
Setelah itu Rain pun bergegas ke lantai atas, dan sebelum Rain ke lantai atas, tiba-tiba muncul iblis yang menyerang Rain menggunakan sebuah pedang dengan sangat cepat.
Rain yang menyadarinya pun langsung menahan serangan tersebut menggunakan katana miliknya.
Tangg!
Brakk!
Rain terpental hingga keluar kastil namun masih berdiri tegak, saat sosok iblis tersebut muncul, Raib langsung mengetahui siapa itu karena ia pernah sekali bertarung dengannya dulu.
Ya, dia adalah Nightmare Rank 7 Evade.
Tak selesai sampai di situ saja, tiba-tiba ada sosok lagi yang menyerang Rain dari belakang yang sepertinya sudah menunggu Rain.
Slashh!
Rain menunduk menghindari tebasan tersebut, ia pun menoleh untuk melihat siapa yang menyerangnya dari belakang, dan terlihat sesosok iblis yang belum pernah ia temui sebelumnya, ia memiliki tubuh layaknya manusia namun tangan dan kakinya sangat panjang, ia juga berkulit hitam kebiruan dengan kepala yang berbentuk api berwarna campuran antara hitam dan biru tua, dan kedua tangannya adalah sebuah bilah panjang yang melengkung.
Saat Rain mengecek informasi mengenai iblis tersebut, ia adalah iblis nightmare Rank 5 Hate.
Setelah itu Rain pun melompat ke samping agar tidak di serang di dua arah. Saat itu juga Evade yang sudah di lapisi oleh aura-aura kegelapan yang menandakan kalau ia bertarung dengan serius pun melesat kedepan dan kembali menebaskan pedangnya secara Horizontal.
Bomm!
Rain hanya memiringkan badannya untuk menghindari serangan Evade, dan serangannya mengenai tanah.
Rain pun tak menyia-nyiakan momen tersebut dan langsung menusuk tubuh Evade.
Jlebb!
Katana Rain menembus tubuhnya, namun saat Rain mau menarik kembali katananya Evade mencegahnya dengan mencengkram bilah katana.
Dari atas sosok Hate sudah siap untuk menyerang, Rain pun terpaksa melepaskan katananya untuk menghindari serangan dari Hate.
Evade yang melihat Rain melepas katananya pun membuang katana yang masih berada di perutnya jauh-jauh agar Rain tak bisa mengambilnya.
'Authority Of Speed, Sonic Speed.'
Rain yang menggunakan kekuatan dewa miliknya pun dengan sangat cepat melesat ke arah pedangnya di lempar oleh Evade dan menangkapnya dalam sekejap mata.
Tak tinggal diam, Rain pun kembali melesat dengan kecepatan suaranya ke arah Evade.
__ADS_1
Slashh!
Rain berhasil memotong tangan kiri Evade.
"Heh, boleh juga kau, padahal aku menargetkan kepalamu tadi," Ucap Rain yang kembali melesat.
Woshh!
Kali ini targetnya adalah Hate yang tengah berada di atas sebuah pohon.
Tangg!!
Hate juga bisa menahan serangan Rain dengan menggunakan tangannya yang berbentuk bilah.
"Seperti yang diharapkan oleh Nightmare berperingkat."
'Authority Of Strength.'
Rain pun membatalkan Authority Of Speed dan menggantinya dengan kekuatan. Kelemahan Authority milik Rain adalah ia tak bisa menggunakan 2 Authority secara bersamaan, jadi jika ingin menggunakan Authority lain ia harus membatalkan Authority yang sedang ia gunakan. Meskipun kelemahan itu hanya sementara.
Rain yang merubah kecepatan menjadi kekuatan pun menebas Hate secara bertubi-tubi dan setelah belasan tebasan.
Takk!
Ia hanya memiliki kecepatan dan tak memiliki senjata untuk menyerang. Rain pun menusukkan katananya ke jantung Hate.
Jlebb!
Hate pun meronta-ronta dan tak lama kemudian ia mati. Kemudian Rain memandang Evade yang tengah melihat tangannya yang putus.
Semenjak ia menjadi Nightmare tingkat atas, bahkan setelah beberapa ratus tahun berlalu tak ada yang berhasil melukainya secara Fatal, bahkan ia sama sekali tak berpikir kalau ia akan kehilangan salah satu lengan.
Ia pun terlihat sangat marah, dan memandang ke arah Rain. Dan ia pun menggunakan kemampuannya untuk mencegah seseorang untuk menggunakan sihir atau sebagainya.
"Oh, ini kemampuan mu yang dulu ya."
Rain pun turun dari atas pohon dan berjalan mendekati Evade. Saat jarak mereka sudah dekat, Evade menyiapkan kuda-kudanya.
"Ho, kamu mau pertarungan full di jarak dekat ya."
"Ya, bertarunglah dengan terhormat, kita buktikan siapa yang terkuat."
Walaupun Rain masih bisa menggunakan Authority-nya karena itu bukan termasuk sihir ataupun menggunakan mana, Authority adalah sebuah skill yang menggunakan kekuatan mental untuk mempertahankan skillnya.
__ADS_1
Namun Rain tetap menuruti kemauan Evade dengan bertarung hanya dengan kekuatan fisik dan ia juga memasang kuda-kuda bertarung.
Detik berikutnya, kedua pihak menghilang dan muncul kembali saat saling mengadu serangan.
"Arrggggggg." Teriak Evade saat mengadu pedang dengan Rain.
Sedangkan Rain tampak biasa-biasa saja dengan ekspresi tenangnya.
15 berlalu dan mereka berdua masih mengadu pedang. Sesaat kemudian terlihat retakan di pedang Evade dan semakin lama semakin besar.
"Heh, sepertinya kali ini aku menang."
Rain pun menekan pedangnya lebih keras hingga pedang Evade hancur menembus hingga menebas kepalanya.
Slashh!
Bukk!
Kepala Evade terpenggal dan jatuh ke tanah.
Lumayan, sekarang mari kita cari 2 iblis yang menyerang keluargaku malam itu.
Saat Rain kembali ke kastil, ia terkejut karena melihat kepala wanita yang telah terpenggal, dan juga semua bagian tubuhnya di pisahkan seperti sebuah lego.
Tangan, kaki, organ-organ, daging, dan tulang semua sudah di pisah-pisah, benar-benar mengerikan hingga Rain sedikit mual melihatnya, dan saat Rain melihat siapa yang melakukan itu adalah Lilith.
"H-hey, Lilith s-siapa ini?"
"Oh, sayang? kamu sudah selesai? aku tadi melihat wanita iblis ini tengah bersembunyi dan secara diam-diam membuat sebuah mantra yang cukup besar, mungkin cukup untuk menghancurkan seluruh kastil, jadi aku menangkapnya dan sedikit memberinya pelajaran agar tak mengganggumu." Kata Lilith tersenyum lebar dengan beberapa cipratan darah di wajahnya membuat senyuman itu bukannya terlihat manis malah terlihat mengerikan.
"S-sedikit?" Kata Rain sambil melihat bagian-bagian tubuh yang sudah di pisah-pisah layaknya lego.
Lilith hanya mengangguk sambil tersenyum.
Saat Rain melihat kepala iblis tersebut, ia terkejut karena ia adalah salah satu iblis yang ikut menyerang keluarganya malam itu.
Saat Rain melihat hal tersebut, rasa kasihan Rain langsung hilang dan berubah menjadi rasa puas. Syukurlah Lilith membunuh wanita tersebut dengan sangat kejam.
"Kerja bagus Lilith." Kata Rain tersenyum hangat sambil mengelus kepala Lilith.
"I-iya, makasih." Kata Lilith sambil menundukkan kepalanya karena tersipu malu.
Melihat Rain mengelus kepala Lilith, Freya dan Ghost yang tak tau apa-apa mengenai pemikiran Rain pun melihat Rain sebagai sosok yang memiliki sifat kejam atau Psikopat. Mereka sudah tahu kalau Lilith memang memiliki sifat sadis semacam itu, namun mereka tak mengira kalau Rain juga memiliki sifat serupa.
__ADS_1
Bersambung>>