
Disaat Peternakan Xavi kini sudah ada yang mengurusi. Sekarang dia berencana untuk menyembelih 100 ekor naga tanah dan dipisahkan antara daging dan beberapa unsur yang dia bisa jual untuk ke Guild pedagang melalui Guid petualang dengan bantuan Guin.
Dengan bantuan Guin juga, Xavi meminta bantuan tentang orang-orang dari Guild petualang untuk memotong dan memilah daging dan bagian tubuh dari naga tanah yang bisa dijual sebagai bahan pembuatan senjata dan beberapa alat rumah tangga lainnya.
" Oke, satu rencana telah berjalan. Kemudian aku akan mencari juru masak yang bisa kuandalkan. Hah, mungkin untuk dagingnya. Aku bisa menyimpannya di dimensi ruang dan waktu. Jadi, tidak membusuk." Xavi sedang tidak ada kegiatan dan hanya berjalan-jalan di kota.
Xavi mampir disebuah restauran yang terlihat sepi. Tapi dia mencium bau harum dari sebuah masakan yang mereka masak. "Hem, ada apa dengan orang-orang sekitar sini. Tidak tahu bau masakan seenak ini. "
Xavi masuk dan langsung duduk. " Em, oe ... aku lapar? Apakah ada yang bisa saya pesan? "
Denga tergesa-gesa seorang gadis yang keluar dari ruangan yang sepertinya dapur. " Ah ... maaf lama menunggu. Eh, dan maaf, kami hanya ada satu menu hari ini. "
Dengan wajah yang sedikit takut akan kehilangan pelanggan satu-satunya hari ini yang mampir di tempat makannya. Gadis itu memejamkan mata. Tapi karena Xavi memang benar-benar lapar, dan dari aroma makanan yang dia cium itu bukanlah sekedar masakan yang bisa dia lupakan dalam semalam.
" Ah, aku pesan satu porsi ya! Dan apakah kamu bisa menemaniku makan jika kamu tidak terlalu sibuk? " Xavi ingin bertanya akan sesuatu yang janggal dari tempat makan ini.
Gadis itu membawa sepiring hidangan daging bakar dan sebotol soda.
" Hem, harum sekali. Dan aku sudah kelaparan. " Xavi langsung memakannya.
Dari sini Xavi merasakan ada kejanggalan yang tidak seharusnya terjadi. Sebuah hidangan yang seenak ini kenapa tidak ada pelanggan satupun yang mampir. Dari segi tempat makan dan kualitas penyajian cukup baik.
__ADS_1
" Boleh aku bertanya sesuatu yang lebih intens dari tempat makan ini? Kenapa dari semua yang ada disini. Aku merasakan sebuah kejanggalan dan ini kenapa disini sepi sekali? " Xavi bertanya sambil menikmati hidangannya.
" Sebanarnya kami sedang terlilit hutang dan mereka seolah-olah tidak memberikan kami kesempatan untuk membayarnya. Mereka mencoba menghalangi dengan berbagai upaya mereka supaya tempat makan kami sepi dan menjadikan kami menunggak dan tempat ini menjadi jaminannya. " Penjelasan yang cukup mencengangkan dari anak pemilik toko makan itu.
Tiba-tiba ayah dari gadis itu keluar. " Seperti yang tuan lihat, keadaan semakin memburuk hari demi hari. Dan ini adalah hari terkhir kami buka. Dan terimakasih tuan telah mampir kesini di hari terakhir kami buka. Setelah tuan selesai makan nanti. Kami akan menutup tempat makan ini untuk selamanya. "
Xavi terdiam dan sedang memikirkan sesuatu. Dia akhirnya menemukan sebuah ide. " Sebelum kalian melakukan itu. Apakah kalian bisa kumintai tolong untuk memasak sesuatu? "
Pemilik restauran sedikit bingung. Sementara Xavi mengeluarkan Daging dari dimensi ruang dan waktu.
" Aku meminta kalian untuk memasak sebuah masakan yang seperti ada di dalam buku ini sebanyak yang kalian bisa buat. Karena banyak sekali daftar menunya. " Xavi mengeluarkan sebuah buku menu masakan yang di tulis oleh Faramis.
" Oh, untuk bumbunya. Aku bisa atur itu dan tugas kalian hanya memasaknya. " Xavi mengeluarkan berbagai bumbu dari ruang dimensi.
Setelah beberapa jam Xavi menunggu. Ada sepuluh menu yang mereka buat dan dihidangkan kepada Xavi.
" Kualitas dari masakan mereka sungguh sangat alami sekali. Bahkan ini lebih enak dari apa yang dimasak oleh ayahku. " Faramis mencicipinya satu persatu.
" Hem, bagaimana rasa dari masakan kami? memang pada awalnya kami sedikit kesulitan karena beberapa bumbu yang memang belum kami kenal. Tapi itu tidak jadi masalah setelah kami lihat lagi buku itu. " Gadis itu menerangkan kepada Xavi.
"Tapi, ini mungkin hidangan yang kamu nikmati terakhir kali disini. Jadi maafkan kami. Ini aku kembalikan padamu buku ini! " Pemilik tempat makan itu mengambalikan buku yang diberikan Xavi.
__ADS_1
" Hem, aku punya ide yang lebih baik daripada itu. Bukankah tempat ini akan ditutup dan di rebut oleh pihak yang memberi hutang kepada kalian.Bagaimana kalau kalian memasak 1. Maksudku adalah tempat makan yang aku kelola nantinya. Yah, memang belum jadi. Tapi dalam kurun waktu seminggu ini akan kuusahakan sudah buka. Dan untuk mereka jika ingin mengambil tempat ini. Mereka harus membayar dengan harga yang pantas. Memang pada awalnya ini kesalahan kalian yang mengambil uang pinjaman dengan mereka. Tapi, tindakan mereka yang terlalu jauh ini membuatku sedikit kesal. " Xavi memberikan sebuah denah peta dan tempat yang akan dia jadikan tempat makan yang akan dikelolanya.
" Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku adalah Xavi. Aku seorang petualang. Dan aku ingin memiliki sebuah tempat makan sendiri. Agar aku bisa kesana untuk makan. Jadi, tolong pertimbangkan penawaranku tadi." Xavi berdiri dan ingin pergi.
" Baiklah, kami akan pertimbangkan penawaran anda tadi. Kami akan memperkenalkan diri kami. Saya Gustave dan ini putri saya yang biasa membantu saya di tempat makan ini. Namanya Lily. Terimaksih sebelumnya karena mau membantu kami. " Gustave menundukkan kepalanya sebagai rasa terimaksih.
Xavi membayar makanannya dan kemudian pergi untuk mencari orang yang memberi pinjaman pada Gustave dan Lily.
Mikasa berkumpul bersama pasukan prajurit bayangan yang ada dibawah komandonya.
" Kami siap menjalankan misi yang Tuan Muda Xavi inginkan. " Mikasa dan barisan prajurit bayangan siap atas perintah Xavi.
" Baiklah, apa kalian sudah tahu tempat dimana target kita nanti? " Xavi berjalan diantara para prajurit bayangan.
Mikasa maju dan memberitahu Xavi. " Target telah diketahui dan keberadaannya sekarang ada dimana. Dan siap untuk dieksekusi. "
" Baiklah, kalian boleh melukai mereka, tapi kalian tidak boleh membunuh mereka. Karena itu akan merepotkan nantinya. Karena sepertinya mereka merupakan orang-orang yang cukup berpengaruh pada Kerajaan Arcane. Cukup buat mereka tidak akan melakukan perpuatan mereka kembali saja. Dan setelah ini harus ada beberapa diantara kalian yang mengawasi gerak-gerik mereka. Jika membuat kesalahan yang sama atau hampir serupa. Eksekusi langsung yang bersangkutan. " Xavi memulainya dengan memasuki sebuah gedung sebuah organisasi yang dikepalai oleh seorang bangsawan Arcane.
Saat sampai di gerbang, penjaga menghentikan Xavi. " Siapa kau? datang kesini malam-malam begini. "
" Kalian tidak perlu tahu siapa aku. " Tanpa memberi isyarat, prajurit bayangan membuat pinsan kedua penjaga gerbang itu dari belakang.
__ADS_1