Reincarnation With System

Reincarnation With System
Babak Kedua


__ADS_3

Tak lama, peserta dari masing-masing tim pun masuk ke dalam arena bertarung.


"Baiklah, langsung saja kita mulai pertandingan antara akademi Blue Dragon melawan akademi Red Bull."


Setelah itu masing-masing peserta pun bersiap untuk bertempur, dan wasit pun menghitung mundur sebagai tanda dimulainya pertarungan.


"Tiga...Dua...Satu...Mulai."


Begitu dimulai, peserta akademi Red Bull langsung melesat ke depan untuk menyerang peserta dari akademi Blue Dragon


Namun anehnya, para peserta dari akademi Blue Dragon sama sekali tidak bergerak, sampai beberapa saat.


"Biar aku saja yang mengurus mereka," Kata salah satu peserta akademi Blue Dragon berambut pendek berwarna merah yang disisir kesamping. Ia memiliki tubuh besar dan kekar dengan tinggi 200cm, dan ia membawa sebuah Palu perang sebagai senjatanya.


"Aku juga akan maju," Sahut pemuda berambut Hitam panjang bergelombang yang membawa sebuah pedang anggar. Dengan tubuh ramping yang terlihat gesit.


"Selesaikan dengan cepat Rhino, Lancelot," Kata Seorang pria tampan berambut pirang panjang yang di ikat kebelakang. Ia merupakan kapten dari peserta akademi Blue Dragon.


Mereka berdua pun langsung maju menghadang para peserta dari akademi Red Bull, sedangkan peserta yang lain tetap diam dan hanya menonton.


Pria berambut merah yang bernama Rhino pun langsung melapisi palu miliknya dengan elemen tanah, sehingga palu miliknya menjadi cukup besar.


Ia pun langsung melompat ke arah lawannya dan ketika hampir mendarat di tengah-tengah peserta Red Bull, ia langsung menghentakkan palu miliknya ke tanah.


"MATI KALIAN SEMUA!!"


Boomm!!


Hentakan dari palu besar milik Rhino menyebabkan sebuah gelombang angin yang mementalkan para peserta akademi Red Bull sehingga mereka yang awalnya berkumpul menjadi terpencar.


Pria berambut hitam yang bernama Lancelot pun tidak tinggal diam, ia langsung menghampiri kapten peserta dari akademi Red Bull, karena dia yang terlihat paling kuat diantara peserta yang lain.


Lancelot pun langsung melapisi Anggar miliknya dengan elemen angin, dan menusukkannya ke arah kapten dari akademi Red Bull.


"Spining Wind Stab."


Dia menusuknya dari jarak 2 meter dari target, dan sebuah angin runcing yang berputar-putar tercipta karena serangan tersebut, dan melesat menuju ke arah kapten akademi Red Bull.


Seketika kapten akademi Red Bull juga tidak tinggal diam ia langsung menangkis serangan tersebut dengan Heavy Sword miliknya yang di lapisi oleh api.


Kapten akademi Red Bull pun langsung melesat menuju ke arah Lancelot, dan menebaskan pedangnya secara horizontal.

__ADS_1


Lancelot menghindari serangan tersebut dengan menundukkan badannya, dan dari posisi menunduk, dari bawah Lancelot menusukkan Anggarnya yang di lapisi angin ke perut lawannya.


Blasss!!


Kapten dari akademi Red Bull pun langsung terpental ke belakang dengan bajunya yang sudah berlubang di bagian perut, lalu ia memuntahkan seteguk darah.


Bagian pengamanan peserta pun langsung mengangkat tubuh kapten akademi Red Bull menggunakan angin dari jarak jauh, dan mengarahkannya ke bagian medis untuk segera di sembuhkan.


Setelah Lancelot mengalahkan Kapten mereka, empat peserta akademi Red Bull langsung menyerangnya, bermaksud balas dendam atas kapten mereka.


Sedangkan di bagian lain, Rhino sedang berhadapan dengan lima peserta lainnya.


"Maju kalian semua, hahahahaha."


Rhino dengan ganasnya mengayunkan palunya ke arah para lawannya. Ia menyerang lawan-lawannya dengan sangat brutal tanpa mempedulikan tubuhnya.


Berbeda dengan Lancelot yang menyerang, menghindar, dan menangkis dengan sangat baik.


3 Menit kemudian, semua peserta dari akademi Red Bull sudah di kalahkan oleh kedua orang itu.


Rhino mengalahkan lima orang, Lancelot juga mengalahkan lima orang. Namun keadaan mereka jauh berbeda. Lancelot sama sekali tidak mengalami luka sedikitpun.


Sedangkan Rhino penuh dengan bekas tebasan dan pukulan, namun luka-luka itu tidak benar-benar melukainya karena ia memiliki tubuh yang punya resistensi tinggi terhadap serangan. Diantara para peserta dari akademi Blue Dragon, Rhino lah yang memiliki tubuh paling kuat.


"Mengejutkan sekali, meskipun mereka adalah peserta dari akademi Blue Dragon, namun tetap saja mengejutkan karena mereka berhasil mengalahkan lawannya hanya dengan dua orang saja.


Dan pemenang pertandingan pertama pada hari ini adalah Akademi Ksatria Blue Dragon dengan kemenangan mutlak tanpa seorang pun yang tereliminasi."


Para penonton pun langsung bersorak ramai kepada para peserta akademi Blue Dragon.


Rain yang melihat para peserta Blue Dragon pun juga cukup terkejut, pasalnya mereka semua telah mencapai Circle 2 menengah, namun ada seorang yang bahkan hampir menembus Circle 2 akhir, dan orang tersebut adalah ketua dari para peserta akademi Blue Dragon.


'Lumayan juga mereka, yahh meskipun hasilnya tidak akan terlalu berbeda.' batin Rain sambil melihat para peserta Blue Dragon dari ruang peserta.


Beberapa saat kemudian, terdengar kembali suara pembawa acara.


"Baiklah mari kita lanjutkan pertandingan babak ke dua pada hari ini antara akademi sihir Ethiopia melawan akademi ksatria Valcon.


Seperti yang kita tahu, dari turnamen tahun lalu kedua tim ini adalah seorang rival dengan akademi Ethiopia berada di peringkat kedua sedangkan akademi Valcon di peringkat ketiga.


Dan pada hari ini, kedua tim ini akan bertanding untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Apakah akademi Ethiopia berhasil mempertahankan kedudukannya, atau akademi Valcon bisa membalikkan itu semua, kita akan lihat sebentar lagi."

__ADS_1


Setelah itu, Rain dan rekannya pun masuk kedalam arena, begitu juga para peserta dari akademi Valcon.


Saat semuanya sudah siap, wasit pun menghitung mundur sebagai tanda pertandingan dimulai.


"Tiga...Dua...Satu...Mulai."


Saat pertandingan dimulai, bukannya saling menyerang, mereka malah berpencar, dan masing-masing peserta berhadapan dengan lawan mereka.


"Ohh, ada apa ini, apakah mereka mau melakukan one on one?" Kata pembawa acara.


Yah, itu memang sudah direncanakan oleh Edward selaku kapten tim, dan begitu juga kapten dari akademi Valcon. Mereka semua benar-benar ingin menunjukkan taring mereka satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang berada di atas dan siapa yang di bawah.


Rain yang diam di tempat pun di hampiri oleh seorang pemuda kekar berambut coklat yang membawa Heavy sword sebagai senjatanya.


"Kamu lawanku."


Rain pun tidak meresponnya dan segera memasang kuda-kudanya bersiap untuk bertarung di jarak dekat.


"Tangan kosong?, kau penyihir namun menantangku bertarung jarak dekat."


"Jangan banyak bicara, dan majulah," Sahut Rain.


"Baiklah jika itu yang kamu mau nak!!!"


Pemuda berambut coklat itu langsung mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah Rain.


'Acceleration, Penguatan.'


Rain bukannya menghindar kebelakang, ia malah menerjang ke depan karena saat pemuda berambut coklat mengayunkan pedangnya secara vertikal tubuh nya terbuka tanpa pertahanan.


Rain pun langsung melesat maju dan menendang ulu hati pemuda rambut coklat dengan keras sampai terdengar suara yang cukup keras.


Buukkk!!


"Ughhkk." Pemuda rambut coklat tersebut langsung terpental ke belakang dan pedangnya terlepas dari tangannya.


"Kamu melepas pedangmu?"


"SIALAN!" Dengan dada yang masih sesak karena ditendang oleh Rain, ia maju dengan tangan kosong, dan melancarkan pukulan kearah Rain.


Rain menunduk dan dengan mudah ia menghindari pukulan tersebut. Rain pun menyerang balik dengan posisi menunduk ia langsung melancarkan pukulan Upper Cut, dan dengan telak mengenai dagu pria berambut coklat yang membuatnya seketika kehilangan kesadaran.

__ADS_1


"Huhh, apa yang susah dari menghadapai cecunguk semacam ini?"


Bersambung>>


__ADS_2