Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Sebuah Senjata Untuk Vani


__ADS_3

Di Akademi sihir dimana hari penilaian hasil dari barang-barang langka atau barang-barang sihir yang di akadakan akademi sihir segera dimulai.


" Hem, ada yang membawa posion kualitas tinggi, ada juga yang membawa entah apa itu. " Xavi melihat sebuah gumpalan lendir yang dibawa salah satu temannya.


" Tenang saja Xavi! Aku yakin kita akan menduduki peringkat pertama dengan barang yang kita temukan di dungeon. " Vani tersenyum ke Xavi sambil merangkulnya.


Lalu Iyanero guru Xavi memanggil setiap ketua kelompok untuk maju dan memberikan barang bawaan mereka. Semua anak akademi memberikan barang yang mereka bawa.


" Hem, ini posion kualitas tinggi. Aku yakin ini adalah barang yang dibeli. Lalu ini tombak apa? Bukankah ini tombak Wizard king. Tidak kusangka ada yang bisa mendapatkannya. Lalu, wah ini adalah barang yang sangat langka sekali. " Iyanero kaget melihat salah satu barang yang dibawa oleh anak muridnya.


Lalu diumumkan dan dari peringkat tertinggi akan maju untuk memberi sambutan pada teman-teman mereka." Baiklah, dari semua barang yang dibawa. Ada satu barang yang sangat langka yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ini adalah gumpalan lemak dari monster yang tidak sengaja membeku dan terkena panas yang pas setiap hari dan menghasilkan segumpalan lemak yang kenyal menyerupai slime. Tapi, ini bukanlah slime. Dan pembawa barang ini adalah, Elqi. Silahkan Elqi maju kedepan untuk menyambut teman-teman kalian. "


Seorang denga kaca mata yang terlihat culun mendapatkan nilai tertinggi dari tes ini karena membawa sesuatu yang jarang ditemukan.


" Hah, Elqi? Dan dia membawa segumpalan lemak yang entah bagaimana aku mengungkapkannya. Yah, kita kalah Vani. " Xavi sedikit tertunduk.


" Iya, tidak apa-apa Xavi. Mungkin usaha Elqi lebih dari kita untuk mendapatkan itu. Kita coba dengar dulu dia bercerita. " Vani mencoba untuk menghibur Xavi.


Elqi yang berjalan di tangga untuk naik ke panggung tiba-tiba terjegal oleh kakinya sendiri.


" Ueh ... . "


...[ Gubrak. ]...


Serentak teman-temannya langsung tertawa.


...[ Hahaha ... . ]...


Elqi yang menahan malu karena kejadian itu. Sedikit gugup naik keatas panggung.


" Oh, sudahlah. Itu hanya sesuatu yang biasa. Ehem, tapi aku juga ingin tertawa. Tapi, aku harus menahannya. " Iyanero menahan tawa karena kewibawaannya sebagai seorang guru.

__ADS_1


" Baiklah, kita sambut dengan tepuk tangan peraih nilai tertinggi kali ini. Dan kau bisa ceritakan susah payahnya mendapatkan barang ini pada teman-temanmu. Supaya mereka tahu kalau kau tidak mendapatkan ini dengan mudah. Ayo kalian semua beri tepuk tangan kalian untuk Elqi. " Iyanero lalu mundur untuk mempersilahkan Elqi bercerita.


Suara terpuk tangan dari teman-temannya meriah sekali.


...[ Prok-prok-prok ... . ]...


" Untuk semuanya, saya berterimakasih pada kalian semua. " Elqi sedikit gugup.


" Untuk ini saya akan menceritakan bagaimana saya mendapatkan gumpalan lemak itu." Sesaat Elqi terdiam dan semua teman-temannya menunggu cerita darinya.


" Oh, aku mendapatkan itu di belakang rumah. Di dekat semak-semak. " Semua orang masih terdiam.


Xavi dalam hati. " Hah? Belakang rumah, semak-semak? "


" Iya, aku tidak sengaja menemukannya. Dan aku membawanya saja kesini. Dan aku tidak tahu kalau menjadi orang dengan nilai teratas. Ehehehe. " Setelah mendapat penjelasan Elqi, semua orang melongo.


Lalu banyak yang begumam.


" Hah? Kenapa aku tadi malah membeli posion kualitas tinggi yang harganya mahal. "


Semua orang bergumam sendiri-sendiri. Iyanero pun tidak tahu harus bagaimana.


Dengan tawa yang sedikit dipaksakan Iyanero menghampiri Elqi. " Ahahaha, Baiklah. Mungkin ceritanya tidak terlalu penting. Sekarang kau bisa kembali kebarisan teman-temanmu! "


Lalu ujian ini berahir dengan Xavi dan Vani menempati urutan kedua. Kemudian mereka pulang dan tombak Wizard king itu dikembalikan Iyanero kepada Xavi.


" Hei, Vani. Tadi Pak Iyanero mengembalikan tombak Wizard king padaku. " Xavi bercerita kepada Vani.


" Oh iya kah, bagaimana tadi? " Vani penasaran.


Pada saat sebelum mereka pulang, Iyanero memanggil Xavi. " Hei, Xavi. Kau hebat juga bisa mendapatkan tongkat ini. Sekarang kau bawa pulang lagi tongkat ini. Dan jaga tongkat ini. Jika jatuh ketangan orang yang salah akan menjadi sebuah ancaman nantinya. "

__ADS_1


" Iya, begitulah dia mengembalikannya kepadaku. Lalu, kita apakan tongkat ini, Apa kita jual saja? " Xavi berfikir tentang berapa harga untuk tongkat ini.


" Hem, kurasa itu bukanlah sebuah solusi Xavi. " Vani sedikit kesal dengan pemikiran Xavi.


" Oh iya Vani, Aku punya usulan. Bagaiman kalau kita ubah sedikit penampilan tombak ini. Dan supaya bisa kau pakai sebagai senjatamu. Karena kita tidak akan pernah tahu kedepannya kita akan menghadapi musuh yang bagaimana. Jadi, lebih baik kau memiliki senjata. " Xavi ingin memberikan tongkat itu pada Vani.


" Lalu, apa kau tahu tempat yang bisa membuat itu lebih pas denganku? Aku tidak akan mau menerimanya kalau modelnya masih seperti itu. Tombak dengan tiga mata tombak. Aku tidak suka senjata yang seperti itu. " Vani melihat tombak yang dibawa Xavi.


" Hem, sepertinya aku tahu tempat yang bisa sedikit mengubah tampilan dari tombak ini. Nanti setelah kita sampai dirumah saja, aku akan pergi ke tempat yang bisa mewujudkan ini menjadi tombak impianmu. " Lalu mereka pulang kerumah.


Disebuah atap dari toko senjata di pusat kota Kerajaan Arcane. Xavi tiba-tiba muncul disana menggunakan sihir ruang dan waktu.


" Oh, kau rupanya. Ada apa datang kesini lagi? " Sang pemilik toko senjata menyapa Xavi.


" Oh, paman Morgan. Ini Aku mau meminta bantuanmu. Ehehehe. " Xavi tersenyum seolah dia tahu kalau Morgan akan membantunya.


" Hah, kenapa kalau kau kesini selalu menyulitkanku? Aku sedang santai ini. Dan tiba-tiba kau datang meminta bantuanku. Kuharap permintaanmu ini menarik, jika tidak menarik maka aku tidak akan membantumu. " Morgan bangkit dari leha-lehanya di sofa tempat istirahatnya.


" Oh, ini akan menjadi menarik sekali paman Morgan. Karena aku mau memintamu merenovasi sebuah tombak untuk adik perempuanku. " Xavi mengeluarkan tombak Wizard king dari sihir ruang dan waktunya.


" Tombak itu? Tombak Wizard king kan. Kau hebat juga bisa mendapatkannya. Lalu, kau ingin aku merubahnya seperti apa? " Morgan tertarik dengan permintaan bantuan Xavi.


" Oh, mudah saja paman Morgan. Tombak ini akan digunakan oleh adikku Vani, tapi dia tidak mau menggunakannya karena modelnya sedikit jadul. Dan aku meminta bantuanmu untuk menyerasikannya dengan adik perempuanku. Apa paman Morgan bisa? " Xavi memberikan tombak itu pada Morgan.


" Baiklah, tapi kali ini aku meminta bayaran lebih karena kau memintaku langsung yang mengerjakan ini. " Morgan tersenyum tertantang dengan permintaan Xavi.


" Oh, tenang paman Morgan. Aku akan membayarmu. Aku sudah bekerja juga sekarang. Sebagai petualang. Dan sebagai pemilik restoran yang cukup tekenal di Kerajaan Arcane. Oh ini aku membawa oleh-oleh dari restoranku." Xavi memberikan bungkusan.


" Hah, apa ini? Hah, ini kan masakan daging naga tanah yang sering dibicarakan orang itu. Aku sering tidak kebagian karena selalu habis duluan sebelum aku sampai disana. Jadi, kau pemilik restoran itu? Tidak diragukan lagi kau memang anak dari Faramis. Kau hebat sekali. Aku punya persyaratan untuk kali ini. " Morgan tersenyum merencanakan sesuatu.


Lalu rencana apa yang akan diminta Morgan untuk pengerjaan tombak untuk Vani kali ini. Dengan senyuman yang misterius. Xavi tidak bisa menebak syarat apa yang akan diminta oleh Morgan.

__ADS_1


__ADS_2