Reincarnation With System

Reincarnation With System
Phanteon


__ADS_3

Saat Rain jatuh dan tak sadarkan diri, ia ditemukan oleh seseorang pria berambut hitam yang menampilkan tubuh besar berotot yang juga memakai tudung kepala singa.


Saat Rain membuka mata, Ia sudah berada di sebuah rumah kayu yang sederhana. Rain pun ingin bangun dari tempat tidur, namun tubuhnya terasa sangat sakit.


"Ughhh."


Tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat masuk kedalam kamar. Dan ketika sosok tersebut membuka pintu, terlihat sosok pria bertubuh besar yang menolong Rain.


"Jangan memaksakan dirimu, kau terluka cukup parah."


"S-siapa kau?"


"Panggil saja aku Hercules."


"Terima kasih telah menolongku. Tapi sebenarnya dimana aku sekarang?"


"Kau berada di Elisium bagian atas."


"Elisium bagian atas?"


"Ya, aku tak tahu kau kenapa bisa terluka begitu parah, namun aku menemukan tubuhmu di area gerbang, apa kau seorang penyusup?"


"Yah, seperti yang kau lihat, jiwaku masih utuh, di Erobos yang merupakan tempat-tempat dari jiwa yang sudah tak utuh, jadi terus-terusan dikejar oleh pasukan disana. Dan aku akhirnya mencoba pergi dari sana melewati gerbang penghubung, hingga tiba disini."


"Kau melewati gerbang penghubung sendiri?"


"Ya, aku melompat dan terjun selama setengah jam lebih, hingga aku mendarat dan terluka seperti ini."


"Terjun setinggi itu dan masih hidup? Apa kau ini dewa? Kau tak takut jika kau mati sekali lagi disini, maka jiwa mu akan lenyap."


"Hmm? mau bagaimana lagi, aku harus menemukan cara untuk keluar dari sini secepatnya, rekanku sedang dalam keadaan yang buruk di dunia kehidupan."


"Lupakan mimpi untuk kembali ke dunia orang hidup, tak ada cara untuk pergi kesana."


"Aku akan tetap mencarinya. Jika perlu aku akan berhadapan dengan Hades."


"Hahhh, kau ini keras kepala sekali. Apa kau tak mengerti, jika kau mati disini, jiwa mu akan benar-benar lenyap."


"Aku tak peduli, aku sudah mati sekali, jika memang takdirku mati maka mati saja sekalian."


.....


"Terserah, aku akan pergi terlebih dahulu. Kau istirahatlah, mungkin sekitar 3 hari kau akan pulih sepenuhnya karena efek penyembuhan dari dunia ini."


"Tunggu, jika ini Elisium, maka kau merupakan seorang pahlawan bukan?"


"...."

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Apa kau benar-benar tak tahu cara untuk keluar dari sini?"


"Hahh, sebenarnya ada satu cara, yaitu dengan membunuh sang penjaga gerbang dunia. Namun itu adalah hal yang mustahil meskipun aku seorang pahlawan setelah mati, semua pahlawan disini hanya bisa mempertahankan 1 - 5% kekuatan aslinya."


"Begitu ya, jadi memang tak mustahil jika begitu."


"Terserah kau saja..."


Pria bernama Hercules pin keluar dari kamar. Dan Rain pun kembali tidur untuk memulihkan diri. Sebenarnya di dunia ini sudah tak ada yang namanya kebutuhan untuk makan, minum, tidur atau kebutuhan pokok yang ada di dunia kehidupan.


Namun bukan berarti orang-orang disini tak melakukan hal itu, lebih tepatnya mereka melakukan hal-hal ini untuk menutup rasa bosan, karena tak ada hal yang bisa dilakukan, mereka pun akhirnya melakukan apa yang biasa mereka lakukan didunia mereka saat masih hidup.


Karena para pahlawan di Elisium ini masih memiliki ingatan mengenai kehidupan mereka saat masih hidup. Dam mereka kerap berbagi cerita mengenai perjalanan hidup mereka semasa masih menjadi pahlawan.


****


2 Hari kemudian...


Rain sudah bisa bergerak dan berdiri dari tempat tidur, namun ia masih merasakan nyeri pada tulang-tulangnya yang hancur.


Meskipun begitu, ia masih mencoba untuk tetap bersikap normal.


"Rain! Apa kau sudah sembuh." Ucap seorang pria berambut Pirang bernama Nicholas.


"Ya! Meskipun tak sepenuhnya, namun sebagian besar telah pulih."


Namun Rain tak putus asa begitu saja, pasti ada orang yang akan membantunya untuk bisa pergi dari sini.


Rain pun mencoba untuk berkeliling Elisium, hingga ia tahu kalau Elisium dibagi menjadi 3 bagian.


Elisium bagian atas, Tengah, dan bawah. Elisium bawah adalah tempat bagi para pahlawan atau orang yang menjadi pahlawan masyarakat sekitarnya, Elisium tengah, adalah pahlawan yang berada di tingkat negara atau ia berjuang untuk bangsanya.


Dan Elisium bagian atas adalah tempat bagi pahlawan yang memang di pilih oleh dewa untuk melakukan suatu tugas penting menyangkut seluruh dunia.


Namun diantara 3 bagian itu, saat Rain berada di elisium bagaian atas, ia melihat sebuah gunung yang diatas sana terdapat sebuah rumah kecil.


Rain pun bertanya kepada seseorang yang ada di sekitarnya. Dan orang tersebut berkata kalau itu adalah tempat seorang pahlawan yang dikurung, dan ia tak bisa turun dari gunung karena suatu alasan di masa lalu.


Sebagian besar pahlawan di elisium atas berkata kalau orang yang ada di atas gunung sana sudah ada jauh sebelum mereka datang ke mari. Jadi tak banyak orang tahu mengenai kenapa ia bisa dikurung di gunung itu.


Karena Rain penasaran, ia pun mencoba untuk pergi ke gunung tersebut, berniat menemukan informasi mengenai cara keluar dari sini mengingat ia sudah sangat lama berada di Elisium mendahului sebagian besar pahlawan yang ada di sana.


Saat Rain tiba di puncak gunung tersebut, ia pun berjalan ke arah rumah kecil nan tua dengan tenang, sambil melihat sekitar.


Saat ia semakin mendekati rumah itu, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara sorang pria.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini pahlawan muda?"


Rain pun sontak kaget, dan membalikkan badannya. Ia cukup terkejut karena melihat seorang lelaki dengan luka besar dibadannya. Ia juga membawa sebuah tombak di tangannya.



"Anda siapa?"


"Kau lah yang bertamu kemari, bukan kah tak sopan jika menanyai nama orang yang kau kunjungi namun kau sendiri belum memperkenalkan diri?"


"Ah, aku minta maaf, namaku Rain Wolford."


"Wolford? hmm sepertinya aku pernah mendengar marga itu dulu. Aku adalah Phanteon. Apa tujuanmu kemari?"


"Sebenarnya aku kemari untuk mencari sebuah informasi, aku dengar-dengar orang yang ada di gunung ini telah berada di elisium dalam waktu yang lama. Jadi mungkin aku bisa mendapatkan informasi yang aku cari disini."


"Katakan."


"Aku mencari informasi cara untuk keluar dari dunia ini, menuju ke dunia kehidupan."


Tiba-tiba pria bernama Phanteon ini melompat tinggi dan menebaskan tombaknya secara vertikal ke arah Rain.


Bommm! Swoshh! Blarrrr!


"Ughk."


Entah mengapa walaupun hanya terkena gagang tombak, dan Rain juga berhasil menghalaunya menggunakan kedua lengannya, namun ia masih merasakan tekanan yang sangat besar, yang membuatnya menunduk dan memuntahkan seteguk darah.


"Lupakan hal itu, dengan kekuatanmu saat ini mustahil untuk keluar dari sini."


"Mohon tolong aku! Aku harus kembali dan menyelamatkan rekan-rekanku yang masih berada di dunia bawah."


"Apapun yang kau katakan, aku sudah bilang kalau mustahil untuk dirimu yang sekarang."


"God mode..."


Blarrr!


Sosok Rain berubah memasuki god modenya, dan ia oun langsung melesat ke arah Phanteon dan meninjunya dengan sekeras yang Rain bisa.


Swoshhh! Blarrrr!


Saat itu Rain benar-benar terkejut, karena Phanteon masih berdiri tegak sambil menahan tinjunya dengan satu tangan sambil memasang wajah 'Biasa aja'.


"A-apa?"


"Ho, kau berubah menjadi sedikit menarik, tapi kekuatanmu benar-benar sampah."

__ADS_1


Phanteon mengeratkan cengkeramannya mencengkram tinju Rain, dan perlahan tubuh Rain terangkat, dan Phanteon pun melemparkan Rain ke bawah gunung dengan kuat.


Bersambung>>


__ADS_2