Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Senjata Yang Sama Seperti Senjata Ayah


__ADS_3

Suasana malam sunyi ditepi pinggiran Ibukota Arcane. Tempat persinggahan Xavi dan Vani selama mereka ada di Ibukota. Xavi yang belum tidur sedang merencanakan sesuatu. Malam menunjukkan pukul sembilan lebih limabelas menit.


" Baiklah, ini sihir yang kupelajari dari buku yang ada diruangan ayah, tapi entah kenapa setiap orang memiliki kemenonjolan di beberapa sihir saja. Tapi, aku tidak tahu kenapa aku dan Vani bisa mengendalikan semua elemen sihir. Entahlah, mungkin karena Aku dan Vani merupakan keturunan Ayah. Aku bisa menggunakan semua elemen sihir sesukaku. Aku mungkin juga bisa menggunakan ini. Sihir kamuflase."


Sihir kamuflase adalah sihir yang bisa dipakai oleh seseorang dengan menggunakan hewan sihir sebagai pengganti medianya. Karena hewan sihir bisa mengerti dan menyerupai manusia dengan sempurna dengan bantuan sihir dari majikannya. " Baiklah, Cid keluarlah. Kamu sekarang sudah berevolusi dan aku yakin kau juga sudah paham dengan bahasa manusia dengan sihir penerjemah elemen sihir hitam dan perubahan wujud. "


Cid diubah menjadi sama seperti Xavi dan sekarang dia bisa berbicara dengan sihir penerjemahan yang dimiliki Xavi. Sihir Xavi berkembang pesat dengan buku pengetahuan sihir yang diam-diam dibacanya dengan Vani.


" Sudah selesai. Ini sebagai pengecekan saja. Dan sekarang bicaralah Cid! " Xavi menyuruh cid untuk berbicara.


" Iya tuan, Saya siap melayani anda. " Cid dengan begini siap masuk dalam rencana Xavi.


" Iyeah, berhasil. Dan sekarang aku akan memberimu tugas untuk menjadi diriku untuk seminggu ini. Aku ingin melakukan sesuatu yang memungkinkan dilakukan. Yaitu tentang pekerjaan petualang yang sedang aku rencanakan untuk bisa kujalani. Dan untukku itu tidak memungkinkan. Jadi aku harus menyamar juga nanti. Dan kau sebagai penggantiku. Sekarang untuk menjadi penggantiku sementara namamu adalah Xavi. Untuk tugas pertamamu kau harus mencarikanku tempat dimana Guid atau lembaga petualang berada. Dan kau bisa melakukannya kan? mumpung ini belum terlalu larut malam. Jadi kau bisa mencari informasi dengan keliling kota sebentar. Oh iya, aku akan merubahmu menjadi sosok yang akan menjadi penyamaranku nantinya. Aku juga ingin lihat betapa kerennya aku nanti saat harus menjadi sosok itu. "


Dengan begitu Cid keliling kota dimalam hari untuk mencari tahu dimana ada Guid di kota ini. Dan mencari tempat yang menjual perlengkapan senjata.


" Hah, aku akan menunggu sampai cid kembali, lalu baru tidur. " Xavi menunggu sambil memikirkan nanti apa yang dia rencanakan.


Cid akhirnya kembali dan memberikan informasi kepada Xavi. Esok harinya penyamaran dimulai. Cid yang memainkan peran Xavi terlihat sangat Formal di hadapan Vani.


" Hem, kau benar-benar bukan seperti Xavi yang ku kenal. Dan terserahlah. Kau menjadi sedikit lebih kalem dan tidak agresif seperti biasanya. " Vani memuji perubahan tingkah laku Xavi yang sebenarnya adalah Cid.


Sementara itu. Xavi yang berkeliling kota mencari sebuah senjata yang dapat ia gunakan untuk perlengkapan menjadi seorang petualang.


" Oh, jadi ini tempatnya ya. Toko senjata Desa Dwarf. Aku yakin mereka menjual beberapa jenis senjata yang bisa kubawa. " Xavi masuk. Dan bertemu dengan si pemilik toko langsung.


Nama pemilik toko tersebut adalah Morgan. " Selamat datang tuan, apa tuan mencari sebuah senjata atau sebuah zirah untuk tuan? "


Sambutan yang hangat dari pelayan toko tapi, Xavi langsung menemui Morgan. " Jadi paman, kau pemilik toko ini kan? Aku ingin membeli beberapa senjata untuk perlengkapan petualang. "

__ADS_1


Morgan melihat mata Xavi dan mengingatkan akan sesuatu. Tapi, dia sendiri lupa apa itu. " Kau bisa memilih yang ada di rak senjata dan silahkan memilih dengan selera anda dan anda senangi! "


Xavi langsung menyela Morgan saat Morgan ingin kembali kebelakang. " Tunggu dulu! Aku sedang ingin mencari senjata. Dan itu adalah senjata buatanmu. Bukan buatan orang lain selain buatanmu. "


Morgan berhenti dan berbalik. " Kenapa kau tahu? Senjata disini bukan buatanku melainkan buatan pekerjaku. Meski buatan pekerjaku aku menilai lebih dari 75% adalah hal yang cukup untuk petualang pemula sepertimu. "


" Aku tahu kau menyimpannya di belakang sana, di ruanganmu. " Xavi lebih memancing Morgan.


" Buktikan kelayakanmu! Dengan adu senjata, kau boleh memilih yang mana saja untuk adu senjata ini. Silahkan pilih dan ikut aku ke atas atap dan buktikan kau layak memakai senjata buatanku. " Morgan menunggu Xavi yang sedang memilih senjata.


Tak disangka Xavi cuma memilih Satu senjata saja. Sebuah bilah pedang yang cukup kecil tapi ketajamannya cukup untuk membelah monster.


" Oh, pilihan yang bagus. Kenapa kau tidak memilih senjata dengan daya dobrak yang lebih besar. Kalau kau memakai senjata yang kecil seperti itu, dengan skill yang kau miliki sebagai petualang pemula tidak akan bertahan lama. " Morgan mencoba menasehati Xavi.


" Hem, kita lihat saja dulu. " Xavi dengan percaya diri mengikuti Morgan yang pergi ke atap.


Morgan langsung menyerang dengan dua bilah pedangnya.


... [ Slash - slash . ]...


Dengan serangan yang sekuat itu Xavi hampir terlontar. Tapi Xavi sudah memperkuat dirinya dengan Booster sihir. Dia hanya terseret satu meter ke belakang.


" Hem, kau cukup kuat untuk menahan itu, tapi kekuatan bukan inti dari sebuah ilmu berpedang. " Morgan mencoba menyerang kembali.


Xavi menghindarinya dan mulai balik menyerang. Morgan sedikit kesulitan membaca pola serang Xavi. Tapi dia berhasil menandingi kecepatan Xavi dan mengahalau serangannya.


" Oh, memang benar ini orangnya. Teman Ayah yang lain yang membantu Ayah di perang lima tahun silam. " Dalam hati Xavi bergumam.


" Aku harus mengalahkan dia, jika aku ingin membawa pedang yang dia sembunyikan. " Xavi berkata dengan keras dan terdengar oleh Morgan.

__ADS_1


" Jadi kau tahu tentang pedang itu. Baiklah, berusahalah sekuat tenagamu jika kau menginginkan pedang itu. " Morgan kali ini menerima tantangan Xavi dengan sungguh-sungguh.


Sebuah mana mengalir ke pedang Morgan dan dilontarkan kearah Xavi.


... [ Slash ... . ]...


Dengan cekatan Xavi mengubah arah serangan Morgan keatas. Dan kini giliran Xavi yang menyerang. Sebuah mana hitam yang menyelimuti Xavi dan pedangnya membuat Morgan sedikit kaget.


" Mana hitam, aku tahu siapa orang yang memiliki itu." Morgan mulai sedikit mengerti.


" Dan siapa orang itu paman Morgan. " Dengan kecepatannya Xavi menerobos pertahanan Morgan dan berada di belakang Morgan.


... [ Bruell ... . ]...


Morgan terpental dan saat dia belum sempat bangun Xavi sudah ada didepannya dengan mangacungkan pedang di leher Morgan. " Kau kalah, sekarang penuhi janjimu! "


Morgan membawa Xavi keruangannya dan membuka sebuah lemari khusus yang dia isi dengan pedang yang Xavi maksud.


" Baiklah ini untukmu! " Morgan menyerahkan pedang yang di bungkus oleh kotak hitam.


Xavi membukanya. Dan melihat sebuah maha karya yang sangat bagus sekali. Sebuah pedang dengan bilah hitam yang sangat keren menurut Xavi. " uwou, ini keren sekali. "


" Aku ingin bertanya padamu. Kenapa kau tahu tentang pedang ini? Dan bagaimana kau memiliki tekanan mana itu? Mana hitam yang hanya dimiliki oleh seorang Pahlawan Kerajaan Arcane, Faramis. " Morgan penasaran meski dugaannya benar.


" Hem, bagaimana aku menerangkannya ya? Sudahlah, itu tidaklah penting. Jadi aku bisa membawa ini kan? " Xavi mencoba menanyakan lagi kepada Morgan.


" Perjanjian tetaplah perjanjian, jadi silahkan bawa pedang itu. Pedang itu menjadi milikmu sekarang. Dan aku akan bertanggung jawab atas ketidakmampuanku menjaga pedang itu. Karena itu aku buat sebagai pengganti jika pedang Faramis mengalami kerusakan Fatal atau tidak bisa diperbaiki lagi. Tapi dia sebagai ahli pedang juga bisa membuat pedangnya tajam dan sampai sekarang pedangnya masih dalam keadaan baik-baik saja. Semoga kau bisa menjaga itu sama sepertinya. " Morgan memberikan sedikit nasehat kepada Xavi.


" Baiklah, paman Morgan. Akan kuingat nasehatmu ini. Dan jika kau disalahkan atas kehilangan pedang ini suatu saat nanti, aku akan ada untuk membela paman Morgan. Selamat tinggal dan terimakasih. " Xavi langsung pergi dari toko senjata Morgan.

__ADS_1


__ADS_2