Reincarnation With System

Reincarnation With System
Bertemu


__ADS_3

Setelah urusan Rain di desa telah selesai, ia pun pergi ke arah kota Valletta berada untuk mencari adiknya yaitu Cristina.


Dengan cepat Rain terbang kesana. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan gerbang kota Valletta. Terlihat kota masih berdiri kokoh, namun tembok pelindung kota mengalami kerusakan yang cukup parah.


Rain pun segera mendarat dan menuju gerbang untuk memasuki kota. Dan saat Rain ingin masuk, ia dicegah oleh penjaga di sana.


"Jika tuan mau masuk, tuan diharuskan membayar biaya masuk sebesar 10 coper perorangnya," Kata penjaga tersebut dengan sopan.


Rain yang tidak memiliki uang sama sekali mencoba untuk menukarkan barang lain.


"Emm, aku tidak memiliki uang, bisakah aku menukarnya menggunakan cristal ini?" Kata Rain sambil mengeluarkan inti core monster yang ia dapatkan dari neraka.


"Cristal? Ehh, bukannya ini core rank A?"


"Yah, sepertinya begitu, apa aku boleh menukarnya untuk memasuki kota?" Kata Rain yang tak mempedulikan Core tersebut, toh ia memiliki banyak Core seperti itu.


"T-tapi tuan, benda ini jauh lebih berharga, mungkin jika di jual akan laku beberapa keping emas."


"Sudahlah, aku hanya ingin masuk ke kota, tak masalah kan, dan core itu anggap saja aku memberikannya padamu, karena kau berkerja cukup baik dan menghormati pengunjung."


Rain pun langsung bergegas masuk ke dalam kota, dan menuju ke akademi sihir Ethiopia yang terlihat masih kokoh berdiri di tengah kota.


Dan saat Rain berada di sana, suasana akademi terlihat sangat sepi. Rain pun masuk lebih dalam ke akademi. Sesaat kemudian, ia bertemu dengan Bu Ella.


"Bu Ella!"


"Hmm? siapa kamu?"


"Ini aku, Rain."


"Ehhh, kamu Rain? kamu selamat saat penyerangan tiga tahun yang lalu?"


"Ya, aku terluka parah, namun masih bisa selamat dari kejadian waktu itu."


"Sulit dipercaya kamu masih selamat, namun apa yang terjadi padamu? seharusnya kau masih berumur 15 tahun sekarang, tapi kenapa penampilanmu sudah seperti kamu berusia 18 tahun keatas?"


"Yah, itu cerita yang panjang. Ngomong-ngomong aku kesini untuk mencari adikku Cristina, apa dia berada di sini?"


"Hahh, baiklah kalau kau tak mau mengatakannya, Adikmu ada di rumahku."


"Rumah?"


"Ya, saat terjadi kekacauan dimana-mana semua murid yang ada di akademi ini semuanya pulang ke keluarganya masing-masing. Adikmu yang mengetahui kalau keluarganya telah tiada pun shock berat, aku pun merawatnya dan setelah satu tahun ia sedikit mulai bisa menerima kenyataan dan aku mengadopsinya sebagai anak."


"Ehh, anak?"


"Ya, itu karena dulu aku adalah teman dekat ayahmu, namun ia malah menikahi ibumu jadi aku tak pernah bertemu dengannya lagi sejak saat itu...


Hahh lupakan, intinya aku hanya melakukan hal ini karena ayahmu adalah sahabat baikku dulu."


'Sepertinya aku tahu apa yang terjadi antara dirinya dengan ayah'


"Ya baiklah, jadi apakah aku harus memanggilmu ibu?"


"Aku hanya mengadopsi Cristina kamu tak perlu dan tak berhak untuk memanggilku seperti itu."

__ADS_1


"Kalau begitu bisakah aku bertemu dengan Cristina?"


"Hahh, baiklah ikuti aku."


Beberapa saat kemudian, Rain sampai di rumah yang cukup besar, dan rumah tersebut milik Bu Ella tentunya.


"Masuklah."


Rain pun masuk ke dalam, bersama Ghost dan Freya juga, lalu bu Ella pun mengantarkan mereka ke kamar Cristina.


Saat berada di pintu kamar milik Cristina, Rain menyuruh Ghost dan Freya untuk menunggu di luar sedangkan dirinya akan masuk sendiri.


Saat Rain masuk ke dalam kamar, terlihat sosok Cristina yang sedang membaca buku dimeja belajar.


"Cristina..."


Rain memanggil Cristina dari belakang, dan Cristina pun menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"K-kakak? Apa kau kak Rain?"


"Emm, aku Rain."


Mendengar pernyataan Rain barusan, Cristina langsung menangis dan berlari memeluk Rain.


"Hiks-Hiks, aku dengar kakak telah..."


"Nggak kok, ini kakak masih ada di depanmu."


Setelah beberapa saat, Christina mulai tenang kembali dan ia pun melepas pelukannya.


"Hahaha, tentu saja, kakak juga senang masih bisa bertemu adik kakak."


Setelah itu Cristina pun menceritakan banyak hal mengenai dirinya dari tiga tahun yang lalu.


Hingga satu jam berlalu.


"Sekarang aku cuma punya kakak sama bu Ella."


"Nggak kok masih ada satu orang lagi."


"Siapa? Apa itu istri kakak?"


"Ehh, tentu saja tidak, apa kamu melupakan kak Pricilia?"


"T-tentu saja tidak, tapi sejak dulu kak Pricilia kan di culik oleh iblis."


"Kamu tenang saja, aku akan menyelamatkan kak Pricilia dan membawanya kemari."


"Ehh, kakak mau pergi?"


"Ya, tapi kakak bakal balik lagi kok setelah menyelamatkan kak Pricilia tenang saja."


"T-tapi aku dengar dari ayah iblis yang menculik kak Pricilia itu kuat hingga bisa menyamai kekuatan ayah, bagaimana kakak yang masih umur 15 Tahun mengalahkan iblis itu."


Rain tersenyum.

__ADS_1


"Kamu tenang saja kakakmu ini kuat kok."


"Oh iya, kakak mau memberikan sebuah hadiah buat kamu mengingat sudah lama kita tak bertemu."


"Ehh, hadiah?"


"Emm, liat ini." Rain mengeluarkan sebuah Cristal Core seukuran bola basket yang berwarna hitam dari inventory-nya.


"Benda apa ini?"


"Masa kamu nggak tahu?"


"Apakah ini Core?"


"Yap, benar ini sebuah Core dari seekor monster yang kakak bunuh."


"Sebesar ini? Monster macam apa yang kamu bunuh kak?"


"Yah, pemilik core ini adalah monster terkuat yang pernah kakak lawan sejauh ini."


'Tentu saja, core itu milik monster tier SS,' Batin Rain.


"Ehh, kalau begitu bukannya lebih baik kakak simpan untuk diri sendiri saja?"


"Itu sudah tak berguna untuk kakak, kamu serao saja untuk meningkatkan kekuatanmu."


Cristina pun menerima core tersebut dengan senang hati. Rain juga memberinya sebuah kalung. Rain berkata jika dirinya berada dalam bahaya maka masukkan saja mana kedalam kalung itu maka Rain akan segera datang.


Setelah itu Rain pun bilang ke Cristina kalau dirinya akan langsung pergi, awalnya Cristina tak ingin berpisah dengan Rain karena baru saja bertemu, namun karena Cristina tahu kakaknya sedang buru-buru untuk menyelamatkan Pricilia, ia pun mengalah.


Rain pun berpamitan kepada bu Ella dan pergi meninggalkan kota, dan menuju ke markas Warrior Of Justice untuk mencari informasi mengenai keberadaan Nightmare.


Ia sudah cukup puas melihat kalau adiknya baik-baik saja. Jadi ia memutuskan untuk mempercepat rencananya untuk pergi membantai para Nightmare yang mengacaukan keluarganya.


1 Jam setelah Rain pergi dari kota, akhirnya ia pun sampai di markas dari Warrior Of Justice.


Markas dari WOJ ini cukup jauh karena berada di perbatasan antara berbagai kerajaan di benua ini. Jadi Rain harus menempuh perjalanan jauh.


Dan ketika sampai di sana, ia melihat markas Warrior Of Justice yang sangat besar, mungkin setara dengan Kota kecil.


Saat Rain masuk ke dalam, ia diberhentikan untuk melakukan pengecekan, setelah dilakukan berbagai pengecekan dan tak ada yang mencurigakan ia pun diperbolehkan masuk ke dalam.


Saat sudah masuk ke dalam ia cukup terkejut, karena mayoritas orang yang berada di sini telah mencapai Rank A keatas, bahkan tak jarang ada seorang Rank S diantara mereka.


Jika biasanya seorang Rank S menjadi jendral dari sebuah kerajaan, disini Rank S hanya menjadi ketua tim atau party.


"Sepertinya benar tentang rumor kalau ribuan orang Rank S dari berbagai kerajaan berkumpul di sini.


Kalau begitu kenapa ada rumor kalau mereka sedang bertarung dengan kelompok iblis, padahal mereka memiliki kekuatan sebesar ini seharusnya dengan mudah mengalahkan mereka."


[Ding, itu karena faktor genetik tuan, genetik dari manusia lebih lemah dari iblis, itu lah kenapa jika seorang manusia Rank S bertarung dengan seorang iblis di Rank yang sama, pemenangnya sudah pasti Iblis.


Contohnya saja saat masih bayi, kekuatan dari bayi iblis, beast, monster itu jauh lebih kuat dari pada bayi manusia, begitu juga saat mereka dewasa, perbedaan kekuatan dari segi genetik itu masih ada]


'Ah benar juga, sesaat aku melupakan hal itu.'

__ADS_1


Bersambung>>


__ADS_2