
Keesokan paginya, Rain bersiap untuk menuju ke Colloseum untuk menonton pertarungan yang di adakan hari ini, sekalian untuk melihat bagaimana kekuatan dari lawannya nanti. Sebenarnya Rain tak tertarik untuk menonton, namun Bu Ella bilang bahwa semua anak harus ikut ke Colloseum hari ini.
Rain pun mau tidak mau harus pergi ke Colloseum, ia pergi ke sana tidak bersama dengan rombongan, tetapi ia pergi berdua bersama Hera. Karena ia tidak ingin terburu-buru untuk datang ke Colloseum karena di sana juga akan ada acara pembukaan yang cukup lama, dan Rain malas untuk melihat pembukaan tersebut, begitu juga Hera.
Mereka berdua pun berjalan-jalan di kota sambil ngobrol tentang banyak hal, seperti biasa, ketika Rain berbicara dengan Hera, entah mengapa ia merasa nyaman dan bisa lebih terbuka dibandingkan berbicara dengan orang lain, Hera juga mengatakan hal yang sama.
Setelah beberapa waktu mereka berjalan-jalan di kota, mereka pun memutuskan untuk segera pergi ke Colloseum sebelum bu Ella memarahi mereka.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di Colloseum dan segera duduk di bangku tempat para murid akademi sihir Ethiopia berada.
"Hera dari mana saja kamu?, aku dari tadi mencari kamu," Kara seorang pria yang ternyata itu adalah Edward.
"Oh, aku hanya berjalan-jalan sebentar dengan Rain, benarkan Rain?"Kata Hera.
"Iya."
"Sejak kapan kalian begitu akrab?" Kata Edward dengan tatapan serius.
"Sudah sejak dia menjadi anggota komite, tapi kenapa kau menanyakan hal itu?" Kata Hera.
"Oh, tidak apa-apa, aku hanya penasaran."
Setelah itu, mereka pun kembali fokus menonton pertandingan yang sedang berlangsung antara akademi ksatria Blue Dragon, melawan akademi sihir Xanfa.
Jarak di antara keduanya terlihat cukup jauh, dengan akademi Blue Dragon sangat mendominasi pertandingan tanpa perlawanan yang berarti dari pihak lawan.
"Siapa mereka?, sepertinya mereka salah satu akademi yang kuat di turnamen ini," Kata Rain melihat kemampuan para peserta dari akademi Blue Dragon yang sejauh ini, mereka lah lawan yang sepertinya paling kuat di turnamen ini, setidaknya sejauh yang ia lihat.
"Mereka adalah juara satu di turnamen tahun lalu, serta musuh terberat kita, karena mereka juga akademi sihir kita selalu mendapatkan juara dua,"Jelas Edward.
'Begitu ya, pantas saja,' Batin Rain.
Waktu pun terus berlalu dan hari ini, pertandingan penyisihan turnamen tahunan akan segera berakhir, dengan total 8 akademi yang akan masuk ke babak ke dua.
Dan ketika Rain ingin pergi dari Colloseum, tiba-tiba terdengar suara System di benaknya.
[Ding, peringatan, peringatan, terdeteksi beberapa makhluk kuat yang sedang menuju kemari dengan sangat cepat]
Rain yang mendengar hal tersebut pun ekspresinya menjadi serius, dan ia segera berbicara kepada bu Ella untuk menyuruh anak-anak untuk segera pergi dari Colloseum.
Namun saat Rain masih berbicara kepada Bu Ella, tiba-tiba ada sebuah sosok yang jatuh di tengah arena dengan sangat keras sehingga menimbulkan ledakan yang sangat besar sehingga menimbulkan asap yang cukup tebal.
Booommmmm!!
Orang-orang yang ada si bangku penonton pun bingung dengan apa yang tengah terjadi. Di tengah-tengah kericuhan, Rain kembali mendengar suara system.
[Ding, peringatan, system meminta tuan untuk segera pergi dari sini secepatnya]
"Tunggu, sebenarnya ada apa ini," Kata Rain sambil menggunakan skill Eye Of Truth.
Saat asap menghilang terlihat dua sosok yang sedang berada di tengah-tengah arena.
Dan saat Rain melihat layar status mereka, Rain terkejut bahwa salah satu makhluk tersebut adalah sosok yang pernah ia jumpai saat perjalanan ke hutan Floris satu bulan yang lalu.
...----------------...
Nama : Morsu
__ADS_1
Level : 100
Ras : Iblis
Rank : S
Title : {Nightmare}
Nama : Evade
Level : 110
Ras : Iblis
Rank : S+
Title : {Nightmare}, { Upper 7 }
...----------------...
Para penyihir serta ksatria yang bertugas di sana pun langsung mengerumuni mereka berdua,
"Siapa kalian?, dan mau apa di sini." Kata salah satu ksatria.
"Perkenalkan, kami berdua adalah para komandan dari para Seven Deadly Sins yang agung.
Kami biasa di sebut dengan julukan Nightmare, dan tujuan kami kemari hanya untuk mencari serta membawa seseorang," Kata sosok yang bernama Evade.
Para Ksatria yang mendengar hal tersebut pun langsung memerintahkan semua yang ada di Colosseum untuk segera pergi.
"Seranggg!!!" Kata salah satu ksatria.
Para ksatria dan penyihir yang ada di sana pun langsung menyerang secara bersamaan.
"Baiklah jika itu yang kalian mau, Morsu lakukan apa yang kamu mau!" Kata Evade.
Dalam sekejap, Morsu langsung menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di belakang para ksatria dengan cakarnya yang sudah dibasahi oleh darah
Dan secara bersamaan, tubuh para ksatria yang menyerang mereka pun terpotong menjadi beberapa bagian.
Seketika orang yang berada di Colloseum pun langsung menjadi panik dan suasana menjadi sangat kacau.
"Hera!, mari cepat tinggalkan tempat ini!" Kata Rain yang melihat Hera yang wajahnya sudah pucat dan sekujur tubuhnya bergetar
Hera sama sekali tidak merespon dan tetap membeku di tempat, Rain pun segera menarik tangan Hera yang membuatnya langsung sadar.
"Mari kita tinggalkan tempat ini!" Kata Rain sambil menarik tangan Hera dan bergegas keluar dari Colloseum.
Sosok bernama Evade tetap diam di tempat sambil melihat-lihat sekitar, dan ketika ia melihat ke arah Rain dan Hera, ia tersenyum.
"Ketemu juga kau."
Ia pun langsung mengangkat pedangnya yang ia tancapkan ke lantai, dan langsung melesat menuju ke arah Rain dan Hera.
__ADS_1
Rain yang melihat kalau Evade sedang mengincar salah satu antara dia atau Hera pun langsung menggunakan skill Teleport dan berpindah tempat sejauh yang ia bisa, dan ia berteleport ke sebuah atap bangunan yang cukup jauh dari Colloseum.
'System, mengapa ia mengincar aku?' Kata Rain.
[Ding, sepertinya dia tidak mengincar tuan, melainkan Hera.]
'Eh, kenapa mereka mengincar Hera?' Tanya Rain.
[Ding, sepertinya ada sesuatu yang spesial di dalam tubuh Hera, coba tuan tanyakan kepadanya]
Rain yang mendengar ucapan system pun langsung bertanya kepada Hera.
"Hera, apa kau memiliki sesuatu yang spesial?" Tanya Rain.
"Spesial?, maksudmu apa?"
"Yah, apa kau pernah merasa aneh kepada badanmu?"
"Hmm, yah mungkin ada, sesekali aku merasakan sesuatu yang sangat panas di jantungku, namun saat di periksakan kepada seorang Healer atau pun Priest sekalipun, mereka berkata kalau tidak ada yang aneh dengan tubuhku," Jelas Hera.
'Bagaimana system?'
[Ding, system akan menganalisa tubuh Hera, harap tuan untuk menyentuh anggota tubuhnya.]
'Ehh, baiklah kalau begitu'
"Hera, sepertinya aku bisa membantumu, tapi apa aku boleh menyentuh tanganmu?"
"Tentu boleh," Kata Hera sambil menjulurkan tangan.
Rain pun langsung memegang tangan Hera, dan system pun langsung menganalisanya.
Dan tak lama kemudian, terdengar suara system yang telah menyelesaikan proses analisa.
[Ding, tubuh milik Hera adalah tubuh spesial, bernama tubuh Phoenix Api]
>> Bersambung.
Note :
Tingkatan Level serta perbandingannya.
1 - 10 \= Circle 1 \= Rank E
11 - 20 \= Circle 2 \= Rank D
21 - 30 \= Circle 3 \= Rank C
31 - 50 \= Circle 4 \= Rank B
51 - 70 \= Circle 5 \= Rank A
71 - 90 \= Circle 6 \= Rank S-
91 - 100 \= Circle 7 \= Rank S
101 - 120 \= Circle 8 \= Rank S+
__ADS_1
121 - 160 \= Circle 9 \= Rank SS
161 - 200 \= Circle 10 \= Rank Disaster