Reincarnation With System

Reincarnation With System
Ayam? Ular?


__ADS_3

Area 3, daerah penguasa utara.


"Hmm, apa kau bilang? Si otak otot itu dibunuh oleh seseorang?"


"Ya tuan, saya mendapatkan informasi ini sudah terkonfirmasi."


Terlihat seorang pria tua yang tengah duduk di sebuah kursi layaknya singgasana, dan satunya seorang pelayan iblis sedang berlutut di depan pria tua tersebut.


"Siapa yang membunuhnya? meskipun bodoh, namun dia cukup kuat, tak mungkin ada iblis tak bernama bisa mengalahkan dia."


"Rumornya orang yang membunuh penguasa timur adalah seorang pemuda berambut putih dengan 2 orang rekannya, satu pria dan satu wanita, namun informasi keduanya masih misterius. Namun bisa dikatakan kalau setiap dari mereka memiliki kekuatan melebihi penguasa utara."


"Hmm, begitu ya. Lalu apa motif penyerangan itu?"


"Soal itu belum diketahui tuan, namun ada rumor kalau baru-baru ini diarea 5 dan 4 terjadi pembantaian masal oleh seorang kelompok kecil, dan mereka telah memusnahkan sebuah kota di area tersebut.


Kemungkinan rumor itu ada hubungannya dengan penyerangan daerah timur."


"Begitu ya, sebagian besar aku mengerti. Pergilah cari tahu lebih dalam mengenai mereka," Ucap Pria tua tersebut sambil mengelus dagunya.


Setelah iblis pelayan tersebut pergi dari ruangan, pria tua tersebut mengeluarkan sebuah batu berwarna hijau sambil menyeringai.


***


Hutan perbatasan area timur dan utara.


Rain, melihat sesuatu yang memiliki aura keberadaan yang cukup kuat.


"Apa kalian berdua merasakannya?" Tanya Rain kepada Ghost dan Lilith.


"Emm, sepertinya berada tak jauh disebelah kanan," jawab Lilith, dibarengi dengan Ghost yang mengangguk.


"Kalau begitu mari kita cari tahu apa itu."


Mereka pun menuju kearah pancaran aura tersebut. Tak lama kemudian, mereka tiba tak jauh dari sumber aura.


Disana mereka bertiga melihat sebuah sarang hewan yang lumayan besar dan terbuat dari jerami.


Rain dan yang lain pun mendekati tumpukan jerami tersebut dan, tanpa basa basi langsung menebas ke arah jerami.


Klangg!


Tebasan Rain terpental kebelakang, dan menampakkan sosok yang menghuni sarang jerami tersebut.


Kokk! Kokk!


Terlihat sebuah ayam jantan hitam yang ukurannya sebesar mobil mini, dilihat secara kasat mata, ayam tersebut memiliki bulu-bulu hitam yang mengkilap dan tajam layaknya sebuah baja.


Juga paruhnya yang lebih bisa dibilang sebuah gergaji mesin yang tertancap di mulut ayam tersebut.


"Ho, jadi gergaji itu yang menahan tebasanku ya."

__ADS_1


Rain memberi aba-aba untuk tidak ikut campur pertarungannya, karena baru kali ini ia melihat sebuah beast yang mampu menahan bahkan mementalkan tebasannya di levelnya yang saat ini.


Kokk!


Woshhh!


Ayam tersebut mengepakkan sayapnya yang membuat sebuah sebuah tornado mini, tentu Rain dapat dengan mudah menahan tornado itu tanpa bergerak dari tempatnya.


"Cuma itu saja? itu hanya seperti angin segar dipagi hari." Kata Rain yang sepertinya dimengerti oleh ayam tersebut.


Tapp! Tap~~


Ayam tersebut membuat sebuah langkah yang sangat cepat hingga tak bisa dilihat oleh mata biasa.


Woshh!


Tranggg!


Ayam tersebut menyerang Rain menggunakan gergaji yang ada dimulutnya, namun Rain dengan mudahnya menahan gergaji tersebut mengenai dirinya menggunakan pedangnya.


[Giggle]


Seekor beast menyerupai ayam yang merupakan salah satu dari 9 beast agung Underworld.


Level : 108


Rank : S


Title : {Seven Underworld Beast}


Rain pun tak terkejut lagi melihat kekuatan ayam tersebut karena melihat statusnya yang memang merupakan seekor beast agung.


"Sekarang giliranku kan." Rain pun balik menyerang kepala ayam tersebut menggunakan tinjunya.


'Authority Of Strength.'


Plarr!


"Heh? langsung hancur? jadi seperti ini rasanya menjadi one punch man. Yah meskipun aku nggak botak sih," Kata Rain melihat tubuh ayam sebesar mobil yang telah tergeletak mati tanpa kepala.


[Ding, membunuh 1 dari 9 beast agung underworld, mendapatkan 500.000.000Exp]


Tak lama terdengar suara Lilith.


"Sayang, kenapa nggak kita masak aja ayamnya, kelihatannya cukup enak, melihat aura yang masih terasa dari tubuhnya."


"Oh, ide bagus."


Beberapa waktu kemudian.


"Oh, rasa dagingnya benar-benar enak, tak sia-sia usaha memasak ayam ini."

__ADS_1


"Emm, enak."


"Kamu tak makan juga Ghost?"


"Tidak tuan, saya baik-baik saja tanpa makan."


Melihat Ghost yang sepertinya tak tertarik sama sekali membuat Rain memutar mata, dan kembali menikmati daging ayam tersebut.


Sesaat Rain teringat sesuatu, dan berdiri bergegas pergi ke arah sarang ayam hitam tadi.


Benar saja, apa yang Rain duga, ada beberapa telur disana. Rain pun langsung tersenyum bahagia dan segera mendekati telur tersebut.


Setelah Rain mengambil 2 telur dari sana, ia pun kembali ke tempat Lilith.


"Lilith, apa kau mau ini?"


"Telur? telur apa itu?"


"Tentu telur ayam."


"Hmm? maksud kamu ayam itu?"


Sesaat Rain kembali teringat sesuatu.


'Tunggu, bukannya ayam itu jantan? Lalu kenapa ada telur ayam disana? Apa ayam jantan underworld bisa bertelur mandiri?'


Berbagai pertanyaan muncul di benaknya, namun Rain segera menghiraukan semua itu karena tak terlalu penting juga.


"Ahhaha, ya tak usah terlalu dipikirkan, yang penting kita nikmati sa-


Blarr!


Terjadi ledakan yang lumayan besar di tempat Rain berdiri.


Muncul sebuah ular hitam dengan corak-corak hijau dari dalam tanah langsung melahap Rain dan menelannya secara utuh.


Rain yang tertelan oleh ular yang tiba-tiba muncul itu seketika diam. Bukan karena takut namun,


'Ular? ayam? jangan-jangan ular dan ayam.'


Memikirkan hal yang tak masuk akal terjadi Rain diam sejenak hingga ia merasa sesak karena berada di dalam perut ular.


Rain pun langsung sadar dari lamunannya.


Slashh!


Crashh!


Tubuh ular tersebut langsung sobek dan dari sobekan tersebut muncul sosok Rain yang penuh dengan darah.


Bomm!

__ADS_1


Ular tersebut langsung jatuh ketanah dengan keras dan mati.


Bersambung>>


__ADS_2