Reincarnation With System

Reincarnation With System
Semi Final


__ADS_3

Beberapa saat kemudian setelah Rain mengalahkan pemuda berambut coklat, ia hanya diam melihat para peserta lain bertarung dengan pihak lawan dan tidak berniat mencampuri pertarungan mereka.


Pertarungan para peserta lain cukup sengit dikarenakan kekuatan mereka yang tidak jauh berbeda, namun terlihat bahwa peserta dari akademi Valcon sedikit lebih unggul, yah itu wajar, karena hakikatnya penyihir bertarung di jarak jauh, sedangkan para ksatria bertarung di jarak dekat, tentu saja hal ini akan membuat ksatria lebih unggul saat satu lawan satu melawan penyihir, karena para penyihir di paksa untuk bertarung di jarak dekat.


Dan benar saja beberapa saat setelah Rain melihat mereka bertarung, hanya 3 dari 9 yang berhasil mengalahkan lawannya. Mereka adalah Edward, Hera, dan Falisa. Sedangkan yang lainya telah di kalahkan oleh peserta akademi Valcon. Dan pertarungan ini menjadi empat lawan enam.


"Sayang sekali Edward, sepertinya kamu harus menyerah kali ini." Kata kapten dari akademi Valcon.


Dan pertarungan kali ini tidak satu lawan satu melainkan semua peserta langsung maju, begitu juga Rain ia langsung melesat maju ke arah dua peserta dari akademi Valcon, dan menyerang mereka menggunakan sihirnya.


'Wind Splash'


Sebuah angin berbentuk sabit langsung melesat ke arah dua peserta akademi Valcon, namun masih bisa di tahan oleh mereka, Rain pun langsung menghujani mereka menggunakan berbagai macam sihir namun hanya sihir dasar agar tidak melukai mereka secara fatal.


Seiring berjalannya waktu, pertarungan menjadi semakin panas dengan para peserta dari masing-masing akademi saling menyerang satu sama lain.


Rain dengan mudah menghindari serangan dari para peserta akademi Valcon meskipun banyak serangan yang mengarah padanya, tentunya hal tersebut dikarenakan skill miliknya yaitu Acceleration yang membuat pergerakan Rain menjadi lebih cepat, serta ia juga bisa melihat dengan jelas serangan yang mengarah padanya karena skill tersebut juga memiliki efek memperlambat waktu.


Saat Rain mengalihkan perhatian lawan, Edward dan dua orang lainnya pun tidak menyia-nyiakan momen yang dibuat oleh Rain, mereka langsung mengeluarkan sihir terbaik mereka.


"Thunder Falls!"


"Mini Tornado!"


"Thousand Crow!"


Rain yang mengetahui hal otu pun langsung mundur kebelakang. Benar saja langit tiba-tiba menjadi gelap dan runtutan petir menyambar ke tempat para lawan berada. Selain itu ada sebuah tornado kecil yang dikelilingi ratusan burung gagak api yang juga mengarah ke pihak lawan.


Blarrr!


Blarr!


Whoss!


"Hahh..hahh, jika ini belum cukup maka tamatlah kita, aku sudah menggunakan seluruh mana ku untuk serangan ini," Kata Edward dengan wajah yang tampak kelelahan. Falisa dan Hera juga terlihat sudah kelelahan usai mengeluarkan serangan terbaik mereka.


Beberapa saat kemudian, langit kembali cerah dan sihir mereka juga sudah menghilang.


Di sana terlihat para peserta dari akademi Valcon telah tumbang, bahkan senjata mereka mengalami banyak kerusakan. Namun diantara mereka semua, masih ada satu peserta yang masih berdiri, meskipun ia juga mengalami luka di bahu kirinya.


Dia adalah kapten dari akademi Valcon, ia berhasil bertahan dari serangan meskipun perisainya harus hancur karena itu.


Tubuhnya terlihat gemetar, bukan karena takut namun ia begitu karena sangat marah, ia enggan kalah untuk yang kedua kalinya oleh akademi Ethiopia.


"Edward!!" Bentaknya sambil berlari ke depan bersiap menebaskan pedangnya.


Namun.


Bukk!


Rain memukul tengkuknya yang membuat dia jatuh dan kehilangan kesadaran.


"Tenanglah kapten, kan masih ada aku." Kata Rain melihat wajah Edward yang terlihat panik.


Dan untuk yang kedua kalinya akademi Ethiopia berhasil menjatuhkan akademi Valcon dan mengamankan posisinya di semi final.


***

__ADS_1


Dua hari kemudian.


Terlihat Rain yang sedang merapihkan rambutnya di depan kaca. Ia hari ini akan pergi ke Colloseum kembali untuk bertanding di babak semi final.


Dua hari sebelumnya, tepatnya setelah pertandingan Rain beberapa akademi juga bertanding, dan hasilnya ada empat akademi yang masuk ke babak semi final yaitu akademi Blue Dragon, akademi Ethiopia, akademi Ghana, dan akademi Silver Fang.


Diantara ke 4 akademi, hanya akademi Ethiopia yang merupakan akademi sihir, tiga akademi lainya adalah akademi ksatria.


Dan hari ini adalah pertandingan antara akademi Ethiopia melawan akademi Ghana, sedangkan pertandingan kedua akademi Blue Dragon melawan akademi Silver Fang. Dan akademi yang menang akan maju ke babak final.


Rain dan rombongan dari akademi Ethiopia pun segera bergegas menuju ke Colloseum.


Sesampainya di Colloseum mereka duduk di ruang tunggu peserta, sambil menunggu mereka bertanding.


Tak lama, pembawa acara kembali membuka pertandingan seperti biasanya, dan setelah ia mengumumkan akademi Ethiopia melawan akademi Ghana, Rain dan peserta lainya pun segera masuk ke arena.


"Huhh, akhirnya mulai juga, aku sudah bosan menunggu," Kata salah satu peserta.


Sejujurnya Rain juga merasa begitu, ia bosan sedari tadi mendengarkan pembawa acara. Ia ingin dengan cepat menyelesaikan pertandingan hari ini. Toh juga kali ini tidak ada satu lawan satu seperti kemarin, jadi ia bisa mengalahkan banyak peserta sekaligus.


Setelah memasuki arena mereka saling berhadapan seperti biasa, dan wasit pun segera memulai pertandingan.


Sesaat setelah pertandingan dimulai, para peserta akademi Ghana dengan cepat langsung maju ke arah mereka, dan peserta akademi Ethiopia menggunakan sihir pelindung untuk melindungi diri mereka, namun berbeda dengan mereka Rain malah kembali menerjang para peserta akademi Ghana.


'Wind Blaster'


Sebuah angin berkumpul menjadi seperti bola basket, dan melesat dengan sangat cepat layaknya meriam menuju ke arah peserta akademi Ghana.


Blass!


Tiga orang dari akademi Ghana terpental beberapa meter akibat menahan serangan Rain. Namun tidak mengalami luka serius.


Wushh!


Wushh!


Wushh!


Rain yang melihat banyak serangan mengarah padanya, ia pun menundukkan badannya, dan beberapa bilah pedang terayun namun hanya menebas udara kosong.


Rain yang telah menghindari semua serangan itu melancarkan serangan balasan.


'Earth Spike'


Muncul beberapa tanah runcing dari dalam tanah dan berhasil menusuk beberapa bagian tubuh peserta akademi Ghana.


Setelah melancarkan serangan, ia pun mundur ke belakang dan peserta akademi Ethiopia yang ada di belakang pun langsung menghujani mereka dengan berbagai macam sihir.


Boomm!


Bomm!


Suara keras terdengar akibat serangan tersebut. dan terlihat separuh dari peserta akademi Ghana telah tumbang sedangkan dua dari mereka terluka di bagian paha dan perut akibat tertusuk oleh tanah runcing milik Rain.


Hal itu terjadi dalam waktu beberapa detik saja, dan detik berikutnya sorakan para penonton terdengar sampai memekakkan telinga.


"Woooohhhh, apa-apaan dengan gerakan itu, daripada penyihir, ia lebih terlihat seperti seorang Knight atau seorang Assassin."

__ADS_1


"Heyy, apa kau baru menonton akademi Ethiopia?, dari dulu ia memang sudah bertarung dengan cara seperti itu."


"Woww, benarkah hebat sekali anak itu."


Sesaat Rain langsung dihujani oleh berbagai macam pujian. Yang membuatnya sedikit terkejutnya, namun ia kembali fokus pada pertarungan.


Tersisa lima orang dari akademi Ghana, dan tiba-tiba Edward mengeluarkan sihirnya.


"Lightning Chain."


Lima peserta akademi Ghana yang berkumpul pun terjerat oleh rantai petir milik Edward. Dan Edward kembali mengeluarkan sihirnya.


"Lightning Strike."


Darr!!


Sebuah petir langsung menyambar kelima peserta akademi Ghana secara bersamaan yang membuat mereka pingsan seketika.


"Hehehe, aku tidak akan kalah Rain." Kata Edward dengan bangga.


'Ni anak kenapa sih, lagipula sedari kapan aku menang darinya.'


Karena berhasil mengalahkan akademi Ghana maka Akademi Ethiopia pun maju ke babak Final.


Sejujurnya lawan mereka di babak Final sudah dapat dilihat, tentu saja mereka adalah akademi Blue Dragon.


Bahkan diantara penonton pertandingan Akademi Blue Dragon melawan Akademi Silver Fang, mungkin tidak ada orang yang percaya bahwa akademi Silver fang bisa mengalahkan akademi Blue Dragon.


Saat pertandingan antara Blue Dragon melawan Silver Fang, seluruh penonton bersorak untuk akademi Blue Dragon, bahkan sebelum pertandingan dimulai.


Dan begitu pertandingan dimulai, para peserta dari akademi Silver Fang tidak maju untuk menyerang, dan malah memasang formasi bertahan.


"Ho, kalian sedikit pintar ternyata, Kapten biarkan aku yang mengurusnya, kalian diam saja tak perlu ikut campur," Kata Pria berambut merah yang dulu pernah Rain lihat, pria itu bernama Rhino.


Ia pun dengan gagah maju dengan palu miliknya, berjalan ke arah para peserta akademi Silver Fang.


Rhino pun melapisi palunya dengan elemen tanah miliknya dan ia langsung melesat ke arah depan.


"Haaa!!"


Bomm~


Rhino dengan cepat mengayunkan palunya secara horizontal ke arah lawannya, dan orang yang mencoba menahan serangan tersebut langsung terpental kesamping hingga berguling-guling di tanah.


5 Menit kemudian, terlihat Rhino yang tengah berdiri sambil mencengkram kerah lawannya yang sudah babak belur dan di sekitarnya ada sembilan peserta dari akademi Silver fang yang telah kalah.


"A-aku menyerah.." Kata peserta yang di cengkram oleh Rhino dengan suara serak dan lemas.


Rhino pun pengunjung menjatuhkan peserta tersebut dan kembali ke kelompoknya.


"Aku kembali." Kata Rhino tersenyum lebar dengan cipratan darah di sekitar wajahnya.


"Cih! dasar gorila sombong," Desah salah satu peserta akademi Blue Dragon bernama Lancelot dengan lirih namun masih terdengar.


"Bilang saja kau iri Lance, Hahaha," Respon Rhino.


Dan seperti yang di duga, lawan Rain dan yang lainnya di Final nanti adalah akademi Blue Dragon.

__ADS_1


Bersambung>>


__ADS_2