Reincarnation With System

Reincarnation With System
Kembali Ke Akademi


__ADS_3

Keesokan harinya, Rain pun bersiap-siap untuk kembali ke akademi bersama dengan Cristina.


Namun ayah atau ibunya tidak dapat menemani mereka, karena keduanya sedang sibuk mengurusi kekacauan yang terjadi kemarin, saat ayah Rain membunuh Renald atau pamannya.


Rain berangkat dari kediaman keluarga wolford saat pagi hari, dan sampai di akademi 2 hari berikutnya saat malam hari.


Setelah sampai di akademi, Rain langsung menuju ke kamar di asramanya dan segera tidur, karena hari juga sudah tengah malam.


Keesokan paginya, Rain menjalani kehidupan di akademi seperti biasa, bersama haris yang menemaninya juga tentunya.


Saat Rain sedang memperhatikan guru yang menerangkan suatu pelajaran di dalam kelas, tiba-tiba ada seorang anggota komite masuk kedalam kelas dan meminta izin untuk memanggil Rain, Lilia, Ciel, Haris, dan juga Isabella selaku anggota komite yang berada di kelas spesial.


Rain dan murid-murid yang dipanggil pun segera keluar dari kelas dan mengikuti anggota komite yang memanggilnya.


"Kak, sebenarnya untuk apa kita dipanggil?" Tanya Lilia kepada anggota komite yang memanggil mereka.


"Yah, kalian akan tahu nanti," Jawab Anggota komite tersebut.


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di ruangan olahraga, dan terlihat banyak anggota komite dari kelas lain juga sudah berkumpul di ruang tersebut.


"Rain, akhirnya kau datang juga." Terdengar suara wanita yang saat Rain menengok ke arah sumber suara, ternyata itu adalah Hera.


"Oh, Hera!" Kata Rain.


"Rain, kenapa akhir-akhir ini kau tidak terlihat?." Kata Hera.


"Oh, soal itu, aku kemarin pulang ke rumah selama kurang lebih satu minggu," Jawab Rain.


"Ngomong-ngomong, kenapa semua anggota komite di kumpulkan disini?" Tanya Rain.


"Yah, beberapa minggu lagi, akan ada turnamen antar akademi dari seluruh kerajaan Ethiopia yang diselenggarakan 2 tahun sekali, dan sang raja juga akan hadir untuk menonton, walaupun hanya final saja, karena itu kita di sini akan diseleksi, untuk menentukan siapa yang akan mewakili akademi kita dalam turnamen tersebut," Jawab Hera.


"Oh, begitu ya, berapa orang yang bisa mewakili akademi?"

__ADS_1


"Sepuluh orang, yang akan dikirim untuk mewakili akademi kita," Kata Hera.


Rain pun hanya mengangguk mendengar hal tersebut. Tak lama kemudian, terdengar suara Edward yang membuat suasana yang ada di ruang olahraga yang awalnya berisik, menjadi sunyi.


"Mohon perhatiannya, kalian pasti bingung kenapa tiba-tiba kalian dipanggil ke sini, jadi aku akan menjelaskan mengenai hal tersebut, jadi tolong di dengarkan baik-baik," Kata Edward.


Edward pun segera menjelaskan semua tentang kenapa mereka dipanggil kesini.


"Kalian mengerti?" Tanya Edward kepada seluruh anggota komite yang ada di ruang olahraga.


"Ya, ketua!" Kata para anggota komite serempak.


Edward yang mendengar jawaban para anggota pun mengangguk dan melanjutkan menjelaskan mengenai cara penyeleksian untuk mencari orang yang akan mewakili akademi bersama dengannya.


Jadi, para anggota komite, akan dikelompokkan sesuai tahun masing-masing, dan mereka akan bertarung satu sama lain, dan akan diambil lima orang perkelompok.


Setelah itu, masing-masing dari setiap kelompok yang lolos, akan bertarung satu lawan satu melawan orang dari kelompok lain, hingga tersisa 9 orang yang akan mewakili turnamen antar akademi, namun jika setelah hasilnya keluar, dan ada seseorang yang ingin merebut slot untuk berpatisipasi dalam turnamen, maka ia bisa menantang salah satu di antara 10 kandidat yang mewakili akademi. Setelah itu penyeleksian pun dimulai.


Secara otomatis, Rain pun berada di kelompok tahun pertama, karena memang ia memang anak tahun pertama di akademi sihir.


Edward selaku ketua komite pun menyetujuinya, untuk menghindari kejadian yang tak dinginkan, mengingat kekuatan dari Isabella adalah sihir pikiran, yang akan sangat berbahaya jika penggunanya tak bisa mengontrolnya.


Hal itu membuat jumlah komite tahun pertama yang akan bertarung pun berkurang satu, dan akan ada satu anggota yang otomatis lolos ke tahap selanjutnya tanpa bertarung.


Ke sembilan orang tersebut pun berunding untuk menentukan siapa yang akan langsung masuk ke tahap ke 2, dan hasilnya Cristina lah yang terpilih untuk langsung masuk ke tahap selanjutnya tanpa bertarung.


Setelah itu, lawan dari masing-masing orang akan ditentukan, dan Rain akan menghadapi seorang anak dari High Class, yang bernama Viel, dan mereka akan bertarung pada urutan ke tiga.


Pertandingan pertama pun dimulai, antara Pangeran Ciel menghadapi anak yang bernama Aqua yang berasal dari High Class.


Mereka berdua pun segera naik ke atas arena, dan saat mereka berdua sudah siap, pertarungan langsung dimulai.


Pangeran Ciel adalah seorang penyihir yang menggunakan sihir angin sebagai elemen utamanya, sedangkan perempuan bernama Aqua, ia menggunakan elemen air sebagai elemen utama.

__ADS_1


Pertarungan berjalan sangat sengit, Waktu demi waktu pertarungan berjalan semakin panas dan ganas, dengan mereka berdua saling bertukar serangan, dan juga bertahan.


Hingga 5 menit kemudian, dapat di lihat bahwa saat ini pangeran Ciel sedikit demi sedikit unggul dari pada Aqua, dan sepertinya Aqua sudah mulai kehabisan mana, sedangkan pangeran Ciel masih nampak baik-baik saja.


Dan tak lama kemudian, serangan pangeran Ciel berhasil masuk dan mengenai Aqua, yang membuat pertarungan tersebut di menangkan oleh pangeran Ciel.


Dan pertandingan ke dua berlanjut antara Haris melawan Marfis, dan mereka sama-sama pengguna elemen api.


Dan hasilnya, Haris keluar sebagai pemenang, dengan kemenangan mutlak, tanpa ada perlawanan yang berarti dari pihak lawan. Hal itu sudah jelas, karena Haris merupakan anak dari kepala keluarga Vanguard, yang memang mengkhususkan diri untuk mengembangkan penyihir bertipe api.


Dan pertarungan ke tiga akhirnya dimulai, antara Rain, melawan anak bernama Viel.


Mereka pun segera maju ke atas arena, dan saat mereka berdua sudah siap, juri pun memulai pertarungan antara keduanya.


Anak bernama Viel pun langsung mengerahkan sihirnya kepada Rain.


"Lightning Strike!" Kata Anak bernama Viel.


Muncul petir yang mengelilingi tangannya, dan ia pun langsung mengerahkan tangannya yang di kelilingi oleh petir ke arah Rain.


Rain yang melihat Viel yang ingin memukulnya menggunakan tangan yang dilapisi oleh petir pun langsung menunduk untuk menghindari serangan tersebut.


Namun, setelah Viel mengerahkan pukulannya yang mengenai udara kosong, dari pukulannya muncul petir yang menyambar ke arah yang dituju olehnya.


'Untung saja aku tidak menangkis serangannya, kalau tidak, aku sudah terkena petir itu.'


Rain pun segera menjaga jarak dari Viel.


"Sepertinya kau penyihir yang menyerang menggunakan serangan jarak dekat ya," Kata Rain.


"Memangnya kenapa?" Tanya Viel.


"Tidak, kalau kau menyerang menggunakan serangan jarak dekat beritahu aku dulu, aku juga suka pertarungan jarak dekat dari pada menyerang dari jauh," Kata Rain yang langsung mengaktifkan skill penguatan miliknya, dan memasang kuda-kuda untuk bersiap bertarung dari jarak dekat.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2