Reincarnation With System

Reincarnation With System
Mendapat Informasi


__ADS_3

Sesaat, para ksatria tengkorak pun berlarian menuju ke arah Rain.


"Majulah." Ucap Rain sambil mencengkram erat pedang raksasa yang ia bawa.


Saat para tengkorak sudah berada dalam jangkauan serangan, Rain pun langsung menebaskan pedangnya secara horizontal.


Swoshhh!


Klatak! Klatak! Klatak! Klatak!


Puluhan ksatria tengkorak yang mengepungnya seketika hancur tertebas pedang raksasa milik Rain.


Blarr! Blarr! Blarr!


Terlihat Rain sedang mengamuk sesuka hati, tak ada yang bisa mendekatinya, serangan jarak jauh juga akan langsung terpental kare efek dari title milik Rain.


Jadi Rain sama sekali tak peduli dengan serangan jarak jauh, dan hanya fokus membantai para tengkorak yang bertarung jarak dekat.


Para tengkorak tersebut tak terlalu kuat sebenarnya, mungkin satunya sekitar rank B jika didunia tengah atau tempat asal Rain.


Namun jika dihitung dari tingkat bahaya keseluruhan atau armada tengkorak mereka, mungkin tingkat bahayanya berada di rank S.


Apalagi tengkorak pemanah yang bisa menembakkan ribuan panah dalam sekali serang. Jika Rain tak memiliki title yang membantunya, ia tak tahu apakah bisa menang atau tidak.


Yah, meskipun itu karena kekuatannya yang disegel dan tak bisa digunakan saat ini. Jika ia perkirakan sendiri, mungkin saat ini Rain hanya menggunakan 1% dari kekuatan aslinya, itu karena ia hanya bisa menggunakan kekuatan fisiknya selain efek dari title.


Ia juga tak bisa menggunakan sihir sama sekali, bahkan sihir penguatan tubuh sekalipun.


Selang 2 jam kemudian, akhirnya para tengkorak telah berhasil ia kalahkan, dan hanya tersisa komandannya yaitu seorang elit skeleton knight.


"Dia berada ditingkat A+ ya, lumayan juga." Ucap Rain.


Rain pun langsung melesat menuju kearah skeleton knight, dan menebaskan pedangnya dengan vertikal.


Swoshh! Klangg!


Serangan Rain berhasil dihadang oleh Skeleton knight, dan tak sampai disitu, Rain langsung membalik tubuhnya dan menebas skeleton knight dari samping.


Klangg!


Rain yang melihat serangannya berhasil di blok 2 kali pun sedikit kesal, dan menunjuk skeleton knight dengan jari tengah.


Melihat gaya Rain, Skeleton knight seakan tahu kalau dirinya sedang di ejek, dan ia pun maju menyerang Rain.


Woshh!


Saat melesat kearah Rain, tubuh Skeleton knight mengeluarkan aura-aura biru kehijauan yang aneh.

__ADS_1


Dan saat Rain melihat skeleton knight mendekatinya, ia pun kembali menyerang skeleton tersebut.


Swoshh!


Pedang Rain dengan telak mengenai skeleton knight, namun anehnya ketika ia menebas tubuh skeleton, Rain seperti menebas asap dan tembus begitu saja.


Dan dari belakang Rain muncul skeleton knight yang menebas leher Rain. Saat pedangnya mau menyentuh leher Rain.


Tap!


Rain menangkap bilah pedang tersebut dengan tangan kosong.


"Hahh, memakai pedang raksasa ini memang menyulitkan."


Klatak!


Rain langsung meremas bilah pedang hingga pedang tersebut patah, dan Rain pun membalik badannya dan meninju skeleton knight tepat di wajahnya.


Plarr!


Tulang tengkorak skeleton knight langsung hancur berkeping-keping, menyisakan kerangka badan yang masih utuh.


"Hmm, sepertinya aku harus mencari baju terlebih dahulu," Ucap Rain melihat kalau saat ia bangun disini dalam keadaan tanpa busana.


Namun Rain bingung bagaimana ia mencari sesuatu seperti itu di dunia ini, karena orang-orang yang berada di sini saja tembus dan wujudnya seperti asap, dan tentu mereka tak mungkin punya baju. Jadi Rain menemukan ide random dari pikirannya.


Blarrr!


Tanah yang ia pijak hancur, dan Rain sendiri terbang hingga cukup tinggi untuk melihat area-area yang ada di dunia ini.


Saat berada di udara, Rain pun melihat-lihat sekitar, dan ia hanya melihat tanah lapang yang sangat besar, hingga ia menemukan sebuah kawasan yang terlihat seperti gerbang besar.


Saat Rain mendarat, ia pun langsung berlari dengan kecepatan penuh ke arah gerbang yang ia lihat tadi.


Beberapa menit kemudian, ia pun akhirnya sampai di dekat gerbang, dan ada sesosok jiwa yang menghentikannya.


"Hey bung! mau kemana kau?"


"Hmm? kau bertanya padaku?"


"Tentu saja, siapa lagi?"


"Oh, aku mau pergi ke gerbang itu, ada masalah?"


"Hey-hey, jangan bercanda, jika kau kesana kau akan mati."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Gerbang itu dinamakan gerbang penghubung, dan gerbang itu menghubungkan lantai-lantai yang ada di Erobos."


"Oh, jadi tempat ini bernama Erobos ya."


"Tunggu dulu, kau masih utuh?"


"Ya! memangnya kenapa? kau mau lapor ke penjaga huh?"


"Ah, tidak-tidak, bagaimana seorang yang utuh sepertimu bisa berada di lantai ini?"


"Aku juga tak tahu, dari kau mengatakan lantai-lantai jelaskan padaku apa sebenarnya tempat ini?"


"Hmm, jadi kau tak terlalu tahu ya, aku akan menjelaskan padamu.


Jadi dunia ini bernama Erobos yang bisa kau sebut juga dunia orang mati. Di tempat ini, adalah tempat dimana orang-orang atau makhluk mati berada dan jiwa mereka tak utuh, karena setelah mereka mati, jiwa mereka akan terbang hingga kemari, dan itu akan menghancurkan tubuh fisik dari jiwa itu sendiri, seperti yang kau lihat aku seperti tembus pandang.


Di Erobos ini ada 3 lantai, ini adalah lantai paling dasar, dikhususkan untuk makhluk mati yang tak dihukum atau tak melakukan dosa besar.


Dan dibawah ini ada tempat bernama Elisium. Elisium adalah tempat bagi roh para pahlawan dan orang-orang yang diberkati oleh para dewa. Para penghuni Elisium mampu mengingat semua kenangan mereka semasa masih hidup. Di Elisian, para penghuninya merasakan kebahagiaan, kesenangan dan kedamaian yang tiada akhir."


"Eh, jadi kau sekarang tak memiliki ingatan masalalumu saat masih hidup?"


"Apa yang kau katakan? tentu saja tidak, kau juga seharusnya tak mengingatnya karena ingatan itu hilang bersamaan dengan perjalanan jiwa kita kemari.


Selanjutnya ada tempat bernama Tartaros. Tartaros adalah bagian terdalam di dunia ini. Tempat ini dikelilingi oleh pagar perunggu dengan gerbang besi. Karena keadaan Tartaros tersebut, tempat ini sering digunakan sebagai tempat pengurungan.


Disana adalah tempat untuk mengurung dan menyiksa para pendosa, sekaligus tempat terkurung nya para titan yang merupakan musuh dari para dewa dimasa lalu.


Itulah yang disebut lantai, kembali lagi, jika kau ingin naik atau turun lantai, kau harus melewati gerbang penghubung itu. Masalahnya adalah kau tak bisa seenaknya masuk begitu saja karena gerbang itu dijaga oleh makhluk bernama Archon yang dipercaya oleh penguasa dunia ini untuk menjaga gerbang penghubung."


"Penguasa? siapa penguasa dunia ini?"


"Yang menguasai dunia ini adalah Dewa kegelapan dan kematian Hades. Oh, perlu kau tahu, jiwa-jiwa yang masih utuh sepertimu ini seharusnya berada di Elisium atau Tartarus. Dan bukan disini, kau pasti sedang dikejar-kejar oleh penjaga kan?


Kemungkinan kau akan di lempar ke Tartarus, karena tak mungkin jiwa seorang pahlawan nyasar seperti ini, karena jiwa-jiwa seperti itu akan secara khusus dikawal untuk masuk kedalam Elisium."


"Emm, apa kau tahu cara keluar dari dunia ini?"


"Ha? maksudmu pergi ke dunia orang hidup?"


"Ya,"


"Hahahahaha, kau bercanda, itu hal yang mustahil. Jangan memikirkan hal bodoh seperti itu, dan terima saja nasib mu. Setidaknya itu yang bisa aku sarankan."


Mendengar ucapan jiwa tersebut, Rain diam, sambil menatap gerbang yang berada 100 meter didepannya.


"Sepertinya tak ada cara lain."

__ADS_1


Bersambung>>


__ADS_2