Reincarnation With System

Reincarnation With System
Kesalahpahaman


__ADS_3

"Kak?, apa kau baik-baik saja?" Kata Cristina dengan ekspresi khawatir.


"Oh, aku tidak apa-apa Cristina, aku hanya mimpi buruk saja."


"Huhh, syukurlah."


"Emm, Cristina apa kamu tahu dimana Hera?" Tanya Rain.


"Oh, Kak Hera sedang ada di asramanya, sepertinya ia sedikit trauma dengan kejadian 2 hari yang lalu."


"Begitu ya, syukurlah kalau dia selamat. Kalau begitu aku akan pergi ke kamarnya untuk mengecek kondisinya."


"Ehh, tapi kakak kan juga sedang sakit, apalagi kakak baru saja sadar."


"Aku sudah baik-baik saja kok, lihat ini." Kata Rain sambil memutar-mutar lengannya.


"Lagian aku juga hanya ingin menjenguknya sebentar."


"Huhh, baiklah kalau begitu, namun kakak harus segera istirahat kembali setelah itu." Kata Cristina.


Setelah itu Haris pun mengantar Rain menuju ke kamar dimana Hera berada.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di depan pintu kamar Hera, dan Rain pun segera mengetuk pintu tersebut.


Tok! Tok! Tok!


"Hera, ini aku Rain, apa aku boleh masuk?"


Di saat yang bersamaan, pintu langsung terbuka, dan terlihat sosok Hera yang terlihat tidak sedang baik-baik saja, karena berbeda dengan dulu, saat ini Hera terlihat sangat pucat, dengan tubuh yang kurus. Saat Hera melihat Rain, ia tiba-tiba meneteskan air mata dan langsung memeluknya.


"Rainn!!" Ujar Hera sambil memeluk Rain.


"Ehh, tunggu Hera.."


Hera yang mendengar suara Rain pun langsung melepas pelukannya, dan menunduk malu.


"M-maaf, aku hanya senang kamu akhirnya sadar juga."


"I-iya, makasih."


Tiba-tiba suasana pun terasa sangat canggung.


"Rain, aku pergi dulu, aku mengingat sesuatu yang harus aku lakukan." Kata Haris yang langsung bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Rain, kalau begitu masuklah dulu." Kata Hera.


Rain pun segera masuk ke dalam kamar Hera. Kamar Hera cukup berantakan, dengan banyak barang-barang yang berserakan dimana-mana.


"Maaf Rain, aku baru ingat kalau kamarku seberantakan ini, kamu tunggu saja di sofa, aku akan sedikit merapihkan kamarku," Kata Hera malu.


"Tak apa-apa kok, sekalian aku bantu bersih-bersih saja biar lebih cepat."


"Ehh, nggak perlu kok,"


"Udah, nggak apa-apa kok."


Setelah itu mereka pun segera membersihkan kamar Hera, dan beberapa saat kemudian, semua barang sudah tertata rapih di tempatnya masing-masing.


"Makasih ya Rain."


"Umm, sama-sama."


Setelah itu mereka pun duduk di sofa, dan mulai bercerita tentang kejadian setelah Hera meninggalkan Rain.


Hera bilang kalau setelah ia pergi dari tempat Rain, ia berlari ke arah Guild petualang berada, dan memberitahukan bahwa ada iblis yang masuk ke kota dan sedang membuat keributan.


Mendengar penjelasan Hera, banyak petualang yang langsung bergegas mencari iblis yang memasuki ibu kota, yaitu Evade dan juga Morsu.


Namun di tengah-tengah perjalanan, dari arah depan, muncul sosok Evade yang menghalangi jalan mereka. Dan saat itu juga Hera merasa dadanya sesak, karena jika Evade ada di sini, itu berarti ada sesuatu yang terjadi pada Rain.


Saat itu juga terjadi pertarungan besar antara para petualang yang ada di sekitar melawan Evade. Namun dengan mudah Evade dapat mengalahkan para petualang tersebut. Sedangkan Hera masih membeku khawatir dengan keadaan Rain.


Saat dimana Evade ingin membawa Hera pergi, tiba-tiba ada serangan yang cukup dahsyat mengenai dirinya, dan serangan itu berelemen cahaya, yang sangat ampuh jika digunakan untuk melawan iblis seperti Evade.


Dan ketika Hera melihat ke arah sumber serangan, ternyata itu adalah Pasukan kekaisaran berjumlah kurang lebih seratus orang telah tiba di lokasi tersebut dengan seorang Jendral yang memimpin pasukan.


Dan pertarungan dahsyat kembali terjadi di lokasi tersebut, dan pada akhirnya, pasukan kekaisaran berhasil memukul mundur Evade, dengan kemenangan yang cukup mahal. Karena pihak kekaisaran sendiri telah kehilangan setengah dari pasukan mereka hanya untuk membuat Evade mundur.


Dan karena hal tersebut, turnamen tahunan pun harus di undur untuk sementara waktu, hingga kondisi kembali normal.


Dan karena penyerangan tersebut, banyak korban yang kehilangan nyawa, dimulai dari para warga sipil, ksatria, hingga para petualang, jika di totalkan angka kematian mencapai 2.000 kematian, serta lebih dari 1.500 orang terluka, dari luka ringan, sampai berat.


Dan karena hal itu, semua peserta turnamen tahunan kembali ke kota asalnya masing-masing. Dan hingga saat ini, Hera masih trauma dengan apa yang terjadi sebelumnya. Bahkan Hera saat ini, ketika ia menceritakan kejadian barusan, tubuhnya gemetar ketakutan.


Rain yang melihat Hera gemetaran pun langsung menggenggam tangannya dan berkata,


"Tenanglah, semua sudah baik-baik saja, aku ada disini bersama kamu."

__ADS_1


Hera yang mendengar kata Rain pun sontak menangis, dan Rain secara tidak sadar memeluk Hera.


"Menangis lah sepuas kamu, aku akan menunggu sampai kamu merasa lega."


Dan setelah Rain mengetakan hal tersebut, Hera pun terus menangis sampai dua jam berlalu.


'Hahh, aku ngantuk sekali.'


Dan Rain pun tertidur, begitu juga Hera yang menangis sampai tertidur di pelukan Rain.


***


Di kamar Rain, terdapat Cristina yang sedari tadi menunggu Rain untuk kembali.


"Kakak kemana aja sih, kok lama banget, katanya hanya sekedar menjenguk." Kata Cristina.


Ia pun bergegas keluar kamar dan menuju ke kamar Hera.


"Kak Hera?, apa kau didalam?"


Setelah menunggu beberapa saat, namun tidak ada jawaban, Cristina pun masuk ke dalam kamar Hera, dan saat ia baru masuk ke dalam ia melihat kakaknya sedang tidur di sofa sambil duduk, dengan Hera yang berada di pelukannya.


'Ehh, apa-apaan ini.'


"Kakakk!"


Rain yang mendengar suara tersebut pun seketika bangun, dan saat ia terbangun ia melihat Cristina di depannya dengan wajah semerah tomat.


"Ehh, Cristina?, apa yang kau lakukan disini?"


"Kakak, kita ini masih kecil, belum waktunya untuk menikah, dan mama juga pasti belum memperbolehkan hal itu." Kata Cristina dengan wajah semerah tomat.


"Maksud kamu?"


"Untuk menikah, minimal harus berumur 16 tahun dan itu pun hanya sekedar pertunangan saja, dan kakak kan masih berumur 12 tahun." Kata Cristina malu-malu.


Rain masih bingung kenapa adiknya membicarakan tentang pernikahan, dan ketika Rain melihat kalau di dadanya ada sosok Hera yang masih tertidur dengan mata yang masih bengkak karena menangis.


'Ehh, aku lupa kalau sedang bersama dengan Hera.'


"I-ini bukan seperti apa yang kamu bayangkan Cristina, kakak hanya seda..."


"Aku tidak mau tahu, aku akan melaporkan hal ini pada ayah, bagaimana pun kakak sudah tidur dengan seorang wanita." Potong Cristina, dan langsung pergi dari kamar.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2