
'Tubuh Phoenix Api?, memangnya apa hubungannya dengan mereka mengincar Hera?'
[Ding, Tubuh Phoenix api adalah tubuh spesial yang jika pemilik tubuh berusia 18 tahun, maka dari dalam tubuhnya akan muncul seekor bayi phoenix api yang akan menjadi familiarnya, serta ia akan memiliki sebagian kekuatan dari Phoenix api.
Phoenix api termasuk mythical beast sangat kuat, karena Phoenix api memiliki elemen api terkuat yaitu api ilahi. Selain daya hancur yang mengerikan, api ilahi mempunyai efek regenerasi mutlak, yang membuatnya hampir abadi, namun phoenix api masih bisa di kalahkan, dengan cara menyegelnya atau membunuh pemilik dari phoenix tersebut.
Untuk tujuan para iblis mengincar Hera, system masih belum bisa memastikannya. Tapi kemungkinan besar, para iblis mengincar Hera untuk membuka segel dari para Seven Deadly Sins yang tersegel 500 tahun yang lalu, namun untuk membuka segel tersebut dibutuhkan satu lagi jenis phoenix, yaitu phoenix es.
Jadi kemungkinan besar setelah mendapatkan Hera, para iblis tersebut akan mencari pemilik tubuh Phoenix es untuk membuka segel tersebut.]
'Begitu ya.'
Secara garis besar Rain mengerti soal penjelasan dari system, intinya para iblis mengincar pemilik tubuh phoenix api dan es untuk membuka segel dari para Seven Deadly Sins.
Tiba-tiba Rain merasakan ada sesuatu yang mendekat ke arah mereka dengan sangat cepat, dan Rain langsung menduga kalau itu adalah Evade yang mengejar mereka.
"Hera!, tidak ada waktu lagi, kita harus segera pergi dari sini."
"Eh, ada apa?"
Aku merasakan kalau Iblis yang ada di Colloseum tadi sedang mengarah kemari, sepertinya mereka mengincar kamu.
"Ehh kenapa mereka mengincar aku?"
"Nanti saja aku jelaskan," Kata Rain yang langsung memegang tangan Hera dan langsung menggunakan skill teleport.
Namun saat ia mau mengaktifkan skillnya, tiba-tiba ada sebuah bola hitam yang mengelilingi mereka berdua. Dan Rain tidak dapat menggunakan sihirnya di dalam bola hitam tersebut.
"Hehehe, mau kemana kalian tikus kecil," Ujar Evade yang sudah sampai di tempat Rain berada. Semua orang di sekitar tempat itu melihat ke arah Rain serta Evade karena penasaran.
Dan Rain yang tak bisa menggunakan sihir pun sedikit merasa panik.
"Percuma saja, kau tidak akan bisa menggunakan sihirmu di dalam bola hitam milikku."
"Cih."
"Hera, cepat pergi dari sini, aku akan menahan dia."
"Ehh, bagaimana aku bisa meninggalkanmu, aku akan bertarung bersama kamu."
"Jangan keras kepala Hera!, kamu adalah orang yang sedang di incar oleh iblis itu." Kata Rain sambil mengeluarkan Void Sword Miliknya, serta langsung menggunakan Golden armor.
Tiba-tiba Evade langsung melesat ke arah Rain sambil menebaskan Pedangnya. Rain juga menebaskan pedangnya ke arah Evade, dan kedua pedang mereka saling beradu.
__ADS_1
Tangg!!
Masing-masing pedang terpental yang menandakan kekuatan mereka sama kuatnya, namun sepertinya Evade masih sedikit unggul, karena saat ini tangan Rain sedang kesemutan setelah adu pedang tadi.
"Hera! Cepat pergi, aku tidak bisa menahannya terlalu lama." Bentak Rain.
Dengan air mata yang terus mengalir, Hera pun bergegas pergi.
"Tunggu sebentar Rain, aku akan memanggil para ksatria untuk membantu," Kata Hera dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Setelah Hera pergi, Rain berteriak kepada warga yang ada di sekitar untuk segera pergi sejauh-jauhnya agar tidak terkena imbas dari pertarungan mereka.
"Hey, jangan mengabaikan aku." Kata Evade yang langsung mengerahkan sebuah bola hitam ke arah Rain.
Rain pun dengan sigap langsung membelah bola tersebut menjadi dua, namun bola tersebut langsung meledak.
Boomm!!
Saat asap menghilang terlihat Rain yang masih baik-baik saja tanpa goresan sedikit pun.
"Ho, berguna juga armor ini."
Rain pun langsung maju dan menebas ke arah leher Evade, namun dapat di tangkis dengan mudah olehnya, dan Evade langsung memukul dada Rain dengan tangan kirinya.
Rain pun terpental beberapa langkah kebelakang, namun ia tidak terluka karena Golden armor yang melindunginya.
"Untuk ukuran anak manusia sepertimu, aku akui kau lumayan kuat, namun aku tidak ingin mengulur waktu lebih jauh lagi, jadi aku akan menunjukkan kekuatan dari Nightmare peringat ke 7."
Di sekitar tubuh Evade muncul sebuah aura hitam pekat yang terasa mengerikan, dan terdengar suara system.
[Ding, hati-hati tuan, kekuatannya tiba-tiba melonjak drastis]
Rain yang mendengar hal tersebut pun langsung mengerutkan keningnya dan memasang kuda-kuda bertarung.
Dan tak lama kemudian, Evade menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di depan Rain dengan posisi yang sudah siap menebaskan pedangnya.
Rain pun terkejut dan secara reflek menangkis serangan tersebut. Dan saat kedua pedang berbenturan, berbeda dengan tadi dimana mereka imbang, sekarang sangat terlihat perbedaan kekuatan dari Rank A dengan Rank S.
Tanggg! Wussss!
Saat Rain menahan serangan Evade, ia langsung terpental sangat jauh kebelakang dan menabrak serta menembus dari rumah satu ke rumah lainnya.
Brakk!! Brakkk!! Brakk~~~
__ADS_1
Dan Rain mendarat di dalam sebuah bar dan dalam kondisi penuh darah di sekujur tubuhnya, jika ia tidak mengenakan Golden Armor, mungkin ia saat ini sudah mati.
"Ughk-Ughk."
Rain memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Sialan, aku tak menyangka jika perbedaan kekuatannya akan sejauh itu," Kata Rain sambil terbata-bata. Dan beberapa saat kemudian, ia kehilangan kesadarannya.
Dan saat Rain kehilangan kesadarannya, tanpa sadar ia di paksa masuk ke dimensi lain oleh seseorang.
Dan saat ini Rain tengah melayang di sebuah tempat gelap, dan ia tidak bisa melihat apapun.
"D-dimana aku?"
Tak lama kemudian, terlihat sebuah sosok yang sangat besar dengan mata menyala berwarna emas. Namun wajah serta wujudnya tak terlihat karena di kelilingi oleh kegelapan.
Rain yang melihat hal tersebut pun langsung terkejut, namun ia tak bisa bergerak atau pun membuka mulutnya. Dan sosok besar tersebut mulai berbicara.
"Kau anak manusia yang menarik, kau akan menempuh takdir dimana pertumpahan darah akan terus terjadi dalam perjalananmu, dan itu akan menjadi perjalanan yang sangat berat. Karena itu aku akan memberi kamu bekal, berguna atau tidaknya, tergantung dirimu sendiri."
Tiba-tiba sebuah bola berwarna hitam langsung masuk kedalam tubuh Rain, dan ia merasakan sakit yang luar biasa karena hal itu.
"Arrrgggggg" Teriak Rain tak tahan dengan rasa sakitnya.
***
2 hari kemudian.
Terlihat tubuh Rain yang sedang terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh dipenuhi perban, dan di sebelah Rain terlihat ada Cristina dan Haris sedang menjaganya.
Tiba-tiba Rain berteriak.
"Arrggggg!!"
"Kakak, apa yang terjadi?" Kata Cristina dengan nada panik, begitu juga Haris yang juga panik saat Rain tiba-tiba berteriak.
"Hah-hahh-hahhh" Rain dengan nafas terengah-engah.
'Apa itu, dan tadi ia mengatakan sesuatu, tapi apa?' Batin Rain yang tak mengingat apa yang terjadi saat ia tak sadarkan diri.
Rain hanya ingat kalau ia bertemu dengan sosok misterius dan dia memberikannya sesuatu berbentuk sebuah bola hitam yang masuk kedalam tubuhnya.
__ADS_1
>> Bersambung.