
Sebuah pintu gerbang dungeon terbuka. Xavi dan Vani masuk kedalam dungeon.
" Hei, Xavi. Sepertinya ini benar sebuah dungeon. " Vani berjalan dibelakang Xavi dengan mengikuti langkah kaki Xavi.
" Kira-kira ada yang jual sebuah makanan tidak ya disini? Aku merasa lapar. " Xavi yang tiba-tiba berhenti karena suara perut yang tiba-tiba lapar.
... [ Gruamm ... . ]...
" Oh, kau lapar sekali ya, Suara perut macam apa itu? " Vani terlihat sedikit kesal.
" Hah, yang tadi itu bukan aku Vani. Kurasa kita kedatangan tamu tak diundang, atau kitalah tamu tak diundang itu. " Xavi yang melihat kedepan dan melihat seekor wizard yang berjalan kearah mereka.
Wizard adalah makhluk berupa monster kadal yang berkembang dan bisa berdiri menyerupai manusia saat berjalan. Dan yang ditemui oleh Xavi dan Vani merupakan seekor wizard air yang habitatnya biasanya di air.
" Hem, dari kelihatannya. Dan dari ukurannya. Wizard ini sepertinya lebih besar. Dua kali lipat dari Wizard yang biasanya. Dan apakah lingkungan disekitar sini menjadi efek dari perubahan wujudnya itu. " Xavi masih diam dan mengamati wizard yang mengarah padanya.
" Iya, disini ruangannya dipenuhi dengan mana yang tidak sewajarnya. Dan itu bisa mempengaruhi pertumbuhan monster disini. Itu Juga yang terjadi dengan monster yang ada didepan kita mungkin. Hei, Xavi. Awas dia mulai kesini dengan cepat. " Vani dan Xavi menghindari serangan Wizard yang tiba-tiba menyerang mereka dengan cepat.
...[ Bruel ... . ]...
Kepala wizard itu menabrak bebatuan di sekitar mereka. Lalu mencabut kepalanya yang tenggelam dalam reruntuhan batu akibat ulahnya sendiri.
" Oh, kuat juga wizard itu. Apakah kita bisa mendapatkan sedikit keuntungan dengan menghabisinya? " Xavi mengeluarkan pedangnya.
" Hem, sepertinya dia bisa dimakan kalau kita bisa memilah dagingnya nanti. Tapi, kurasa akan sulit karena kulitnya cukup keras untuk dipotong. " Vani menjelaskan karakteristik tubuh wizard yang memiliki daging lumayan enak.
" Baiklah, jika dia bisa menjadi makanan yang lezat. Kenapa kita harus menunggu lagi. " Xavi langsung memotong Wizard tersebut. Dan tanpa perlawanan yang berarti, Wizard itu langsung kalah.
Vani yang melihat wizard tersebut langsung menggunakan sihirnya. Untuk memisahkan tubuh-tubuh wizard menjadi bahan yang mana harus mereka ambil.
__ADS_1
" Oh, sihirmu praktis juga. Bisa langsung memilah dan mengelompoklannya. " Xavi baru melihat Vani yang menggunakan sihir untuk memisahkan setiap tubuh wizard tersebut.
" Oh, ini memang jarang aku gunakan. Tapi, ini adalah sihir yang diajarkan oleh tante Ruby. Karena kadang saat memasak ayam. Aku biasanya memakai sihir ini untuk memisahkan tulang, daging, bahkan bagian dalam ayam tersebut. Dan ini menjadi lebih praktis karena tidak perlu menyentuhnya dengan tangan. Oh iya, kau mempunyai sihir ruang dan waktu. Bisa kau simpan yang ini dengan sihirmu? " Setelah selesai memilah tubuh wizard tadi. Vani meminta Xavi menyimpannya di dimensi sihir ruang dan waktu Xavi.
" Hem, baiklah. ini akan menjadi perjalanan yang membosankan jika kita tidak dapat apa-apa untuk dibawa pulang nanti. Jadi, akan kusimpan ini. " Xavi menyimpannya di dimensinya.
Mereka berdua langsung melanjutkan perjalan menyusuri dungeon tersebut. Dan semkin dalam mereka menyusurinya, monster yang mereka temui juga semakin kuat. Sampai mereka sampai di sebuah tempat yang sedikit aneh.
" Hem, Vani. Ini tempat sedikit berbeda daripada yang sebelum-sebelumnya. Kira-kira ada apa ya disini? " Xavi melihat sekitar ruangan dan menemukan sebuah batu sihir.
Tapi, sebuah kejutan datang kepada mereka.
...[ suet ... brell ... duar ... . ]...
Xavi tiba-tiba terpental oleh sesuatu yang melesat kepadanya.
" Xavi ... ." Vani kaget dan menghampiri Xavi yang terpental barusan.
lalu muncullah seekor monster yang memakai sebauh tombak yang tajam di ujungnya.
" Itu terlihat seperti seekor wizard. Tapi, kenapa dia membawa tombak? " Xavi melihat dengan seksama memastikan monster apa yang barusan menyerangnya.
Seekor wizard yang memakai tombak dan terlihat wizard itu memiliki sayap dipunggungnya.
" Jika kalian ingin selamat. Kalahkan aku terlebih dahulu! " Wizard itu berbicara kepada Xavi dan Vani.
" Sepertinya dia bukan wizard biasa. Lalu siapa kau sebenarnya? " Xavi bertanya kepada wizard itu.
" Perkenalkan namaku adalah Gabri dan aku adalah wizard king yang menjaga daerah ini. Dan kalian datang untuk menantangku. Jadi, jika kalian ingin selamat. Kalahkan aku dulu! " Gabri menancapkan tombaknya disampingnya.
__ADS_1
" Wizard king adalah evolusi yang lebih kuat dari wizard yang ada pada umumnya. " Vani menjelaskan pada Xavi.
" Oh, kau sepertinya belajar giat ya Vani. Sampai tau banyak hal yang tidak ku ketahui. " Xavi berjalan kearah Gabri.
Melesat membalas serangan Gabri padanya tadi. Dengan memakai pedang Xavi menyerang Gabri.
...[ Cring ... . ]...
Benturan antar keduanya membuat sebuah percikan terang yang menyala. Langsung menyerang lagi tapi, Gabri berhasil menangkis serangan demi serangan Xavi.
Sementara itu Vani yang melihat dari samping mereka bertarung dan berfikir. " Kurasa wizard king itu cukup kuat karena bisa menahan serangan Xavi. Mungkin saja terlihat begitu. Tapi, Xavi sekarang sedang menikmati duel ini. "
Serangan demi serang dilancarkan Xavi. Dan serangan balik pun di lontarkan Gabri yang membuat Xavi lebih semangat.
" Dia malah keasikan bertarung karena menemukan sesutu yang menarik. Hah, aku akan menunggunya selesai disini saja. " Vani yang merasa bosan dengan semua itu, duduk dan melihat Xavi yang tengah menikmati pertarungan.
" Hahaha, kau hebat Gabri. Ayo tunjukkan padaku semua kemampuanmu! Aku akan senang jika kau sungguh-sungguh. " Xavi yang terbawa suasana pertarungan menjadi menggila.
" Hem, baiklah. " Gabri memusatkan semua mananya pada pucuk dari tombaknya.
Sebuah mana yang bertumpu pada ujung tombak. Dan sebuah kabutpun muncul dan air tiba-tiba mulai setinggi dengkul Xavi. Dan mengelilingi mereka dengan air. Kekuatan wizard air adalah air. Jadi tidak heran jika air tiba-tiba muncul dan menggenangi mereka. Lalu sebuah serangan dilancarkan oleh Gabri.
" Dari tombak ini akan kubuat kau mengerti arti sebuah rasa sakit. " Gabri melontarkan sebuah serangan yang cukup dahsyat kearah Xavi.
" Oh, baiklah. Aku juga akan sungguh-sungguh. " Tadi air yang menggenangi Xavi tiba-tiba menyebar dan kini Xavi dikelilingi oleh mana hitam yang meningkatkan mananya.
Serangan Gabri melesat dan membentur langsung kearah Xavi. Tapi, Xavi menahannya dengan pedangnya.
" Hehehe, Gabri. Aku tahu ini serangan terakhirmu. Jadi, aku akan membuatnya jadi lebih mudah. Karena akan kutebas kau dengan sedikit lembut. " Setelah memblokir serangan Gabri. Xavi melesat kearah Gabri dan menebas Gabri.
__ADS_1
...[ Salsh ... . ]...
" Oh, jadi ini kekuatan seorang pendekar pedang yang hebat. Aku tidak menyesal bisa kalah darimu. Kau bisa mengambil tombakku. Meski tidak terlalu berguna untukmu. Tapi, tombak itu banyak dicari oleh para petualang yang bertemu bahkan yang sengaja mencari wizard king. " Gabri lalu jatuh tersungkur ketanah dan kalah dari Xavi.