
Setelah semua selesai dan Raja Hailink yang baru sudah terpilih, tidak ada alasan lagi bagi Xavi dan semuanya berada di Kerajaan Hailink sekarang ini. Tapi, Xavi memikirkan kalau dia mungkin butuh suasana baru. Jadi, dia untuk sementara berada di Kerajaan Hailink untuk sementara waktu.
Di sebuah pinggiran pasar Kerajaan Hailink ini, Xavi dan Faramis sedang duduk di sebauh tempat duduk umum disitu.
" Hei, Xavi. Kau lebih kelihatan seperti orang dewasa sekarang ini. Mungkin ayah tidak lagi dapat mengajarimu lagi. Kau sudah bisa menentukan jalanmu dan itu sangat keren. " Faramis yang mengelus kepala Xavi.
Xavi yang cemberut karena kepalanya di elus dan membayangkan itu seperti saat mengelus kepala Cid.
" Hei, sudahlah ayah. Mau bagaimanapun aku ini tetaplah anakmu. Dan aku masih terlalu muda untuk menanggung beban yang mungkin tidak bisa kutanggung sendiri. Jadi, pada suatu saat nanti pun aku akan tetap memerlukan bantuanmu. Jadi, jangan terlalu memandangku sebagai orang yang serba bisa. Aku juga manusia biasa. Pasti ada momen dimana kau sebagai ayahku akan sangat kuharapkan kehadirannya. Jadi, " sebelum Xavi menyelesaikan kata-katanya. Faramis langsung memeluk Xavi sambil beberapa tetes air mata keluar dari matanya.
" Sudah, tenanglah. Aku akan ada disaat kau membutuhkanku. Jadi, jangan ragu untuk mengandalkan ayahmu ini. " Faramis terlihat terharu dengan kata-kata Xavi.
Xavi yang malah kelihatan kesal karena dipeluk oleh Faramis
pun berkata. " Hei, bukankah yang seharusnya harus lebih tenang adalah ayah sendiri yang sekarang malah memperlihatkan isi hati ayah didepan umum. Coba lihat di sekitaran! Mereka memperhatikan kita berdua. " Xavi mengingatkan Faramis kalau sekarang dia sedang berada di tempat umum.
" Oh, iya aku lupa. " Faramis langsung bersikap biasa saja sekarang.
" Hah ... dasar orang tua. " Xavi mengehela nafas karena sikap Faramis barusan.
Ruby dan Vani yang asik sedang berbelanja dan memakan jajanan di sekitaran pasar kota pun sungguh terlihat menikmatinya.
" Hem, ini enak sekali lho tante Ruby, coba deh tante Ruby memakannya! " Vani memberikan sebuah makanan yang terbuat dari hewan yang di potong kecil-kecil dan ditusuk lalu di bakar tersebut.
...[ Hoap. ]...
__ADS_1
" Hah? Ini benar-benar enak sekali ... ." Ruby langsung melahapnya sampai habis.
" Eh, kok dihabisin sih. Kan aku cuma menawarinya untuk di cicipi. Hadeh, sekarang aku harus membelinya lagi dong. " Vani yang menyesal karena sudah menawari Ruby.
" Hem ... nyam-nyam, ini enak sekali ... ehehe, ayo beli lagi Vani! " Ruby meminta Vani membelinya lagi dan kali ini harus lebih banyak belinya.
" Hah? Mana uangmu! Masak harus pakai uangku? " Vani yang menagih untuk patungan dalam membeli makanan yang barusan pada Ruby.
Xavi yang sedang mengobrol santai dengan Faramis itu tiba-tiba didatangi oleh beberapa prakurit Hailink.
" Heh, ada apa ramai-ramai kaya gini? " Faramis yang waspada jikalau ada sebuah hal yang mengancam Xavi.
" Maaf Tuan Faramis. Tapi, Raja memerlukan Tuan Xavi sekarang. " Prajurit yang membawa pesan dari Raja Hailink tersebut segera memberi tahu kalau Xavi sedang dicari oleh Raja baru Kerajaan Hailink.
Xavi yang diantar oleh beberapa prajurit sebagai formalitas tamu yang terhormat harus dijaga oleh prajurit saat ke istana kerajaan itu sebenarnya tidak perlu mendapatkan perlindungan. Karena kemampuan Xavi jauh melebihi prajurit yang sedang mengawalnya. Namun, jika dilihat dari sudut formalitas sebuah tatanan Kerajaan dan tugas bagi prajurit, itu menjadi hal yang wajib di lakukan untuk tamu terhormat yang dipanggil langsung oleh Raja disuatu Kerajaan.
Sesampainya dia di Istana kerajaan. Dia melihat kalau Edward sepertinya tidak kelihatan. Sampai seorang prajurit mengantarkan Xavi keruangan tertentu.
" Tuan Xavi, Mari saya antarkan ketempat Baginda Raja Edward! " Prajurit itu lalu membuka pintu sebuah ruangan.
...[ Krieeekkk ... . ]...
Pintu pun terbuka dan ternyata Edward berada didalam sana. Terlihat Edward yang sedang pusing dikelilingi oleh berkas-berkas dari Kerajaan Hailink yang harus dia selesaikan segera.
Xavi yang melihat itu seperti ingin kabur saja. " Eh, apa aku kabur saja ya? Sepertinya dia akan menyalahkanku karena membawa pekerjaan yang menumpuk padanya setelah kutunjuk sebagai Raja baru. Ah, kabur saja ... . "
__ADS_1
Sebelum Xavi melangkah untuk yang kedua kali. Edward yang bangun dan melihat Xavi ingin kabur itu langsung memanggilnya.
Sambil merengek Edward pun berlari ke Xavi. " Ahaha ... kenapa pekerjaan Raja disini sangat berat sekali ... aku tidak sanggup untuk meneruskannya ... . "
" Eh, kok jadi gini. Kamu kan baru jadi Raja kemarin. Masak sudah mau nyerah saja? " Xavi mencoba melipur supaya Edward enggan dengan keputusannya tersebut.
" Tapi, tapi ini sangat membebani pikiranku dan waktu istirahatku Xavi ... . " Edward yang merengek itu minta dilengserkan jabatan Raja yang baru dia dapatkan kemarin.
" Heh, yasudah-yasudah. Aku akan membantumu, atau lebih tepatnya. Aku memiliki orang yang bisa membantumu untuk mengatasi masalahmu ini. Dia orang yang cepat dan tanggap dalam mengatur semuanya. Jadi ... . " Sebelum Xavi menyelesaikan ucapannya. Orang yang dia maksudkan sudah muncul.
" Selamat siang Tuan Xavi. Apa orang yang anda maksud adalah aku? " Mikasa yang memang hebat ini. Tahu kalau dia orang yang sedang dibicarakan Xavi.
" Ehehe, kau tahu ya ternyata. Kalau kau yang aku maksud. Jadi, tolong bantu Edward ya untuk kedepannya. Ajari saja dia bagaimana cara menjadi seorang Raja yang baik. Kau boleh menggunakan metode yang bagaimanapun itu. Dan itu kuserahkan padamu saja. " Xavi meringis.
" Maksud anda dengan terserah bagaimana metode yang akan saya laksanakan itu menjadi hal yang wajar bila aku berlebihan berarti kan? " Mikasa dengan wajah serius melihat kearah Edward.
" Iyah, seperti itu juga tidak apa-apa. " Xavi menepuk pundak Edward.
" Hei, Xavi. Apa yang kau lakukan? Apakah dia kelihatan seperti orang baik. Kalau dari kelihatannya. Dia bukanlah orang yang baik-baik. " Edward cemas dengan apa yang akan dia terima dari metode Mikasa.
" Tenang saja! Dia ahlinya kok. Aku pergi dulu ya? Ehehe, selamat menikmati hari-harimu sebagai seorang Raja baru. " Xavi pun pergi dengan sihir teleportasi kesuatu tempat.
Sementara itu ditempat Ruby dan Vani yang masih asik berbelanja berbagai barang yang kelihatannya tidak terlalu berguna dan tidak bisa membuat sebuah kesenangan bagi Faramis yang sedang menunggu.
" Hah, sebenarnya mereka sedang belanja apa sih? Aku bosan ketika harus menunggu seorang perempuan berbelanja begini. Hem, aku teringat dengan Silvana dan Marsha saat mereka berbelanja bersama. Itu seperti sebuah zona dimana kau tidak memiliki kuasa apapun disaat itu sebagai seorang suami. Dan lebih terlihat seperti seorang yang dibayar untuk membawa belanjaan mereka. " Faramis membayangkan kilas balik yang terjadi padanya ketika sedang berbelanja dengan kedua istrinya.
__ADS_1