
Ketika Rain dan yang lainnya sedang, beristirahat sejenak untuk memulihkan energi sehabis pertarungan.
Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir hitam dengan ukiran-ukiran aneh yang cukup besar, tak jauh dari mereka.
Rain, Lilith dan Ghost yang melihat hal tersebut pun langsung berdiri waspada.
Tak lama, muncul 6 sosok bersayap dari lingkaran tersebut. Masing-masing dari mereka memiliki rambut putih juga hao(lingkaran emas diatas kepala) diatas kepala mereka.
Lalu salah satu dari sosok yang membawa sebuah pedang mendekat ke arah Rain.
"Hmm? Jadi kalian yang menyebabkan semua ini?"
"Siapa kau!?" Tanya Ghost waspada.
"Aku? Perkenalkan aku adalah The Fallen Angel, Araqiel. Juga di belakangku ada rekan-rekanku, Samyaza, Kokabiel, Tamiel, Ramiel, dan Gadrel.
Senang bertemu dengan kalian, namun sayangnya kita harus berpisah begitu cepat. Karena aku akan memusnahkan kalian dari Underworld ini sesuai perintah pemimpin kami Azazel, yang langsung dari Raja iblis agung Aztaroth."
"Fallen Angel? Lilith, Ghost bersiap bertarung habis-habisan. Lawan kita saat ini bukan lagi kroco seperti lawan kita sebelumnya di Underworld."
Setelah Rain mengatakan hal tersebut, raut muka Lilith dan Ghost menjadi serius. Apalagi sekarang keadaan mereka tidak dalam kondisi prima, jelas pertarungan tidak akan semulus itu.
Sesaat, keenam fallen angel yang berada tak jauh di depan Rain menghilang, dan detik berikutnya muncul kembali mengepung melingkari Rain dan yang lainnya.
Para fallen angel kemudian mengangkat senjata mereka masing-masing, dan mengayunkannya kearah Rain dan rekannya.
"Purgatory!"
Wungg!
Dari langit turun sebuah laser cahaya yang sangat besar jatuh mengarah ke arah Rain.
Blarrr!
Asap dan debu memenuhi udara hingga menghalangi pengelihatan. Dan saat debu sudah mulai hilang, tampak sebuah cekungan besar tercipta karena serangan dahsyat tersebut.
Namun ditengah-tengah cekungan, ada sebuah lingkaran berbentuk bola merah darah. Dan tak lama kemudian bola tersebut menghilang dan terlihat sosok Lilith menciptakan bola tersebut untuk menghalau serangan.
Sesaat setelah bola menghilang sosok Rain sudah siap untuk melesat menyerang para fallen angel, begitu juga Ghost.
Whoshh!
Rain dan Ghost dengan cepat melesat kearah fallen angel dengan membawa senjatanya masing-masing.
Rain dengan senjatanya yaitu muramasa yang dilapisi oleh elemen cahaya membuatnya terlihat seperti pedang cahaya yang bersinar terang.
Saat Rain berada didepan salah satu fallen angel yaitu Araqiel, ia langsung menebaskan ketananya kearah leher malaikat tersebut.
Tangg!
Saat pedang Rain menyentuh leher Araqiel, katananya malah terpental kebelakang. Araqiel pun menyeringai dan dengan cepat langsung menebaskan pedangnya ke arah Rain.
Slashh!
Dada Rain tertebas oleh pedang Araqiel dengan cukup dalam, dan Rain pun langsung mundur menjauh dari Araqiel.
'Cih, apa-apaan itu? kenapa aku tak bisa menyerangnya?'
__ADS_1
"Ultra Regeneration."
Luka tebasan yang ada didada Rain pun seketika tertutup dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata. Dan beberapa saat kemudian tertutup sempurna seperti tak pernah ada luka disana.
"Hahahah~ Kau pasti bercanda mencoba menyerang malaikat yang diberkati oleh cahaya dengan elemen cahaya.
Meskipun kami telah jatuh dalam kegelapan, namun trait dari ras kami akan tetap utuh, dan takkan pernah hilang."
"Trait apa itu system?"
[Ding, Beberapa malaikat memang memiliki trait spesial yang mereka peroleh sejak lahir. Trait yang mereka peroleh adalah Light Protection, yang memiliki efek meminimalisir efek serangan kegelapan, juga memiliki kekebalan terhadap elemen cahaya tak mutlaq]
"He, kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"
[Ding, karena tuan tak bertanya]
"..."
Wungg!
Perhatian Rain kembali tertuju pada beberapa fallen angel yang melesat kearahnya.
"Cih kalau tak bisa menggunakan cahaya atau pun kegelapan, tinggal menggunakan yang lain saja kan!"
Blarr!
Katana milik Rain yang tadinya bercahaya, api hitam mulai merayap melahap habis cahaya yang melapisinya.
Seketika para malaikat jatuh tersebut reflek mundur karena merasakan ancaman dari api hitam yang berkobar dikatana Rain.
"Heh, kenapa pada mundur? kalian para malaikat agung takut dengan api kecil seperti ini? ME-MA-LU-KAN!" Ucap Rain memprovokasi para fallen angel.
Benar saja, para fallen angel tersebut dengan mudahnya terprovokasi dan menyerang dengan ganas kearah Rain.
Wungg!
Klangg! Klangg! Klangg!
Rain dengan sigap menangkis serangan beruntun fallen angel.
'Cih, mereka cepat dan kompak sekali, sepertinya mau tak mau aku harus menggunakan authority yang melelahkan.' Pikir Rain melihat kerja sama dan kecepatan para fallen angel yang mendekati kecepatan suara.
Blarr!
Rain menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras hingga menimbulkan earthquake yang menyebabkan para fallen angel harus mundur sejenak.
Saat para fallen angel mundur, Rain langsung menggunakan authority nya.
"Authority Of Fire, God Fire Body."
Wushh!
Tubuh Rain langsung diliputi oleh api hitam yang mirip seperti yang ada di pedangnya, Hawa panas menyengat di udara, oksigen diudara semakin tipis, bahkan tanah yang menjadi pijakan Rain pun meleleh karena panas tersebut.
Mata Rain berubah menjadi hitam seluruhnya dengan corak merah ditengah mata yang membentuk seperti tanda plus(+).
Menjadikannya terlihat seperti sosok dewa api yang tengah murka.
__ADS_1
Fallen angel yang melihat hal tersebut langsung melesat ke arah Rain bermaksud mencegah transformasinya terganggu.
Namun mereka salah, Rain sudah sangat siap untuk bertempur sekarang.
"Kemari kalian, akan ku jadikan kalian burung bakar."
Wushh!
Rain juga menerjang ke arah para fallen angel, dan mereka pun bentrok.
Rain mengayunkan pedang apinya kearah 4 fallen angel didepannya, begitu juga keempat fallen angel yang bersatu menyatukan serangan kearah Rain.
Tranggg!
Serangan kedua belah pihak terpental kebelakang, namun terlihat Rain masih mengungguli mereka.
Rain pun memutar badannya dan menebaskan pedangnya secara horizontal kearah salah satu fallen angel.
Klangg! Takk! Srashh!
Sesaat serangan Rain berhasil ditangkis, namun senjata milik fallen angel tersebut malah patah dan mengakibatkan kedua tangannya terputus oleh tebasan Rain.
"Arrggggh!"
Fallen angel yang lain pun langsung mengcover Ramiel, fallen angel yang ditebas oleh Rain.
Tamiel yang melihat kembarannya kehilangan kedua tangannya karena Rain pun menjadi semakin marah.
Wushh! Wushh! Wushh!
Rain menghindari beberapa tebasan yang dilancarkan oleh fallen angel.
Araqiel yang melihat Rain menghindari semua serangan mereka pun menjadi geram.
"Dasar pengecut yang bisanya hanya menghindar!
Rasakan ini, Pearcing Blaster!" Kata Araqiel sambil menusuk-nusuk pedangnya ke udara.
Dari setiap tusukan pedang Araqiel muncul sebuah laser cahaya kecil yang melesat ke arah Rain dengan sangat cepat.
Plarr! Plarr! Plarr!
Dada, paha, dan bahu Rain langsung berlubang karena terkena serangan Araqiel.
Rain pun berlutut sejenak karena pahanya berlubang.
Terlihat tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang dibuat oleh Araqiel, Tamiel yang sedang dipuncak amarah pun langsung melesat dengan cepat kearah Rain sambil menusukkan tombaknya.
"Raise Of Light Dragon!"
Dari tombaknya muncul siluet naga cahaya yang membuka mulutnya melesat menuju kearah Rain untuk melahapnya.
"Cih, Great Black Fire Wall."
Blarrrr!
Ledakan kuat terjadi karena serangan tersebut, yang mengakibatkan tanah sedikit berguncang.
__ADS_1
Saat asap diarea ledakan mulai menghilang, tampak sosok Rain yang berdiri tegak, dengan raut muka serius.
Bersambung>>