Reincarnation With System

Reincarnation With System
Bertemu Lagi


__ADS_3

Dua hari kemudian. Akhirnya Rain sampai di gerbang kota. Ia pun masuk dan segera pergi menuju ke kediaman keluarganya.


Sesampainya di sana, ia terkejut, karena kastil keluarga Wolford yang telah runtuh dulu sudah hampir jadi kembali, dan juga banyak sekali ksatria disekitar sini. Sepertinya para ksatria ini adalah bantuan dari raja fredrick.


Selain para ksatria banyak juga penyihir yang menetap di sana, mereka adalah para penyihir keluarga Wolford yang sebelumnya menjalankan misi ataupun berada di cabang kota lain. Dan saat ini semuanya berkumpul setelah mendengar kalau keluarga Wolford diserang.


Rain pun langsung pergi ke rumah dimana ayah dan ibunya berada. Dan sesampainya di sana, ia melihat ibu Rain sedang menyiram tanaman di halaman rumah.


"Ibu!"


"Ehh, Rain kamu kenapa ada di sini, ibu dengar kamu berada di ibu kota."


"Hehe, iya bu aku pergi ke sini untuk berkunjung, aku dengar banyak ksatria yang di kirim ke sini untuk menjaga keluarga kita."


"Oh, itu memang benar Raja Fredrick mengirim kita bantuan untuk sementara waktu ini, sampai semuanya kembali normal. Kalau begitu segeralah masuk dan sapa ayahmu."


"Iya bu."


Rain pun segera masuk kedalam rumah dan mencari ayahnya. Sesaat ia melihat ayahnya sedang berada di ruang tamu sedang menikmati secangkir kopi.


"Ayah! aku kembali.


"Rain! apa yang kamu lakukan di sini? bukannya kamu sedang ada turnamen di ibu kota?"


"Heh, turnamennya sudah berakhir seminggu yang lalu."


"Dan apakah kamu menang?"


"Tentu saja."


"Hahahahaha, itu lah anakku."


"Tapi kenapa kamu ada di sini?, katanya kamu tidak akan kesini lagi selama beberapa tahun?"


"Ehh, i-itu saat aku bertemu dengan Raja Fredrick aku di beritahu soal ia mengirim banyak pasukan kesini jadi aku penasaran saja."


"Oh, begitu ya."


Setelah itu Rain banyak mengobrol dengan ayahnya, dan tak lama kemudian terdengar suara ketokan pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Ini saya tuan."


"Jendral Vincent masuklah."


Pintu terbuka dan terlihat seorang pria seumuran dengan ayah Rain masuk dengan armor emasnya serta rambut panjang berwarna hitam pekat dan tatapan mata yang tajam.


"Apa yang membawamu kesini Jendral Vincent?" Tanya Ayah Rain, namun Pria bernama Vincent ini tetap diam sambil melirik ke arah Rain.


"Oh, bicara saja, dia adalah anakku ia bisa dipercaya."


"Baiklah kalau begitu, saya kesini untuk melaporkan ada sedikit jejak mencurigakan yang ditemukan oleh regu pengintai kami di hutan sekitar kota ini."


"Jejak? jejak apa itu?" Tanya ayah Rain.


"Belum bisa dipastikan jejak apa itu, namun yang pasti jejak itu bukan jejak manusia ataupun hewan. Lebih ke jejak monster atau sejenisnya, jejaknya ramping layaknya tangan manusia namun sepertinya ia memiliki kuku yang tajam."

__ADS_1


"Emm, bolehkah aku melihat jejaknya?" Tanya Rain.


"Kau mau melihatnya Rain?"


"Ya."


"Maaf tuan tetapi ini sesuatu yang serius, kita tidak boleh main-main."


"Oh tenang saja Rain pasti bisa membantu soal ini."


"Tapi dia masih anak-anak."


"Sudah lah bawa saja dia melihat jejak itu."


"Hah, baiklah jika itu yang tuan mau."


Jendral Vincent pun keluar dari rumah dan diikuti oleh Rain.


"Kalau begitu ikuti saya," kata jendral Vincent yang langsung pergi ke depan menuju ke luar gerbang kota.


'He, jadi dia ingin mengujiku, baiklah jika itu yang kamu mau.'


Rain pun mengambil ancang-ancang untuk berlari sambil mengaktifkan skill Penguatan dan Acceleration.


Woshhh!!


Rain langsung melesat dengan kecepatan penuh yang ia bisa, dan menyusul Jendral Vincent.


"Ho, kamu bisa mengikutiku nak?"


"Paman? Heh, baiklah kalau begitu, jangan sampai ketinggalan," Kata Jendral Vincent yang kembali melesat jauh lebih cepat dari pada sebelumnya.


Rain pun juga berusaha untuk tak tertinggal dibelakang.


1 menit kemudian, akhirnya mereka sampai di lokasi tempat jejak misterius ditemukan.


Rain pun segera melihat jejak misterius itu. Saat Rain melihatnya, ia cukup bingung memang jejaknya mirip seperti tangan manusia namun lebih panjang dan juga di setiap ujungnya runcing.


'System, jejak apa ini.'


[Ding, system merasakan ada elemen kegelapan di jejak itu, dan kemungkinan jejak itu berasal dari makhluk yang memiliki elemen kegelapan.]


'Apa itu iblis?'


[Kemungkinan besar begitu tuan]


"Begitu ya."


"Apa kau mengetahui sesuatu?"


"Emm, kemungkinan besar ini adalah jejak iblis."


"Iblis? apa kata-katamu itu bisa percaya?"


"Ya, setidaknya tak akan jauh dari makhluk yang memiliki elemen kegelapan."


"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali ke kota untuk memberi peringatan waspada."

__ADS_1


"Baiklah."


Rain tak terlalu khawatir karena seekor iblis tak akan menjadi masalah yang berarti di sini karena selain ada Jendral kerajaan, ada juga lebih dari 1.800 pasukan yang terdiri dari Ksatria kerajaan serta para penyihir keluarga Wolford. Bahkan jika iblis itu adalah seekor Nightmare seharusnya bukan masalah besar. Juga Jendral kerajaan yang mencapai Rank S menjadikan kota semakin aman.


Saat Rain ingin kembali ke kota ia melihat sebuah daun yang terbakar menyisakan setengah lembar. Namun Rain tak terlalu memikirkannya dan pergi menuju ke kediamannya kembali.


3 hari kemudian.


Belum ada tanda-tanda kemunculan iblis lagi selain jejak tiga hari yang lalu. Hal itu membuat para ksatria semakin santai padahal sedang dalam masa waspada.


Hingga malam di hari ketiga setelah Rain datang ke kota ini, tiba-tiba terjadi ledakan dan sebuah rumah terbakar di tengah-tengah kota.


Jendral Vincent yang sedang berada di sekitar kediaman keluarga Wolford pun menerima laporan mengenai ledakan itu. Hal itu membuatnya curiga dan ia pun memerintahkan 200 Ksatria untuk datang mengecek apa yang terjadi.


Rain yang juga penasaran apa itu pun juga secara diam-diam pergi ke arah ledakan menggunakan jubah assassin miliknya.


tuk! tuk! tuk!


Suara langkah kaki Rain yang sedang berlari di atap-atap rumah. Dari kejauhan ia melihat sebuah rumah terbakar oleh api yang besar.


Rain pun menggunakan skill Detection miliknya untuk mendeteksi apa yang ada di sana.


Namun anehnya ia tak mendeteksi apa pun yang mencurigakan. Dan tiba-tiba dari kejauhan di arah Utara Rain melihat sebuah ledakan juga yang serupa.


Note.


Kota ini dibagi menjadi 5 bagian : Utara, Barat, Selatan, Timur, dan Tengah. Kediaman keluarga Wolford berada di bagian Selatan, dan saat ini Rain berada di bagian tengah.


[Ding, peringatan! System mendeteksi adanya makhluk yang memiliki elemen kegelapan yang sama seperti jejak tiga hari yang lalu di arah Utara.]


"Cih, bagaimana dia sudah ada di sana," kata Rain yang langsung melesat menuju ke utara.


[Ding, System kembali merasakan energi kegelapan yang berbeda di arah Barat, Timur, dan Selatan.]


"Apa? jadi penyerangnya bukan hanya satu?"


Rain pun berbalik arah dan berlari menuju ke kediamannya. Namun Tiba-tiba ada sebuah makhluk yang hendak menyerang Rain dari belakang.


Srakkk!


Rain yang merasakan bahaya di belangnya pun secara reflek menghindar. Saat ia berbalik ia melihat seorang iblis yang tangannya berbentuk sepasang sayap. Ia terlihat seperti seekor kelelawar namun di setiap ujung badannya terdapat sebuah kuku runcing, ia juga memiliki telinga yang besar.


Saat Rain menganalisanya menggunakan Eye Of Truth wajahnya menjadi muram.


Nama : Doubt


Level : 102


Ras : Iblis


Rank : S


Title : {Nightmare}



Bersambung>>

__ADS_1


__ADS_2