Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Soerang Yang bisa Diandalkan Sebagai Pengintai


__ADS_3

Di sebuah pelatihan ksatria di Kerajaan Hailink. Sebuah pemandangan yang cukup asing untuk diketahui oleh beberapa orang. Para orang yang dipanggil melalui sihir pemanggilan ini sedang berlatih dengan ksatria Kerajaan Hailink. Dari kelihatannya mereka mendapatkan paksaan dari ksatria itu untuk bisa menguasai kekuatannya.


" Hei Xavi, kau lihat itu kan? " Faramis yang sedang mengintai bersama Xavi menunjukkan latihan orang-orang isekai itu pada Xavi.


" Hem, menurut ayah. Mereka itu orang isekai ya? Dari kelihatan dan tampilan mereka memang begitu berbeda dari orang-orang di Kerajaan Hailink. " Xavi memperhatikan orang-orang isekai yang sedang berlatih.


" Baiklah, untuk hari ini kita cukup. Karena kita belum bisa masuk ke dalam istana kerajaan dengan begitu saja.


Akhirnya mereka kembali dan menyusun sebuah strategi.


Di sebuah taman yang cukup tenang dan menyejukkan. Faramis dan Xavi duduk dibawah pohon.


" Hei Xavi, apa kau tahu dulu aku juga merupakan penduduk dunia lain seperti mereka. " Faramis menceritakan masa lalunya, lebih tepatnya adalah kehidupannya sebelum dia berada di dunia yang sama dengan Xavi.


" Hah? Apa ayah tidak sedang berbohong padaku. Jadi, ayah juga pernah dipanggil ke dunia ini dengan cara pemanggilan sihir itu? " Xavi penasaran kelanjutan cerita dari ayahnya.


" Dulu ayah bukan dipanggil melalui sihir pemanggilan seperti itu. Ayah dulu memang sudah meninggal dunia. Dan kerena itu ayah diberi kesempatan untuk mengulang hidup didunia yang berbeda. " Faramis menceritakan pada Xavi tentang rahasianya.


" Hah, kenapa bisa begitu? " Xavi semakin penasaran.


" Dulu, Aku ingat sekali kejadian itu. " Faramis bercerita dari awal saat dia di reinkarnasi kedunia ini.


Pada waktu itu Faramis sedang berada di suatu kolam renang di suatu kota yang memiliki penginapan berbintang. Dan faramis pada waktu itu adalah seorang bos mafia yang sedang menikmati hari liburnya. Tapi, karena suatu kesalahan malaikat maut yang sedang bertugas mencabut nyawa bawahannya. Tapi, malah mencabut nyawanya.

__ADS_1


" Hahaha, jadi malaikat maut itu salah mencabut nyawa ayah? Lalu bagaimana kelanjutannya? " Xavi sendiri jadi kasihan dengan Faramis karena dia seharusnya bukan yang mati.


" Iya, aku ingat sekali dengan wajah malaikat maut itu. Aku memarahinya dan meminta ganti rugi karena lalai dalam menjalankan tugasnya. Lalu, Dewa memberiku sebuah kekuatan bisa mengendalikan semua elemen sihir pada waktu itu dan di reinkarnasi ke dunia ini. Lalu jadilah aku sampai saat ini. " Xavi yang mendengar cerita tersebut memandang ayahnya sekarang berbeda. Lebih seperti mengaguminya.


" Ho ... ayah keren sekali. Malaikat maut itu bisa dimarahi oleh ayah. Hahaha, Aku kalau jadi ayah tidak mungkin berani memarahi malaikat maut. Ayah memang hebat sekali. " Xavi yang senang mendengar cerita ayahnya. Dia langsung percaya dengan apa yang diucapkan oleh Faramis.


Memang untuk masalah kehidupannya dulu selalu dia rahasiakan kepada anak-anaknya karena tidak mau masa lalunya yang cukup kelam karena sebagai bos mafia diketahui. Tapi, diusia Xavi yang sekarang dan dari perkembangan Xavi selama ini. Faramis merasa dia bisa memahaminya dari sudut pandang yang berbeda.


Sementara itu, di lain sisi. Ruby dan Vani sedang berada di gerbang Kerajaan Hailink mencoba masuk dengan cara yang kurang formal.


" Hoe, bagaimana kalau kita bertarung saja. Kenapa aku tidak boleh masuk ke kerajaan ini? Aku bukan seorang penjahat tahu. " Ruby yang marah-marah karena tidak boleh masuk oleh petugas.


" Tapi, mana ada seorang wanita yang membawa sabit sebesar itu? Kau pasti seorang pembunuh berantai yang sedang buron kan? " Petugas itu masih bersikukuh supaya Ruby tidak bisa masuk ke Kerajaan Hailink.


Lalu Vani menghampiri Ruby. Dan mencoba bernegosiasi dengan petugas tersebut. Dan dengan hebatnya, petugas itu langsung menyetujuinya.


Saat berjalan masuk ke dalam kerajaan Ruby penasaran dengan apa yang dilakukan Vani supaya bisa masuk. " Hei Vani, kenapa petugas itu bisa luluh denganmu? "


" Hem, kenapa tante Ruby tidak menggunakan sedikit sihir untuk mempengaruhinya. Kita bisa saja sudah masuk dari tadi kalau tante Ruby tidak mencari gara-gara dengan petugas tersebut. " Vani menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.


" Heh, jadi semua ini salahku? Hah, padahal yang lebih terlihat seperti penjahat adalah dia yang menggunakan sihir untuk mempengaruhi petugas itu. " Ruby mengeluh karena ini menjadi salahnya.


" Sudahlah tante Ruby, ayo kita mencari tempat untuk menginap dan mencari Xavi. " Akhirnya mereka mencari tempat untuk menginap.

__ADS_1


Xavi yang sedang bersama Faramis sekarang berada di sekitar istana dan mencari celah untuk masuk dalam istana kerajaan. Lalu, prajurit yang sedang berpatroli di begal oleh Faramis dan Xavi.


" Hei ayah. Apa yang akan kita lakukan dengan mereka berdua? " Xavi bingung kenapa Faramis membegal dua orang prajurit kerajaan.


" Kita akan membaca pikiran mereka mengenai keadaan kerajaan ini. Dan kita akan masuk dan menyamar sebagai dua orang prajurit ini. " Faramis melakukan sihir pembaca pikiran dan disampaikan kepada Xavi juga.


Setelah mereka mengganti pakaian dengan sebuah zirah prajurit Hailink sudah siap untuk masuk ke istana kerajaan.


" Hei ayah, apa tidak apa-apa membiarkan mereka berada disini? " Xavi mengingatkan Faramis tentang dua prajurit yang tadi.


" Tidak perlu dipikirkan. Mereka akan pulang keruamahnya masing-masing untuk sementara waktu mereka tidak akan datang ke istana ini. " Faramis mencoba menenangkan Xavi yang tadi sedikit khawatir.


" Hah? Apa maksudmu. Yang aku maksud adalah mereka sekarang tidak memakai baju dan celana. Mereka bisa mati kedinginan nanti. " Xavi yang jengkel karena Faramis tidak bisa mengerti dengan apa yang dia maksudkan.


" Eh, iya. Baiklah. " Lalu Faramis mengambil beberapa pakaian dari sihir ruang dan waktunya. Lalu, di lempar kepada dua prajurit tadi.


Mereka lalu menyelinap ke dalam kerajaan dan membaur dengan prajurit-prajurit lainnya.


Mikasa yang mengawasi dari kejauhan dari sudut atas sebuah bangunan istana. Wajar saja dalam penyamaran dan pengintaian, Mikasa jauh lebih ahli ketimbang Faramis dan Xavi. Mikasa langsung masuk kedalam kerajaan tanpa diketahui oleh para prajurit. Dengan menghilangkan hawa keberadaannya dan menyelinap kedalam kerajaan.


Sampai Mikasa muncul tiba-tiba muncul didepan Faramis dan Xavi dan mengagetkan mereka.


" Hoeh, kenapa kau bisa sampai dalam istana. Padahal kau tidak menyamar? Dan tidak ketahuan pula. " Faramis dengan ekspresi kaget itu melihat Mikasa.

__ADS_1


" Maaf tuan Faramis, aku melakukannya dengan lebih efektif ketimbang harus menyamar seperti kalian ini hanya akan membuang-buang waktuku. Jadi, singkat saja. Aku akan memberitahukan kalau para orang isekai untuk beristirahat ada di gedung sebelah sana. Dan jika kalian memerlukanku, kalian bisa memanggilku lagi nanti. Aku akan lanjut mengawasi dari sisiku. " Mikasa menunjukkan tempat istirahat para orang isekai pada Faramis dan Xavi. Lalu, dia pergi seperti seorang pembawa pesan yang akan langsung menghilang setelah tugasnya selesai.


__ADS_2