Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Hari Pertama Xavi Menjadi Seorang Pengajar.


__ADS_3

Di sebuah tanah lapang yang cukup luas lebih seperti terlihat padang rumput yang terawat karena setiap harinya ada tukang potong rumput yang memotong rumput-rumput tersebut.


" Baiklah, sekarang kita akan melihat seberaba kemampuan kalian untuk mengendalikan sihir. Aku tahu kemampuan kalian hebat. Tapi, bagaimana dengan kemampuan untuk mengendalikannya. " Xavi yang terlihat sedang melakukan sebuah pengajaran.


Semua orang diminta Xavi untuk mengeluarkan kekuatan mereka. Dan dia akan menilai seberapa jauh mereka bisa menguasai kekuatannya sendiri.


" Hei, kau yang disana. Bisa kesini sebentar! " Xavi memanggil salah seorang gadis yang sedang kesulitan untuk mengeluarkan kekuatannya.


Gadis itu malah bingung yang dimaksud Xavi siapa. " Ah, aku ya? Aku akan kesana. "


Gadis itu datang menghampiri Xavi dan berdiri di samping Xavi.


" Baiklah, karena aku melihatmu kesusahan dalam mengendalikan, oh atau bisa kusebut tidak bisa mengeluarkan kekuatan sihir ya?" Xavi meliahat kearah gadis itu dan membuat mukanya memerah.


Lalu, salah satu teman gadis itu melempari sebuah kata-kata pada gadis itu. " Hei pak, dia memang orang yang tidak berguna yang tidak bisa melakukan apapun. Bahkan, dikehidupan sebelumnya dia juga seperti itu. "


" Bisa diam sebentar kau yang ada disana! " Xavi mencoba menenangkan keadaan yang dibuat oleh teman gadis itu.


Kemudia Xavi bertanya tentang masalah apa yang gadis itu alami. " Hei, apa kau tidak marah dengan perlakuan mereka terhadapmu? "


Gadis itu tersenyum tapi penuh dengan paksaan sekali di raut wajahnya. " Ehehe, tidak apa-apa kok. Lagian mereka ada benarnya juga kalau aku memang tidak berguna. "


Xavi yang melihat keadaan sekarang adalah bukan lagi sebuah masalah simpel karena sudah masuk dalam zona kejiwaan suatu manusia.


" Baiklah, lalu jika mereka akan membunuh teman yang berharga bagimu. Apa kau akan diam saja seperti ini? " Pertanyaan Xavi membuat gadis itu bimbang dan tidak tahu harus berbicara apa.

__ADS_1


" Anu, apa itu mungkin terjadi? Bukankah kita semua teman. Itu tidak akan terjadi kan? " Gadis itu mulai menundukkan kepalanya.


" Lalu, apa yang membuat itu tidak akan pernah terjadi hanya karena kalian semua teman. Apa perlakuan mereka tidak cukup membuatmu yakin kalau mereka bisa saja berbuat lebih dari itu. Kau tahu, terkadang musuh terbesarmu adalah orang-orang terdekatmu sendiri. Jadi, kalau itu terjadi. Kau tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa. Bukankah begitu, kau hanya akan menyalahkan keadaan tanpa kau tahu bahwa yang salah adalah dirimu yang tidak mau beranjak dari dasar lembah keterpurukan itu. " Xavi sedikit mencerahkan gadis itu. Ternyata bakat sebagai seorang pengajar cukup lihai dimainkan oleh Xavi.


" Tapi, aku takut jika aku menggunakan kekuatanku. Aku bisa melukai seseorang. Dan aku tidak mau itu terjadi. " Gadis itu kurang satu langkah lagi untuk beranjak pada jurang keterpurukan dan memulai semua kembali dengan langkah barunya.


" Hem, itukan saat tidak ada aku disini. Jika ada aku disini kau bisa menggunakan kekuatanmu dengan sungguh-sungguh. Coba tunjukkan pada mereka yang tidak menghargaimu dan tunjukkan kalau kau bukan lagi kecoa yang bisa mereka injak dengan mudah. " Motivator dadakan ini menjadi sangat ahli dalam melakukan perannya.


Gadis itu mulai dengan mengeluarkan sebuah mana dari tangannya. Sebuah aliran listrik berada di telapak tangannya.


" Apa tidak apa-apa aku memulainya? " Gadis itu ingin konfirmasi dari Xavi.


" Oh tentu saja tidak apa-apa. Lagian aku akan melindungi mereka jika terjadi apa-apa nanti. Coba saja. " Xavi meyakinkan Gadis itu.


... [ Jedarrr ... . ]...


Semua orang kaget dan melihat kearah gadis itu. Dan Xavi membuat penghalang kepada semua orang yang melingkupi mereka dan akan melindungi semua orang disini. Xavi mengangguk tanda kalau gadis itu boleh mengeluarkan semua kekuataannya.


...[ Jedar-jedar-jedar ... . ]...


Sebuah badai petir hebat menyambar berkali-kali sampai membuat langit yang diselimuti oleh awan hitam terasa berkilauan akibat badai petir yang tak ada hentinya menyambar itu.


Kini angin kencang yang berputar dan memusat diatas langit muncul dan memporak-porandakan daerah sekitar. Meski ini hanya sebuah tanah lapang. Tapi, dampaknya tidak main-main karena tidak ada bangunan yang menghalangi sama sekali.


" Baiklah, sudah cukup. Aku yakin dengan itu, mereka tidak akan berani mengataimu dengan yang tidak-tidak lagi. Jadi, tenangkan dirimu untuk saat ini! " Xavi yang meminta gadis itu untuk menenangkan dirinya dan menurunkan resistensi tekanan mananya.

__ADS_1


Dilain sisi Faramis yang merasakan tekanan mana hebat bebarengan dengan adanya badai petir tersebut menyadari kalau Xavi di balik terjadinya fenomena yang mengerikan itu.


" Hah ... apa sebenarnya yang diajarkan Xavi kepada mereka semua. Ini adalah sebuah hal yang berbahaya. Tapi, kalau itu Xavi yang menjadi dalangnya. Pasti tidak akan terjadi apa-apa."


Vani yang juga merasakan mana Xavi yang berada dibalik tekanan mana besar yang mengendalikan badai petir tersebut.


" Anak itu, apa yang sebenarnya dia lakukan. Ternyata dia berada di istana kerajaan. Sejak kapan dia sudah masuk dalam istana tersebut. Hah, aku tertinggal jauh darinya. Aku harus segera menemukannya. " Vani kemudian keluar dari penginapan.


Ruby yang melihat hal tersebut langsung mengikutinya. " Hei, Tunggu Vani! Kau mau kemana? " Ruby yang lupa memakai pakaiannya dan masih memakai piyama tidurnya itu langsung menyadari hal tersebut dan kembali untuk memakai bajunya.


Cid yang mengikuti Vani dari belakang itu menanyakan sesuatu. " Hei, tuan putri. Apakah kita akan menemui Tuan Xavi? "


" Kita tidak hanya akan menemuinya. Kita Akan menghajarnya karena meninggalkanku dan tidak mengajakku bersamanya. " Vani dengan ekspresi marah itu berjalan cepat menuju arah istana kerajaan.


" Hem, semoga saja nanti Tuan Xavi selamat dari amarah Nona Vani. "Dalam hati Cid yang mengkhawatirkan Tuannya.


Kembali lagi kemana Xavi yang sedang mengajari orang-orang isekai tadi.


Badai petir pun telah usai dengan adanya aba-aba dari Xavi yang membuat gadis tersebut menghentikan sihirnya.


" Baiklah, namamu siapa? " Xavi sedikit menurunkan pandangannya untuk melihat mata gadis tersebut.


" Eh, eh iya namaku Lisa. " Tatapan mata dari Xavi membuat malu Lisa.


" Baiklah, Lisa. Sekarang kau akan memulai langkah barumu yang tidak akan satu orang pun bisa membuatmu bertekuk lutut. Dengan serangan seperti tadi itu adalah, serangan berskala besar dalam ruang lingkup yang cukup luas. Kau bisa menyambarkan petir itu pada orang-orang yang menghinamu. " Sebuah saran yang tidak baik dari Xavi.

__ADS_1


__ADS_2