Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Seorang Petualang Yang Berbeda Dari Yang Lain.


__ADS_3

Sebuah bangunan yang cukup besar, sebuah gedung tempat para petualang menerima misi dan mengambil misinya.


" Ah, jadi ini tempatnya. Baiklah, aku akan masuk dan mulai menjadi petualang hari ini." Xavi masuk kedalam gedung Guild petualang.


Sepertinya para petualang selalu menilai orang yang baru disini. Semua orang terlihat sedang memperhatikan Xavi. Dan ada yang sedikit mengganggu Xavi saat dia sedang berjalan diantara orang yang sedang duduk dan makan atau sekedar minum, lebih seperti kedai yang Kafe disini.


Pria itu menghampiri Xavi. Dan membisikkan sesuatu ke Xavi. " Hei, kau orang baru ya? Jika kau kesini hanya untuk membuang nyawamu karena ketidak sanggupan melawan ketakutanmu. Sebaiknya kau pergi dari sini. "


Tampilan Xavi yang tidak memakai Zirah tidak seperti seorang petualang lainnya membuatnya dikira hanya bercanda.


" Jangan tunjukan taringmu. Kalu kau hanya seekor babi hutan. " Kata-kata Xavi langsung membuat emosi petualang itu.


Petualang tingkat D yang bernama Eldo yang menghampiri Xavi karena penampilannya yang terlihat bercanda sebagai seorang petualang yang tidak memakai perlengkapan yang cukup di bilang sebagai seorang petualang. Xavi hanya memakai jubah kelabu dan hanya memakai celana sampai dengkul dan hanya memakai baju oblong warna hitam seperti kelihatan seperti orang yang tidak sungguh-sungguh ingin menjadi petualang.


Sebuah pedang diarahkan keleher Xavi. " Sepertinya kau memang tidak pantas ada disini. Jika kau masih punya nyali untuk melangkah lagi, aku akan membuat cairan merah itu mengalir dari nadimu. " Eldo jengkel karena dipanggil babi hutan oleh Xavi.


" Kalau aku jadi kau, tidak akan kulakukan itu. " Xavi yang menyelingkap jubah kelabu nya. Dan pedang Xavi yang mengarah ke perut Eldo. " Keduanya lalu memberi jarak dan melompat menjauh.


Semua orang hanya melihat dan tidak ada yang menghentikan pertikaian ini. Xavi melihat sekitar dan dia berfikir untuk menyelesaikannya segera. Karena dia tidak mau mengganti rugi dengan kerusuhan yang mungkin terjadi saat ini.


Eldo bersiap maju menyerang. Xavi memperkuat pedangnya dan ketajamannya.


Eldo berlari, Xavi hanya satu langkah memakai sihir penguat pada kakinya dan melesat.


...[ **Cring ... Slash ... . ]...


...[ Klunting**. ]...

__ADS_1


Pedang Eldo terbelah dan eldo berhasil dilumpuhkan oleh Xavi tanpa setitik darah. Dan yang sebenarnya terjadi adalah.


Saat Xavi sudah membelah pedang Eldo. " Jika aku membunuhnya atau melukainya disini, itu nanti akan menyulitkanku sendiri kedepannya.


...[ Duak. ]...


Sebuah ketukan pada leher Eldo Membuatnya pinsan.


" Ah, Eldo ... apa kau mati? " Seorang gadis yang merupakan rekan Eldo segera menghampiri dan mencoba menyembuhkannya dengan Heal.


" Kau tidak perlu memakai Heal untuk menyembuhkannya. Dia cuma pinsan. Bawa dia saja! Nanti dia sebentar lagi akan sadar. " Xavi jongkok dan memberitahu rekan Eldo.


Xavi kembali melanjutkan niatnya untuk mendaftar di Guild petualang ini dan mendatangi Gadis yang bertugas dalam Guid ini di bagian pendaftaran.


" Selamat datang, Namaku Guin, senang bertemu dengan anda. Dan ada yang bisa saya bantu? Ngomong-ngomong tadi itu pertunjukan yang hebat. Kau kuat sekali. " Pujian dari Guin, seorang petugas Guild di bagian pendaftaran.


" Baiklah, ini selembaran untuk diisi sesuai identitas, dan setelah diisi nanti akan ada pengukuran kekuatan biar ada keserasian antara data dan kemampuan yang dimiliki. " Guin menyodorkan selembar kertas.


Setelah mereka selesai. Guin mengantar Xavi untuk mengukur kekuatan dan kemampuannya.


" Hah, untung saja kemarin aku bertemu dengan Mikasa, salah satu teman Ayah yang bisa membantuku mengenai identitas dan sesuatu yang kuingin tahu tentang Guild petualang. " Dalam hati Xavi memikirkan tentang Mikasa yang membuatkan identitas palsu kemarin.


Sebuah malam yang sunyi ketika semua terlelap. " Aku tahu kau ada disitu. Jadi keluarlah dan tidak perlu bersembunyi. " Xavi yang merasakan ada seseorang yang sedang mengawasinya tapi tidak dengan niat yang buruk ataupun ingin membunuh.


Seseorang prajurit bayangan keluar dari kegelapan. Dan Xavi keluar dari jendela kamarnya, melompat untuk menghampirinya. " Hiyah, Hah. Melompat dari lantai atas membuat perutku sedikit bergoyang. Jadi, kau ini siapa dan apa tujuanmu mengasi rumah ini? "


" Maaf, perkenalkan. Aku adalah Mikasa, seorang prajurit bayangan Kerjaan yang bekerja kepada tuan Faramis. Anda adalah tuan muda Xavi. Anak dari tuan Faramis. Beliau memberikanku tugas untuk menjaga dari jarak yang tidak diketahui oleh kalian, dan ternyata aku katahuan, anak dari Tuan Faramis memang hebat. Maaf atas ketidakmampuanku ini." Mikasa memberikan salam dan permintaan maaf kepada Xavi.

__ADS_1


" Hem, Mikasa ya. Aku tahu tentangmu, kau adalah prajurit bayangan yang membantu ayahku dalam perang lima tahun silam, dan kau yang bertugas membunuh Raja Kerajaan Vender. Yah, aku cukup tahu nama kalian. Meski baru pertama kali bertemu. Begitu pula dengan Tante Ruby. " Xavi menjelaskan tentang apa yang dia tahu.


" Suatu kehormatan anda bisa tahu siapa saya. Dan apakah ada yang bisa saya bantu? Silahkan jika ada permintaan yang bisa aku lakukan, akan kuusahakan. " Mikasa bertanya apa ada yang bisa dia lakukan.


" Hem, ada satu kendala yang aku sedikit sulit untuk menyelesaikannya sendiri. Kau merupakan prajurit bayangan kan? Jadi soal identitas. Apakah kau bisa membuatkan satu untukku dengan umur yang lebih tua supaya aku bisa mendaftar di Guild petualang. " Xavi ingin membuat identitas palsu yang bisa dia gunakan untuk mendaftar di Guild petualang.


" Tentu saja akan kuusahakan itu. Tapi kenapa tuan muda ingin menjadi seorang petualang diusia yang sangat muda. Lalu bagaimana dengan penampilan anda nanti? " Mikasa bingung.


" Oh, mungkin aku harus menjelaskan dengan sihir penyamaranku dulu. " Xavi merubah dirinya menjadi seorang yang berusia sekitar delapan belas tahun.


" Oh, jadi begitu. Dengan penampilan anda sekarang. Aku yakin bisa mendaftar di Guild Petualang. Baiklah, aku akan melaksanakan tugas ini. Besok selesai dan akan akan kuberikan identitas itu pada tuan muda. Saya pamit undur diri dulu. Selamat malam dan selamat beristirahat Tuan muda! " Mikasa pergi dan Xavi kembali ke kamarnya untuk tidur.


Kembali lagi ke waktu dimana Xavi berada di Guild petualang.


" Hem, untuk identitas bisa dipalsukan. Tapi untuk kemampuan mereka memiliki cara tersendiri untuk mengidentifikasikannya ya. " Xavi bergumam dan berjalan mengikuti Guin.


" Kalau diperhatikan dari belakang, Guin kelihatan huehehe. " Xavi melamun dan sedang membayangkan. Sampai dikejutkan oleh Guin.


" Maaf, Xavi! " Guin memanggil Xavi dari lamunannya.


" Eh, maaf jadi melamun. " Xavi malu karena tiba-tiba dia melamun.


" Hem, sepertinya kau sudah dewasa ya? Aku tahu kau sedang memikirkan apa. " Guin mendekatkan mukanya ke muka Xavi.


" Eh - eh - eh, tidak kok tidak, aku hanya sedang memikirkan bagaimana hasil dari identifikasinya nanti. " Xavi tersenyum dengan tidak baik.


" Hem, baiklah. Aku cuma bercanda. Sekarang letakkan tanganmu di papan yang ada dibawah papan besar itu. Lalu identifikasi akan secara otomatis dilakukan. Setelah selesai, kartu Guild atau tanda pengenal pahlawan anda akan keluar. " Guin menerangkan bagaimana cara pengidentifikasiannya.

__ADS_1


__ADS_2