
Dalam sebuah ruangan yang sedikit sunyi karena hanya ada Seorang Bangsawan licik dan tangan kanannya serta tiga wanita penghibur yang ada disamping Bangsawan itu.
" Bagaimana kabar dari restoran yang akan menjadi milik kita itu? " Bangsawan itu bertanya pada seorang tangan kanan yang menjalankan tugas pemberiannya.
" Kurang sebentar lagi kita akan memilikinya. Serta beberapa laporan lain yang menguntungkan anda Tuanku. " Si tangan kanan itu menyerahkan selembaran laporan untuk Bangsawan tadi.
Dari sisi gelap sebuah ruangan yang ada. Xavi keluar dengan berjalan dan bertepuk tangan.
...[ Prok - prok - prok. ]...
Sebuah tepuk tangan dari Xavi mengagetkan seisi ruangan. Karena tidak ada tanda pintu terbuka maupun jendela yang telah dibobol memberikan kesan Xavi masuk dari mana? kenapa bisa sampai dalam ruangan itu. " Hahaha. Tadi aku berfikir untuk mengampuni nyawamu. Tapi sepertinya aku terlalu baik. "
" Siapa kau ini? Dan bagaimana kau bisa masuk keruangan ini? Kenapa dengan para penjaga yang tidak pecus itu kubayar dengan mahal. Hei, Gargan! Kenapa anak buahmu tidak ada yang menghentikannya? " Bangsawan itu mengomeli Tangan kanan kepercayaannya.
" Maaf Tuan Borge, tapi akan kuselesaikan ini. Dan menutup ketidakmampuan anak buah saya dalam menjalankan tugas. " Gargan menarik pedangnya dan melesat ke arah Xavi.
...[ Cring. ]...
Hantaman pedang yang ingin menebas leher Xavi dihentikan dengan mudah oleh Xavi. " Jangan terlalu cepat memutuskan begitu. Nanti kepalamu yang akan lepas dulu dari tubuhmu sebelum pedangmu menjangkauku."
" Gargan! Cepat bunuh penyusup itu! Aku membayarmu banyak untuk melindungiku. " Borge berteriak kepada Gargan yang diposisi tidak terlalu baik.
" Baiklah, aku tetap akan membunuh kalian jika kalian tidak mau menyelesaikan ini baik-baik. " Xavi mengumpulkan mananya di pedang yang dia bawa dan meloltarkannya kearah Borge.
...[ Suet - brell ... . ]...
Tembok yang ada dibelakang Borge hancur. " Oh, sepertinya aku meleset. Tapi baiklah. Untuk yang kedua kalinya tidak akan meleset.
Borge langsung bersujud meminta ampun. " Oh, Tuan! Tolong jangan bunuh aku. Aku bisa memberi apa yang kau mau. Apa anda ingin uang? Baiklah, akan aku berikan. Tapi tolong! Jangan bunuh aku. "
__ADS_1
" Oh, aku tidak butuh itu. Yang aku inginkan adalah nyawamu sekarang ini. " Xavi mengekspresikannya dengan menyeramkan.
" Ha ... huhuhu. Aku salah apa Tuan? Aku tidak punya masalah denganmu sebelumnya kan? " Borge merengek.
" Kau masih bertanya salahmu apa? Baiklah. Akan aku jelaskan apa salahmu. Jika kau tahu Restoran Gustave yang kau berikan pinjaman akan kau ambil alih. Iya, memang mereka yang awalnya salah meminjam uang padamu. Tapi untuk selanjutnya tindakanmulah yang membuat aku geram. Bagaimana kalau kau mengambil restoran itu dan aku akan mengambil nyawamu sebagai gantinya. " Xavi menghunuskan pedangnya tepat disamping leher Borge.
Setelah apa yang dilakukan Xavi. Akhirnya Borge mengembalikan surat kepemilikan restoran Gustave dan surat pernyataan bahwa hutang Gustave dan Lily telah lunas. Tidak hanya itu Borge juga diurus oleh Mikasa dan masuk penjara.
Xavi datang ke restoran Gustave dan memberikan sertifikat restoran kepada Gustave dan surat pernyataan lunas untuk hutangnya.
" Hah, ini benar-benar mengejutkan. Terimakasih sebelumnya. " Gustave dan Lily menundukkan kepala mereka karena ingin berterimakasih.
" Baiklah, jika kalian ingin melanjutkan usaha restoran kalian tidak apa-apa. Jadi, aku akan mencari orang lain untuk memasak nanti. " Xavi berpamitan.
" Tunggu dulu Tuan Xavi! Aku sudah memikirkan untuk ikut Tuan Xavi, jadi setelah aku berfikir bahwa membuaka restoran ini bukanlah pilihan yang tepat. Lagian kami sudah berencana untuk menutupnya. Jadi, aku dan Lily akan ikut dengan Tuan Xavi." Keputusan Gustave sudah bulat.
" Baiklah, satu minggu lagi kalian akan dijemput oleh mikasa dan akan diantarkan ke tempat tujuan kita. Dia akan menemani kalian nanti sebagai penunjuk arah dan sebagai pengawal mungkin. " Sementara Xavi menerangkan, Gustave dan Lily bingung.
" Oh iya, aku lupa memperkenalkannya. Mikasa! Bisa kau keluar kesini sebentar? " Xavi memanggil Mikasa yang sedang dalam mode menyembunyikan diri.
" Hah, keluar. Bukannya di suruh masuk? " Lily bingung.
Dari sudut yang sedikit gelap Mikasa menampakkan dirinya dan menghilangkan efek penyembunyiannya.
" Hoh, aku jadi tahu kenapa Tuan Xavi menyuruhnya keluar. " Gustave sidikit mengerti tentang siapa Mikasa.
" Jadi, perkenalkan. Dia adalah Mikasa. Dia merupakan prajurit bayangan Kerajaan Arcane." Penjelasan Xavi membuat kaget Gustave dan Lily kaget.
" Aku tahu cerita tentang Mikasa, prajurit bayangan yang membantu Pahlawan Kerajaan Arcane di perang sebelumnya. " Gustave mengetahui siapa Mikasa.
__ADS_1
" Sebenarnya dalam hal itu aku tidak ingin banyak orang tahu tentangku. Tapi Tuan Faramis juga ingin melibatkanku dalam penerimaan hadiah perang. Jadi, namaku menjadi sedikit terkenal. " Mikasa bercerita tentang dirinya
" Hah, benarkah dia Mikasa yang itu? Hah, dia cantik sekali ... . " Lily kagum dengan sosok Mikasa yang tangguh dan menawan.
" Lalu, seorang prajurit yang sangat hebat sepertimu sekarang bekerja dengan Tuan Xavi. Lalu, siapa anda sebenarnya Tuan Xavi? " Gustave penasaran dengan identitas Xavi.
" Hem, karena alasan tertentu, aku tidak bisa mengungkap identitasku yang sebenarnya. Jadi, tolong rahasaiakan tentang Mikasa untukku sebagai permintaan dariku. " Xavi meminta supaya tidak ada yang tahu.
" Baiklah, demi menghormati Tuan Xavi yang telah menyelamatkan tempat ini, dan menjadi milik kami lagi dan rumah kami. Aku dan Lily tidak akan mengungkit masalah ini lagi. " Gustave berjanji dengan Xavi.
" Baiklah, kalau begitu. Aku pamit dulu. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan. " Xavi pamit.
Xavi yang mengejar waktu supaya rencananya selesai dengan mulus, dia langsung ketempat dimana bisa membeli tanah dan tempat yang dia bisa buat untuk usaha tempat makannya.
" Oh, jadi ini Guild perdagangan. Jadi ini tempat yang bisa membantuku kali ini. "
Xavi masuk saja dan melihat kesekitar banyak para pedagang yang sedang mengurusi segala sesuatu tentang perdagangan.
" Sepertinya ini dunia yang cukup membuatku ingin terjun kesana. " Xavi berjalan ke arah petugas di Guild pedagang.
" Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu? " Tanya seorang gadis yang sedang bertugas sebagai penerima tamu.
" Oh iya, aku ingin tempat usaha, jadi bisa tolong bantu aku! "
Setelah Xavi menentukan tempat yang dia inginkan, dia kembali ke penginapan untuk beristitahat.
"Hem-hem-hem, kenapa aku tidak diajak? Kau anggap aku apa Xavi? " Sela yang meracau karena tidak di ajak Xavi.
" Hem, apa kalau aku bilang tidak begitu menganggap, apakah terdengat jahat? " Xavi berfikir dan memegang janggutnya.
__ADS_1
" Hah ... jadi selama ini aku tidak pernah dia anggap ada ... ? " Sela tercengang sampai tidak berhenti menganga.
" Sudahlah, aku bercanda. Aku hanya sedang mencari angin segar beberapa hari ini. Dan besok aku butuh bantuanmu. Karena mungkin aku sedikit kerepotan." Xavi meminta Sela untuk membantunya tapi, Sela berpaling dari Xavi dengan wajah cemberut dan pergi keluar.