banyak bercerita mengenai tempat asalnya, tentu saja Rain sedikit mengarangnya, dengan mengatakan kalau tempat asalnya itu berada jauh di selatan, dan menceritakan kalau ia orang tuanya juga di bunuh oleh seorang iblis.
__ADS_1
Mulai dari situ mereka mulai terbuka satu sama lain karena merasa kalau nasib mereka berdua tak terlalu berbeda.
Bersambung>>