Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Teman Berpetualang Baru Xavi


__ADS_3

Dunia hari ini begitu tak berarti. Bagai tanpa akhir, gadis itu sudah pasrah dengan apa yang akan dialaminya, tapi semua bayangan gadis itu sirna dan tangis yang kini menjadi harapan akan senyuman yang selalu mengingatkan akan wajah Xavi.


Melupakan semua hal kelam yang tak akan terjadi membuatnya memiliki satu harapan. Kesalahan dia yang melepas senyumnya sendiri tanpa berfikir selamanya akan ada orang yang menolongnya. Disaat itulah ada cahaya harapan menyilaukan yang menerangi.


" Hem, apa kau tidak apa-apa? " Xavi mengulurkan tangannya.


" Em, tidak apa-apa. " Gadis itu menggapai tangan Xavi.


" Oh iya, bokongku kotor, boleh kubersihkan?" Sifat asli Xavi keluar.


" Herrm ... . " Tatapan gadis yang menyeramkan.


" Ehhehe, bercanda kok. " Xavi menarik tangan gadis itu keluar dari gang tersebut.


" Eh, kita mau kemana? " Gadis yang tersenyum tanpa keraguan dan percaya bahwa Xavi merupakan orang yang baik.


Xavi berhenti, kemudian menutup mata gadis itu dan menggendongnya. " Heh, kenapa aku di gendong? "


" Tenang saja, aku akan membawamu ketempat yang bisa memperbaiki suasana hatimu. Berpegangan yang erat ya! " Xavi meloncat ke atas atap dan berlari ke suatu tempat.


Disebuah tempat dibawah pohon diatas bukit di pinggiran kota. " Sekarang buka matamu! "


Xavi menurunkan gadis itu. " Apa sudah boleh buka mata? "


" Tentu saja, ini hari yang indah dengan bintang yang bertabur membawa angin malam dan suara serangga yang mengiringi ini membuatku lebih tenang. " Xavi berbaring diatas rumput yang tumbuh disekitar pohon.


" Namamu siapa? Oh iya, harusnya aku dulu yang memperkenalkan diri. Aku Sela, dan kau? " Sela mengulurkan tangannya.


Xavi membuka matanya dan melihat Sela. " Xavi, jarang aku melihatmu, maksudku dari ras setengah hewan dan manusia. Kenapa kau bisa berada dalam masalah tadi? "


Sela merupakan Ras manusia hewan yang lebih spesifik lagi dia memiliki telinga rubah.


" Hem, aku sedang mencari seseorang, dan aku terlalu percaya pada orang yang baru aku temui. " Vani sedikit menundukkan kepalanya.


" Baiklah, aku akan membantumu. " Xavi mendekatkan mukanya ke muka Sela.


" Heh, " Sela kaget.


" Bahaya jika sampai kau tertangkap oleh orang-orang seperti tadi. " Xavi menyentil kuping Sela yang berdiri khas rubah.


Dengan reflek Sela memgangi kupingnya. " Tapi, aku tidak punya uang. "


" Hem, aku tidak butuh itu. Aku cuma butuh bantuanmu. Aku sekarang adalah seorang petualang, dan aku sendirian. Aku butuh seseorang untuk menemaniku. "

__ADS_1


" Mungkin aku bisa menemanimu. " Sela memandang Xavi dengan tatapan penuh harap.


" Baiklah, kita sepakat. Kau bisa jelaskan orang seperti apa yang kau cari ke Mikasa. " Sela bengong tidak tahu maksud Xavi.


" Maksudnya siapa? Kita disini cuma berdua. " Sela makin bingung.


" Keluarlah! " Dengan perintah Xavi, Mikasa keluar dari persembunyiannya.


" Heh, siapa dia? "


" Dia adalah Mikasa, dia Prajurit bayangan Kerajaan. Dan sekarang dia bertugas ya, untuk menjagaku dan keluargaku. " Xavi menjelaskan.


" Hah, lalu kau ini sebenarnya siapa? " Sela kaget dan bingung.


" Tentang siapa aku, tidak usah kau pikirkan. Akan sulit dipahami jika aku menjelaskannya. Anggap saja aku temanmu itu saja. " Xavi bangkit dan menghampiri Mikasa.


Xavi meminta Mikasa untuk mendengarkan Sela dan membantu menemukan orang yang dia cari.


Sela bercerita, kemudian dia memperagakan sebuah hal yang dia alami. Kebum, duar katanya. Semakin menghayati saat bercerita Sela jadi lupa kalau sedang memberi informasi, dia malah seperti sedang curhat.


" Huhuhu. " Tiba-tiba Sela menangis.


Dengan kelembutan, Mikasa memeluk Sela. " Tenang saja, aku akan menemukan Ibumu. "


" Heerrmm, apa yang kau lakukan? " Sela melihat Xavi dengan wajah yang seram.


" Huehehe. " Xavi melepaskan pelukannya.


" Dasar tuan muda ini, sifatmu sama seperti Ayahmu. Atau malah lebih parah lagi darinya. " Mikasa bergeleng-geleng.


" Hehehe, benar kata pepatah kan, Buah tidak jatuh kalau tidak ada yang menyenggolnya dengan galah. " Sebuah peribahasa yang tidak berperikebahasaan.


" Salah tuan muda. "


" Oh, salah kah? Hehehe. "


" Baiklah, aku akan carikan Sela tempat untuk beristirahat." Xavi memakai sihir pemindaian.


" Dia hebat sekali, tidak hanya kuat, tapi dia juga bisa memakai sihir level tinggi. " Sela kagum dengan Xavi.


" Baiklah sekitar sini ada penginapan yang mungkin aku temukan, ah ketemu. Eh, ini bukan tempat penginapan. Ini kan tempat prostitusi. Huehehe. " Xavi sedang menggunakan penglihatannya dan malah menemukan tempat yang bukan untuk anak-anak.


" Aku tarik lagi kata-kataku tadi. " Sela mengoreksi kalau Xavi seorang yang hebat.

__ADS_1


" Huehehe. " Xavi cengar-cengir dengan pandangannya yang berada disana.


" Aku tahu tempat penginapan di sekitar sini. Dan lebih tepatnya bukan tempat seperti itu. " Mikasa memberitahu Xavi dan Sela.


" Oh, Mikasa. Kau selalu bisa diandalkan. " Xavi yang tidak menemukan hasil kembali dengan hidung yang memerah.


" Apa tuan muda, tidak apa-apa? Hidung tuan muda memerah. " Mikasa menyentil hidung Xavi.


" Aduh, sakit tahu. Hemb. " Xavi marah karena hidungnya di sentil oleh Mikasa.


" Hem, hahaha. " Sela tertawa melihat tingkah Xavi.


Mereka bertiga akhirnya menyewa sebuah penginapan dan uang untuk membayarnya dibayarkan oleh Xavi.


" Maaf, uangku cuma cukup untuk menyewa satu kamar. Kita harus cari uang kedepannya untuk membayar sewanya nanti dan untuk kebutuhan sehari-hari kita. " Xavi terlihat lebih dewasa kalau sedang memutuskan sesuatu.


" Baiklah, tidak apa-apa. Aku lebih dari senang karena sudah diselamatkan dan diberi tempat untuk beristirahat. Aku berterimakasih sekali." Sela tersenyum tulus.


Xavi melihatnya juga sedikit lega dengan senyuman Sela.


Keesokan harinya, Xavi dan Sela pergi ke Guild untuk mengambil misi. Dalam Guild semua orang terdiam saat Xavi masuk.


" Hoe, Guin. Kenapa mereka semua terdiam tidak seperti kemarin? " Xavi berbisik kepada Guin.


" Hehe, mungkin karena hal kemarin. Lalu siapa yang sedang bersamamu? " Guin melihat Sela.


" Perkenalkan, dia Sela. Karena aku tidak membentuk party dalam petualanganku, jadi aku minta Sela untuk menemani.


Dari sudut ruangan ada yang berbisik. " Itu kan anak baru yang mengalahkan Eldo kemarin. Padahal masih pemula. Tapi, dia bisa membuat Eldo yang sudah peringkat D bertekuk lutut. Heh, dia melihat kearah kita. " Mereka langsung menundukkan kepala mereka.


" Semengerikankah aku di pandangan mereka? " Xavi bertanya kepada Guin.


" Itu baru yang mereka ketahui, mereka bahkan belum mengetahui kejadian kemarin dengan kepala Guild. Itu mungkin akan semakin membuatmu seperti seorang Monster. " Guin menyauti pernyataan Xavi.


" Hueh, jangan beritahu siapapun lho! nanti, ah nanti. "


" Tidak akan selama kau menjalankan misi dengan baik Xavi ... . " Guin menatap dengan senyuman yang mengerikan.


" Hueh, dia punya kartu As yang bisa membalikkan keadaanku. " Xavi langsung menunduk frustasi.


Sela melihat Xavi yang menunduk Frustasi.


" Ah, tidak apa-apa Sela, dia akan baik-baik saja, lelaki memang sering begitu. Oh iya perkenalkan, aku Guin. Dan aku yang bertanggung jawab atas segala yang berhubungan dengan petualang.

__ADS_1


" Oh, salam kenal, aku Sela. Aku akan menemani Xavi untuk menjalankan misi. " Sela mulai akrab dengan Guin dan mereka sedang membicarakan sesuatu yang hanya di pahami wanita.


__ADS_2