
Saat Rain merasakan hawa keberadaan tersebut, ia langsung membuat beberapa tombak yang terbuat dari cahaya, yang melayang di sekitarnya.
"Light Spear."
Kemudian Rain pun menjulurkan tangannya kearah langit dimana makhluk yang dirasakannya berada.
Wushh! Wushh! Wushh!
Tombak yang Rain buat langsung melesat ke langit.
Beberapa saat kemudian, dari langit muncul 7 sosok kuat, namun diantara semuanya, ada 2 sosok yang sangat menonjol.
Seorang pria berambut putih dengan hao merah darah diatas kepalanya, pupil mata merah, dan sepasang sayap hitam di punggungnya, ia membawa sebuah pedang dengan corak tengkorak di bilahnya, juga sebuah armor di sekujur tubuhnya.
Satu lagi adalah seorang pria kurus berkulit putih bersih yang mengenakan jubah hitam dengan bulu-bulu hitam di bagian leher. Ia memiliki rambut hitam panjang dan pupil mata berwarna merah, juga sepasang sayap hitam yang ia gunakan untuk terbang.
Dan dibelakangnya terdapat 5 sosok yang merupakan seluruh anggota dari Seven Deadly Sins, yaitu Mammon(Ketamakan), Asmodeus (Nafsu), Beelzebub (Kerakusan), Abaddon (Kemalasan), Leviathan (Envy).
Behemoth yang juga melihat mereka pun berteriak.
"Tuan Lucifer, Tuan Azazel!"
"Lucifer, Azazel?"
[Ding, Lucifer adalah pemimpin dari Seven deadly sins yang merupakan kewujudan dari kesombongan. Dan Azazel adalah pemimpin dari Fallen angel, ia dahulu merupakan malaikat tertinggi yang telah jatuh kedalam kegelapan, dan sekarang posisinya digantikan oleh 7 malaikat lain]
'Begitu ya.'
"Behemoth, bagaimana kau yang merupakan salah satu jendral besar pasukan iblis bisa berada dibawah kaki lawan? Kau telah mencoreng nama baik Seven deadly sins."
"Ahh, maafkan saya tuan Lucifer, manusia ini-"
Brakkk!
Rain kembali menginjak tubuh Behemoth dengan keras.
"Nyawamu berada dibawah tanganku, jadi jangan banyak bicara." Ucap Rain kepada Behemoth.
"Apakah kau yang melakukan hal ini kepada bawahanku?" Kata Azazel.
"Bawahanmu? Oh, para malaikat busuk itu? memangnya kenapa? Mau balas dendam?"
"Heh, balas dendam? jangan bercanda, makhluk lemah sudah seharusnya dimakan oleh yang kuat, tak ada yang salah dengan hal itu, namun kau akan tetap aku bunuh karena menyentuh apa yang menjadi milikku."
"Coba saja kalau bisa."
'Ghost, Lilith, kalian pergilah menjauh dari sini, aku akan mengalihkan perhatian mereka semua. Telepati Rain kepada Ghost dan Lilith.
'T-tapi tuan, setidaknya saya bisa-'
__ADS_1
'Tak ada tapi-tapi, ini perintah, mereka bukan lawan kalian, mereka semua telah berada dilevel Disaster sepenuhnya, cepat pergilah, yakinlah aku pasti akan kembali.'
Setelah mengatakan hal tersebut lewat telepati, Rain langsung menusuk leher Behemoth dengan katana nya.
Jlebb!
"Ughhkk!"
"Serang!"
Seluruh Seven deadly sins dibawah lucifer langsung melesat dengan cepat ke arah Rain.
Wungg!
Blarrr! Blarr! Blarr!
Rain dibombardir sihir oleh para seven deadly sins.
"Teleport!"
Rain langsung menghilang dan muncul kembali dibelakang lucifer.
Wushh!
Rain langsung menebas kepala lucifer dengan katana miliknya.
Namun saat jarak leher dan katana hampir bersentuhan, Lucifer menghilang dari tempatnya, dan muncul kembali ditempat berbeda.
Ketika serangan Rain berhasil dihindari oleh Lucifer, Azazel yang masih ada disamping Rain pun langsung menebaskan pedangnya kearah Rain.
Slashh!
Rain menghindar, namun ia kehilangan 1 lengan miliknya.
'Cih.'
Melihat kalau Ghost dan Lilith telah pergi, Rain pun berniat untuk menjauh dari para Seven deadly sins, setidaknya untuk memulihkan kekuatannya.
"Teleport."
Rain berteleport ke area dimana ia pertama kali terlempar ke underworld.
"Huftt!, seharusnya masih ada waktu sebelum mereka menemukanku." Kata Rain.
Namun saat Rain berfikir seperti itu, didepannya muncul para seven deadly sins.
"Kau pikir bisa melarikan diri? Walaupun pergi ke ujung underworld pun kau tak akan bisa melarikan diri, karena aku telah menandai dirimu." Ucap Lucifer.
"Cih, tak ada pilihan lain ya. Rasakan ini, Explosion."
Tubuh Rain langsung bercahaya, dan detik kemudian, meledak dengan sangat dahsyat hingga sekali lagi mengguncang Underworld.
BLARRR!
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Suasana terasa sangat sunyi, tak ada kehidupan lagi di jarak 500 meter dari dirinya.
"Hahh-hahh, apakah para baj*ngan itu sudah mati? Jika tidak aku yang akan mati sekarang." Kata Rain yang benar-benar kehabisan tenaga untuk bertarung.
Rain pun berjalan keluar dari cekungan akibat ledakan dirinya sambil mengabaikan peringatan system yang terus berbunyi dibenaknya.
[Ding, peringatan, fisik tubuh mencapai tingkat kelelahan 100% harap tuan tidak bergerak]
[Ding, peringatan, energi telah habis sepenuhnya, tuan tak bisa menggunakan kekuatan untuk sementara waktu]
[Ding, peringatan, seluruh fungsi tubuh telah menurun.]
[Ding, tuan terlalu memaksakan diri, system harap tuan segera memulihkan kekuatan, jika tidak tuan bahkan bisa mati oleh iblis rank terendah sekalipun]
"Hahh, berisik sekali kau system, aku tahu, namun lebih baik jika aku memastikan dengan mataku sendiri para baj*ngan itu telah mati, jika tidak Lilith dan Ghost dalam bahaya, Lucifer itu bisa teleport ke orang yang ia sudah tandai."
[Ding, tuan, jika mereka memang masih hidup, tuan bisa apa? Tuan sama sekali tak bisa bertarung sekarang, juga lebih baik mengorbankan Lilith dan Ghost, asalkan tuan bisa bertahan hidup, tuan memiliki kesempatan untuk mensummon bawahan yang baru]
"Apa kau bilang?" Kata Rain dengan nada serius.
Tak menghiraukan peringatan system, Rain terus berjalan keluar dari cekungan dalam yang ia ciptakan.
Saat Rain telah keluar dari dalam cekungan, ia melihat area yang tadinya hutan, sudah menjadi tanah lapang, dimana tak ada tumbuhan ataupun makhluk hidup dalam radius ledakan.
"Huhh, jadi mereka benar-benar mati ya, tapi kenapa tak ada notifikasi?"
Wungg!
Rain terkejut, pasalnya didepannya muncul semua anggota seven deadly sins yang masih utuh tanpa terluka sedikitpun.
"Hahahaha, serangan bodoh macam apa itu? Kau memang sangat kuat, namun kau sama sekali tak bisa menggunakan kekuatan tersebut dengan efisien dan hanya menggunakannya secara sembarangan dan hanya mengandalkan daya hancur.
Untuk menghindari serangan gila mu yang barusan, aku hanya pergi dari area diluar jangkauan ledakan mu menggunakan teleport, dan kembali lagi kesini setelah ledakannya selesai.
Mengalahkan mu hanya bermodalkan teleport? ini benar-benar mudah, bahkan membunuh seekor tikus pun tak semudah membunuhmu. Jadi, ada kata-kata terakhir?
"..."
'Sial, aku ingin marah namun apa yang dikatakannya benar, aku sama sekali tak bisa menggunakan kekuatan yang luar biasa ini dengan efisien.
Maaf Lilith, Ghost, Kak Pricilia, Christina, Freya, sepertinya aku tak bisa kembali lagi, semoga kalian baik-baik saja tanpaku.'
"Kenapa diam saja? ... Hahh, baiklah kalau begitu, MATILAH."
Slashh!
Pandangan Rain jatuh, ia bisa melihat tubuhnya sendiri namun ia tak bisa merasakannya, seluruh indranya seketika hilang.
'Sial! jika saja ada kesempatan...'
[Ding, tuan telah mati]
Bersambung>>
__ADS_1