
Setelah itu, Rain pun segera kembali ke kelas dan tidur. Ia tidak ingin melihat pertarungan siswa yang lain, karena ia merasa itu cukup membosankan, dan lebih baik kalau ia tidur di kelas.
Rain tidur hingga waktu pulang akademi tiba, ia pun segera pergi dari akademi bersama Haris, dan menuju ke asramanya.
Sesampainya mereka di asrama, ia pun segera menuju ke kamarnya dan beraktifitas seperti biasa.
Keesokan paginya, Rain terlihat sedang berkaca sambil mengenakan jas khusus anggota komite yang berwarna hitam, dan di belakangnya, ada Haris yang sedang menunggunya.
"Ayo Rain, kau lama sekali, seperti cewe saja," Kata Haris.
"Iya-iya, lagian ini masih pagi kan, tidak perlu terburu-buru begitu," Jawab Rain.
Tak lama kemudian, mereka pun pergi menuju ke akademi. Sesampainya di akademi, mereka melihat banyak murid sedang berkumpul di halaman akademi, dan sepertinya mereka sedang melihat papan pengumuman.
"Ada apa itu?" Kata Rain.
"Entahlah," Jawab Haris sambil mengangkat kedua bahunya.
Mereka pun segera pergi ke kerumunan untuk melihat apa yang terjadi. Dan saat mereka melihat papan pengumuman, Rain melihat daftar siswa yang akan mewakili akademi sihir untuk turnamen tahunan. Dan di daftar itu ada Nama Rain tentunya, dan beberapa nama yang Rain ketahui, seperti Edward, Falisa, dan Hera.
sembilan dari sepuluh siswa yang akan mewakili akademi, adalah siswa tahun ke empat, dan satu siswa dari tahun pertama, dan siswa itu adalah Rain.
Di kerumunan, para siswa sedang membicarakan hal tersebut, banyak yang bertanya-tanya tentang bagaimana ada anak tahun pertama bisa menjadi perwakilan akademi, dan banyak juga dari mereka yang tidak setuju dengan hal itu.
Namun Rain tidak mempedulikan hal tersebut, dan segera pergi, dan menuju ke kelasnya. Sesampainya di kelas, seperti biasa, Rain hanya tidur dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar, ia sudah beberapa kali di bangunkan, namun selalu tidur lagi, hingga guru yang mengajar di kelas pun menyerah untuk membangunkan Rain.
Dan saat waktu istirahat tiba, ia dipanggil oleh Edward untuk menuju ke ruang kepala akademi. Rain pun bertanya kenapa ia dipanggil ke ruang kepala akademi, namun Edward menggelengkan kepalanya, dan mengatakan kalau ia juga tidak tahu, namun sepertinya ada kaitannya dengan 10 anak yang mewakili turnamen tahunan.
Di ruang kepala akademi, terlihat delapan anak yang sudah berkumpul, ditambah Rain serta Edward, total ada sepuluh anak yang berada di ruangan tersebut.
"Oke, karena semuanya sudah berkumpul, ibu akan memberitahukan kenapa kalian di panggil kemari," Kata bu Ella selaku kepala akademi.
"Sebelumya ibu ucapkan selamat untuk kalian, karena sudah terpilih menjadi perwakilan akademi untuk turnamen tahunan yang akan datang.
Ibu memanggil kalian kesini, adalah untuk memberikan kalian kelonggaran waktu untuk mempersiapkan diri, serta berlatih untuk turnamen tahunan.
Jadi intinya adalah kalian selama 4 minggu ke depan, diperbolehkan untuk tidak pergi ke akademi, dengan tujuan utama yaitu untuk fokus berlatih, dan terserah kalian mau berlatih dimana, cobalah untuk berkembang sepesat mungkin dalam waktu 1 bulan ini.
__ADS_1
Jika kalian ingin berlatih di akademi, kalian akan di bimbing oleh para guru secara privat, agar hasil yang di dapat juga maksimal.
Yang paling penting kalian harus kembali saat turnamen dimulai, dan ibu tidak mentolerir adanya keterlambatan. Karena jika ada yang terlambat, maka peserta tersebut akan langsung di eliminasi, dan jika sampai itu terjadi, kalian akan tahu apa akibatnya.
Itu saja yang ingin ibu katakan, kalian sudah boleh pulang sekarang juga."
Rain yang mendengar hal tersebut pun langsung bergembira, pasalnya ia bisa pergi kemanapun yang ia mau selama satu bulan ini, ia bahkan sudah berfikir kemana ia akan pergi untuk liburan. Namun tiba-tiba suara yang tak asing terdengar di benaknya,
[Ding, misi terdeteksi
Misi : Pergi ke hutan Floris dan tingkatkan level sebanyak mungkin dalam waktu 1 bulan.
Reward : 100.000 Ps, 1 kotak bronze.
Batas waktu : 1 bulan
Jika misi diabaikan, maka semua item dan skill yang dimiliki, akan di ambil selama 1 bulan berikutnya.]
"..."
'System, kau benar-benar menyebalkan' Batin Rain.
Beberapa saat kemudian, ia pun segera pergi dari kota, dan menuju ke hutan Floris untuk menjalankan misi dari system.
Ia saat ini sedang mengenakan jubah assassin miliknya yang berwarna hitam pekat.
Ia pergi ke hutan Floris dengan jalan kaki, meskipun jarak dari kota dengan hutan sangatlah jauh, namun Rain berniat untuk menikmati perjalananya, dan tidak terburu-buru.
Di tengah-tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang pedagang laki-laki yang tampak berusia sekitar 36 tahun yang sedang menaiki kereta kuda, dan mereka sedang di hadang oleh sekelompok bandit, jumlah bandit tersebut sekitar 13 orang, dan prajurit yang bersama dengan pedagang tersebut berjumlah 5 orang.
Rain yang melihat hal itu pun langsung berteleport ke belakang kereta kuda, yang tidak di sadari oleh mereka semua.
"Cepat serahkan barang berharga yang kau punya, jika kau masih ingin hidup!" Kata salah satu Bandit.
"Bahkan jika aku harus mati, aku tidak akan memberikan sepeser pun kepada kalian," Kata Pedangan tersebut.
"Ho, begitu ya, jadi kalian mau melawan?" Kata pemimpin bandit tersebut sambil melihat ke arah para prajurit.
__ADS_1
"Apa kalian juga siap mati?, jika tidak cepat jatuhkan senjata kalian dan segera pergi dari sini," Kata ketua bandit kepada para prajurit.
Satu per satu prajurit pun menjatuhkan senjata mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" Kata pedagang tersebut.
"Maaf, tapi kami tidak ingin mati."
"Dasar orang-orang pengecut!, apakah kalian merasa pantas di sebut prajurit, jika melawan bandit saja kalian langsung menyerah?"
Para prajurit pun tak menghiraukan perkataan pedagang tersebut dan berbalik badan dan berjalan kebelakang untuk pergi.
"Hahaha, lucu sekali, sekarang tidak ada yang melindungi mu, bahkan jika seorang dewa datang untuk menolongmu, ia tidak akan bisa menghentikanku," Tawa para bandit sambil mengoceh tidak jelas.
Tiba-tiba,
Slashh!! Bukk!!
Kepala dari kelima prajurit yang melarikan diri terpisah dari tubuhnya, dan di tengah-tengah mayat para prajurit, terlihat seorang yang mengenakan jubah hitam pekat, dan sedang membawa katana.
"Siapa kau?!" Bentak ketua bandit.
"Aku?, aku adalah dewa kematian kalian" Kata Rain sambil mengaktifkan skill Fear, seketika, udara yang berada di area sekitar langsung menjadi sesak dan terasa mengerikan yang membuat para bandit membeku ketakutan seketika.
Rain pun mengaktifkan skill penguatan dan langsung berteleport ke belakang para bandit.
Slashhh!
Rain langsung menebas para bandit yang sedang membeku ketakutan dengan katana miliknya. Dan sampai menyisakan kapten para bandit itu.
"Kau, bilang apa tadi?"
"Bahkan jika seorang dewa datang, mereka tidak akan bisa mengentikanmu?
Sekarang apa?, aku sudah ada di depanmu, dan sekarang kau membeku ketakutan seperti itu?"
"M-maafkan saya," Kata bandit tersebut dengan bibir gemetar.
__ADS_1
"Heh, menjengkelkan sekali," Kata Rain yang langsung menebas kepala bandit tersebut.
>> Bersambung.