
Sebuah rasa yang tidak biasa dari perpaduan antara rasa ekstrim saat kamu membayangkan bahwa yang kamu kunyah di mulutmu adalah seekor naga tanah dan perpaduan antara rasa renyah tanpa henti karena tekstur daging yang kaya protein dan rendah lemak membuatnya menggugah selera makan yang belum pernah di rasakan sebelumnya.
" Huah, aku kenyang. Sekarang aku akan melanjutkan untuk membangun peternakanku. Ini daerah kosong tanpa pemilik tanah kan. Jadi aku bisa mengakuinya, hahaha. Kali ini aku butuh bantuan orang tua itu. Kakek yang belum aku temui beberapa waktu ini. Mungkin dia akan melampiaskan kali ini. Dan meski aku harus pengap dengan pelukannya, aku akan berjuang. " Xavi mulai mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti Sela.
" Ehehehe, kau baik-baik saja kan Xavi? " Sela mulai khawatir tentang kejiwaan Xavi.
" Tenang saja, aku dalam kondisi yang paling bersemangat dalam hidupku kali ini. " Xavi menunjukkan semangat menggebu-gebu di matanya.
Sela semakin bingung dengan keadaan ini. " Ya sudahlah, kalau kau baik-baik saja. "
Dalam sehari dan matahari hampir tenggelam, Xavi menyelesaikan peternakannya. Sebuah peternakan besar-besaran dengan 256 ekor naga tanah yang dia masukkan dalam daftar peternakannya.
" Hah, akhirnya selesai juga. Kita kembali dulu ke Guild untuk misi penaklukan daerah naga tanah ini. " Xavi bergegas kembali.
" Bukankah ini sudah mau malam? Lebih baik kita menunggu pagi saja dan mendirikan tenda disini. " Saran yang baik dari Sela.
" Hem, kau takut ya Sela, dengan makhluk penghuni malam yang mungkin tidak sabar ingin meraba dan. "
...[ Duezzz ... . ]...
" Berhenti membicarakan hal yang konyol. " Sela memukul kepala Xavi.
" Hadeh, aku kan cuma bercanda. Hehe, kita tidak akan melalu jalan yang gelap itu kok. " Xavi membuat rapalan sihir dan muncullah sebuah lubang seukuran pintu.
" Hah, maksudmu apa? Dan itu sihir apa? " Sela tidak tahu sihir yang di tunjukkan Xavi di depannya.
" Oh, ini sihir ruang dan waktu. Dengan ini kita bisa berpindah dengan cepat dari satu tempat ketempat lainnya yang sudah pernah kita kunjungi. Yah, memang sedikit menguras mana penggunanya, tapi ini adalah jalan paling efektif yang bisa kita lalui. " Xavi mencoba menerangkan kepada Sela.
" Hah, sihir ruang dan waktu. Aku sudah banyak terkejut dan kali ini kau bisa menggunakan sihir ruang dan waktu. Kau ini sebenarnya seberapa hebat kah? " Sela terkejut dengan apa yang di tunjukkan Xavi.
__ADS_1
" Apa ini aneh? Bukankah ini cuma sebuah sihir yang mempersingkat jalan kita. Aku mempelajarinya dengan buku catatan ayahku yang dia tulis. Dan aku membacanya secara diam-diam supaya aku tidak dimarahinya. " Xavi mencoba menerangkan bagaimana dia bisa menggunakan sihir ruang dan waktu tersebut.
" Hah, sudahlah. Aku sendiri tidak terlalu tahu tentang asal-usulmu, lalu Ayahmu juga. Hah, ayo kembali ke Guild dan mengambil bayaran kita. " Sela masuk duluan ke lubang yang dibuat Xavi.
Sampilah Xavi dan Sela ke Guild petualang.
" Oh, kalian sudah sampai ya? Bagaimana laporan kalian tentang naga tanah itu? " Guin menanyakan tugas mengawasi naga tanah tersebut.
" Oh, kami sudah mengurusnya supaya mereka tidak berkeliaran lagi, dan ini aku membawa bukti kalau aku sudah mengalahkan satu dan yang lain menjadi urusanku. Karena aku memiliki rencana tersendiri untuk mereka. " Xavi mengeluarkan kepala naga tanah yang dia bawa dalam ruang dimensi buatannya.
... [ Gubrak. ] ...
Sebuah kepala naga tanah dikeluarkan Xavi.
" Hueh ... beneran dikalahkan. Lalu sisa dari tubuhnya ada dimana? " Guin bertanya kenapa hanya kepalanya saja yang dia bawa.
" Hueh ... kalian memakan daging naga tanah? Belum ada atau mungkin tidak ada yang memakannya karena mereka sulit sekali di tangkap. Jadi, baiklah akan kuberi kalian imbalan atas kerja keras kalian. " Sebelum Guin berbalik dan mengambil imbalan Xavi. Langsung dihentikan Xavi.
" Tunggu dulu! Aku tidak hanya membawa itu. Mikasa bisa kau bawa mereka kemari! " Xavi memanggil mikasa yang sudah menunggu Xavi kembali.
Mikasa membawa para Bandit yang sedang menghadang Xavi saat perjalanan mereka menuju tempat naga tanah.
" Siapa mereka? Dan kenapa tampilan mereka seperti seorang bandit? " Guin penasaran dengan orang-orang yang dibawa oleh Xavi.
Xavi kemudian berjalan kearah papan quest dan mengambil selebaran kertas quest dan memberikannya kepada Guin.
" Ini maaf, karena misi ini adalah misi tingkat D dan C . Karena aku tidak sengaja menemukan mereka, jadi aku bawa saja mereka sebagai bukti penanganan bandit yang sering mengincar para pedagang dan orang-orang yang lalu lalang melintasi jalur yang aku lewati. " Xavi menjelaskan dan menyuruh bandit itu mengaku.
" Hah, dia bilang menemukan lalu membawanya kesini. Bukankah kita pada waktu itu dihadang dan di todong? " Sela bergumam dalam hati.
__ADS_1
Seorang Bos bandit pun bersuara. " Tidak kusangka seorang petualang pemula bisa menangkap kami. Ini adalah kesalahan bagi kami sendiri karena memandang remeh dia. "
" Hueh ... jadi beneran mereka bandit yang sering dikabarkan itu? Huh, sekarang aku harus memberimu imbalan yang pantas untuk ini. Dan sebentar akan kuambil kan imbalan kalian. Dan kalian bisa serahkan mereka pada pihak Guild dan akan kami bawa mereka kepenjara sekarang juga. " Guin pergi mengambil dua kantung koin emas yang jumlahnya tidak sedikit.
" Oh, terimakasih. Dan sekarang ayo kita kembali Sela untuk merayakan ini dan membayar sisa tagihan penginapan kita. " Xavi menggandeng Sela.
" Hueh ... jadi kalian berdua satu penginapan dan sa - satu kamar berdua. Hah, sudah sejauh mana kalian? " Guin mengekspresikan sebuah kecemburuan.
" Hah, kami cuma tidur berdua saja satu ranjang. " Xavi dengan ekspresi datarnya mengatakan itu seolah-olah itu adalah hal wajar.
" Hah, kalian sudah satu ranjang selama ini. Huhuhu. " Ekspresi sedih Guin ketika mendengar pengakuan Xavi.
" Ah, lalu kenapa kau terlihat seperti tidak senang begitu? Atau jangan-jangan? " Xavi dengan ekspresi menjijikan mendekat kearah Guin.
" Ah, tidak-tidak. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ehehe. " Guin memerah wajahnya.
" Pasti kau juga ingin tidur bersamaku kan? " Seketika sebuah tinju mendarat diatas kepala Xavi.
... [ Duezz ... . ]...
" Dasar lelaki bodoh yang tidak tahu perasaan wanita. " Guin dengan ekspresi mengerikan membenci Xavi yang tidak peka.
" Ehehe. " Sela yang tidak mau ikut campur cuma melihat kasihan kepada Xavi.
Mereka berdua kembali dan berhenti di sebuah tempat makan yang lumayan mahal daftar menunya.
" Eh, Xavi. Kenapa kita mampir kesini? Bukankah tempat ini agak sedikit berlebihan? " Sela bertanya dengan sedikit berbisik.
" Oh, tidak apa-apa. Kita akan merayakan hasil kerja keras kita hari ini. Dan aku sudah tidak sabar. Karena perutku sedang tidak baik-baik saja tanpa ada isinya. " Xavi berdiri dan memegang sendok serta garpu yang disilangkan.
__ADS_1