Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Sebuah Dungeon Yang Tersembunyi Berhasil Ditemukan Oleh Cid


__ADS_3

Di rumah Xavi dan Vani sedang membahas tentang apa yang akan dibawa untuk ujian nanti. Karena ini menentukan nilai mereka.


" Hem, bagaimana kalau kita bawa Cid saja. Nanti dia akan berguna jadi anjing penjaga akademi. Ini akan membuat nilai kita tinggi kan? " Xavi memberi usulan tentang apa yang harus mereka bawa.


" Hah? " Cid yang di pojok ruangan terbangun dari tidurnya dan kaget.


" Heh, tidak boleh begitu. Aku tidak mau Cid nanti tidak bisa pulang dan malah menjadi penjaga akademi sihir. " Vani tidak setuju dengan rencana Xavi yang asal-asalan ini.


" Lihatlah Cid! " Xavi menunjuk kearah Cid.


" Hah? " Cid bingung.


" Memangnya kenapa dengan Cid? Dia kan tidak berbuat salah. Kenapa kau jahat sekali kepadanya? " Vani tidak habis pikir Xavi merencanakan akan membawa Cid.


" Lihatlah betapa berlemaknya dia sekarang. Sekarang dia bahkan tidak bisa lari dengan benar. Biarkan dia menjadi penjaga akademi. Karena itu juga untuk dia biar ada aktifitas dan bukannya tidur-tiduran terus. " Xavi memegang Cid dan mengangmatnya, memperlihatkan bahwa sekarang Cid memang gemukan.


"Hah? Pokoknya aku tidak setuju kalau kita membawa Cid. Sudah titik. " Vani ngambek.


" Ya sudahlah. Nanti kita cari sesuatu hal lain untuk dibawa. Hei Cid! Kau selamat kali ini ya." Xavi menunjuk kearah muka Cid.


" Hemp ... . " Muka melas Cid yang tidak bisa berkata apa-apa. "


" Tapi, kalau kau masih sering malas-malasan. Aku akan membawamu ke perkemahan pelatihan anjing Kerajaan Arcane supaya kau dilatih disana. " Xavi mengatakan hal yang membuat Cid langsung berlari keluar dan memutari rumah.


" Hei, Xavi. Kenapa kau mengerjai Cid sampai segitunya? " Vani dengan muka kesal bertanya kepada Xavi.


" Ehehe. Tapi, kau lihat ekspresinya tadi kan? Hahaha, aku jadi kasihan dengan Cid. Tapi, ini demi kebaikannya supaya tidak terlalu menumpuk lemak dan bermalas-malasan." Xavi terlihat puas karena telah mengerjai Cid.

__ADS_1


" Ehehehe, lihatlah Cid. Sekarang dia memutari rumah untuk berolahraga. Kau harus bertanggung jawab nanti kalau dia kena jantung. Karena memaksa srigala gendut berlari mengelilingi rumah. " Vani juga sudah sepakat untuk mengerjai Cid sebelumnya.


Dari kamar seorang wanita yang baru bangun tidur dan bermalas-malasan setengah mengantuk melihat keluar rumah. "Heh? Kenapa Cid berputar-putar di rumah. Apakah dia sedang kena kutu anjing dan membuatnya gatal sampai berlari-larian seperti itu. Hoah ... hah, terserah lah. Aku masih mengantuk. Aku akan tidur lagi saja. "


Ruby yang baru bangun tidur melihat Cid yang mengitari rumah. Tapi dia sendiri malah kembali kekamarnya untuk melanjutkan tidur.


Waktu berlalu sampai siang tiba dan sekarang Xavi dan Vani berada di hutan Thoref. Hutan yang memiliki hewan dan monster yang cukup banyak. Memang hutan ini berada jauh dari Kerajaan Arcane. Tapi, Xavi menggunakan sihir ruang dan dimensinya untuk pergi ketempat dekat hutan Thoref tersebut. Kemudian mereka melanjutkannya dengan menaiki kereta kuda yang bisa mengarah kesana. Tidak lupa Cid dibawa karena untuk melatih kebugaran Cid juga.


" Oh, jadi ini hutan Thoref tersebut. Baiklah, sekarang giliranmu Cid. Endus sesuatu yang berharga seperti harta karun untuk kita. Ayo Cid! " Xavi memperintahkan Cid untuk mencari jalan dan barang yang mungkin bisa dibawa mereka.


" Hem, aku seperti anjing pelacak. Padahal aku adalah srigala. " Cid sedikit mengomel.


" Hei, Cid. Apa kau keberatan dengan ini? Apa kau mau kubawa ke perkemahan anjing? " Setelah mengatakan itu. Cid langsung mengendus dan berlari untuk mencari.


" Kau terlalu keterlaluan kepada Cid. " Vani terlihat keberatan dengan sikap Xavi terhadap Cid.


Yang dimaksud rencana waktu itu adalah. Rencana mereka terhadap Cid yang harus bisa menjadi srigala hebat diantara para srigala.


Cid tiba-tiba mengaum memberitahu Xavi dan Vani telah menemukan sesuatu.


" Hei, Vani. Ayo kita pergi ketempat Cid! Sepertinya dia menemukan sesuatu.


Lalu mereka berdua berlari untuk menemukan Cid. Sampai ditempat Cid yang mengaum tadi. Mereka menemukan sebuah gua.


" Hei, Cid kau hebat sekali. Aku akan memberimu kesempatan kali ini karena kau cukup cepat menemukan sesuatu. Hem, gua ya? " Xavi mencoba melihat sisi luar gua.


" Hei, Xavi. Ada yang aneh dengan gua ini. " Vani merasa ada yang aneh dari gua itu.

__ADS_1


" Iya kau benar. Sepertinya ini bukanlah gua biasa. Ada sebuah sihir penghalang dan sihir pengelabuhan supaya tidak ada orang yang menemukannya. Tapi, Cid bisa menemukannya. Kita biarkan saja seperti itu. Karena pasti ada hal yang membuatnya harus seperti itu. Kita akan mencoba masuk saja ke gua ini. Aku merasakan ada sesuatu yang disembunyikan didalamnya. " Xavi melangkah ke mulut gua dan memasukinya bersama Vani dan Cid.


setelah beberapa menit menyusuri gua. Mereka dekejutkan dengan sebuah pintu gerbang yang terlihat besar.


" Ini pintu apa Xavi? " Vani penasaran.


" Mungkinkah ini sebuah dungeon yang tersembunyi dan hanya beberapa orang yang bisa memasukinya. " Xavi melihat pintu tersebut dan melangkah menuju kearah kunci dari pintu itu.


" Hem, sepertinya jika kita ingin memasukinya. Kita harus tahu jenis kunci yang digunakan untuk pintu ini. " Cid melihat ada sebuah kristal yang berada di tengah-tengah pintu itu.


" Hei, Cid. Menurutmu apakah ini kunci dari pintu ini? " Xavi bertanya kepada Cid yang juga menyadari hal tersebut.


" Mungkin saja tuan. Tapi, bagaimana kita menggunakan kunci itu untuk masuk kedalam? " Cid juga penasaran dengan bagaimana cara menggunakan kunci yang ada didepan mata mereka.


Lalu Vani berjalan dan langsung memegang kristal tersebut dan mengalirkan mananya, itu membuat kristal tersebut berubah warn menjadi hijau terang. Lalu, gerbang tersebut terbuka secara perlahan.


" Dasar, para lelaki yang tidak berguna semua. Kalian semua sama saja. " Vani terlihat seperti orang yang hebat.


" Hah? Ternyata cuma begitu Cid. " Xavi melongo karena ternyata cara membukanya lebih mudah dari dugaannya.


" Iya tuanku. Aku juga baru tahu cara tersebut bisa digunakan untuk membuka pintu gerbang besar ini. " Cid juga melongo melihat Vani yang berhasil membuka pintu itu.


" Hei, apa kau mau masuk dan mengeceknya? Atau hanya bengong disitu dan menungguku keluar membawa sesuatu. " Vani masuk kedalam pintu tersebut. Lalu, diikuti Xavi dan Cid.


" Hei, tunggu aku! Hei Vani, tunggu! " Xavi berlari mengejar Vani.


Sebuah dungeon yang tersembunyi ditemukan di dalam hutan Thoref, dengan sebuah pengaman dan sihir pengelabuhan, membuatnya akan sulit ditemukan.

__ADS_1


Lalu mereka yang masuk kedalam dungeon untuk rasa penasaran mereka dan apa yang ada didalam dungeon tersebut, apakah bisa dibawa menjadi tugas mereka.


__ADS_2