
Ditengah-tengah barisan para prajurit terselip disana sosok yang begitu familiar yaitu Faramis. Sebuah pengumuman dari Raja tentang target penyerangan yang akan dilakukan oleh Kerajaan Hailink kepada Kerajaan Arcane.
" Selamat semua para rakyatku, prajurit Kerajaan Hailink. Seperti yang sudah kita ketahui kalau kita memiliki kartu As yang bisa kita gunakan untuk menyerang Kerajaan lain untuk sekarang ini. Dan kita akan menargetkan kepada Kerajaan yang besar seperti Kerajaan Arcane. Dan itu akan membuat kita menjadi Kerajaan yang akan ditakuti oleh semua Kerajaan karena, kita bisa menumbangkan Kerajaan besar seperti Kerajaan Arcane. Aku tahu mereka memiliki seorang pahlawan legendaris yang pernah menyelamatkan Kerajaan mereka. Tapi, tentunya kita tidak akan kalah karena jumlah orang isekai kita banyak dan sekarang sedang berlatih menempa kekuatannya. Karena kita mendapatkan guru bagi mereka. Dan perkembangan mereka menjadi lebih pesat karena itu. Akan kuperkenalkan guru mereka. Dia juga merupakan prajurit Hailink dan namanya adalah Xavi. " Xavi pun keatas panggung untuk melakukan penyambutan.
Dalam hati Xavi. Dia berfikir kalau memang ini tujuan dari Kerajaan Hailink sebenarnya. " Lalu, bagaimana aku akan terus melakukan drama ini. Aku juga tidak akan membiarkan Kerajaan Hailink bisa menginvasi Kerajaan Arcane. "
Dari sudut barisan para prajurit Faramis yang menyaksikan Xavi naik panggung sedikit berfikir keras tentang apa yang difikirkan Xavi sekarang. " Dasar anak itu. Bagaiman jika mereka beneran melakukan penyerangan kepada Kerajaan Arcane nantinya? Sudah kubilang untuk tidak terlalu serius melakukan pelatihan pada orang-orang isekai tersebut kan. Hah, dia pasti punya rencana sendiri tentang hal ini. "
Lalu, Xavi berpidato tentang sesuatu yang malah mengagetkan semuanya. " Perlu kalian ketahui. Aku bukanlah orang dari Hailink seperti yang kalian pikirkan. Aku adalah orang dari Kerjaan Arcane. Dan maaf jika membuat kalian kecewa. " Penutup kepala Xavi dilepas dan mengagetkan semua orang termasuk Faramis.
" Hah ... ? Kenapa dengan anak ini. Dan kenapa rencananya jadi berantakan seperti ini ... " Faramis terlihat frustasi dengan omongan Xavi barusan.
Raja yang kaget langsung turun dari panggung tersebut dan berlindung di balik Perdana Menteri.
" Hei semuanya! Serang pengkhianat ini sekarang! " Raja memerintahkan semua prajuritnya untuk menyerang Xavi.
Lalu tidak disangka semua orang isekai datang dan melindungi Xavi.
" Hei, apa-apaan ini? Bukakah kalian tidak bisa menentangku karena sudah di pakaikan gelang itu. " Raja yang kaget dan heran karena semua orang isekai tersebut malah melindungi Xavi.
Lalu Xavi yang juga memegang gelang pengendali tersebut melemparnya ke Raja. " Hei, kau ini sungguh seperti anak kecil ya. Kau menggunakan mainan ini untuk mengontrol para orang isekai. Tapi, lawanmu sekarang bukan orang yang bisa kau remehkan. "
Xavi kembali kewujud aslinya dan membuat semua orang isekai kaget.
" Hah, ternyata guru kita lebih muda daripada kita. Dan dia terlihat lebih imut dengan penampilannya tersebut. " Ucap hiraki seorang gadis isekai yang menjadi murid Xavi.
Xavi yang terus terang saja kalau gelang itu tidak berpengaruh setelah dia menanamkan sihir pelepas segel yang memungkinkanya menghilangkan sebuah mantra untuk memanipulasi seseorang tanpa merusak media yang menjadi dasar dari mantara tersebut.
__ADS_1
" Ini tidak mungkin terjadi. Bagaimana bisa mereka seperti ini. Ini sebuah pemberontakan. Ini harus diakhiri. Serang mereka semua dan jangan biarkan mereka lolos! " Raja Hailink yang sudah bingung karena sebuah serangan mendadak yang dilakukan oleh Xavi membuatnya harus menentukan kebijakan itu.
" Ho, kau berfikir kalau aku akan lari dari sini. Kau salah besar Tuan Raja. "Xavi menanrik pedangnya dan bersiap untuk melawan semua pasukan prajurit Hailink.
Lalu, Faramis muncul dan mengagetkan semua prajurit yang berada disitu.
" Oh hai, maaf karena menyelamu nak. Tapi, kau sudah mengacaukan rencana kita. Kenapa kau tidak bisa mengikuti perintahku? " Faramis menghantam kepala Xavi.
...[ Duak ... . ]...
" Ada-dah ... hei, benarkah begini perlakuan ayah terhadap anaknya? " Xavi membantah.
Semua orang disitu terdiam sampai ada yang menyadari siapa Faramis.
" Bukankah dia Faramis. Seorang legenda pahlawan Kerajaan Arcane. Hah? Jadi, pemuda yang ada disana adalah anak dari Faramis. Bagaimana kita akan melawan mereka? " Prajurit itu panik.
Lalu Raja Hailink yang sudah terpojok karena prajuritnya sendiri tidak mau bergerak maju melawan para pemberontak.
...[ Bruell ... . ]...
Barisan belakang para prajurit tiba-tiba runtuh oleh ulah seseorang.
" Hei Xavi, kenapa kau pergi begitu saja tanpa pamitan padaku? " Ruby ternyata yang telah merubuhkan barisan belakang dari para prajurit tersebut.
Lalu dengan cepat melesat kearah Xavi.
...[ suett ... . cring ... . ]...
__ADS_1
Seseorang melayangkan serangan langsung kearah Xavi.
Dan orang tersebut adalah ... .
" Hei, kau yang meninggalkan kami. Jangan berfikir kau bisa lolos kali ini! " Vani yang menodong Xavi dengan pedang barunya itu tidak menghiraukan sekitarnya.
" Hah? Hei Vani! Kau juga ikut kesini? " Faramis kaget.
" Eh, ayah ya. Kenapa ayah juga ada disini? " Dan seakan ini menjadi reuni keluarga. Mereka malah saling bengong bingung karena mereka tidak tahu menahu.
" Heh, tante Ruby? Dan juga Vani. Kenapa mereka juga ada disini. " Xavi pun juga kaget.
" Dan begitulah akhirnya. Mereka menyelesaikan semuanya maksudku semau mereka. Jadi, ini bukan sebuah rencana besar dan difikirkan dari tadi. Tapi, ini hanya sekelompok orang arogan yang semau mereka sendiri. " Mikasa yang memperhatikan semua dari atas bangunan yang tinggi.
Lalu, Mikasa langsung pada intinya saja. Dia langsung berada di belakang Raja Hailink dan mengancamnya.
" Hei kau, jika kau masih ingin hidup. Maka kau harus menuruti kata-kataku. " Seorang prajurit bayangan memang hebat disaat kritis seperti ini.
" Hah, siapa lagi dia. Kenapa tidak ada yang mengetahui tentang sebuah pemberontakan yang sudah tersusun rapi ini? " Raja Hailink kaget karena kehadiran Mikasa di belakangkanya.
" Hah? Kau kira ini adalah sebuah rencana yang tersusun rapi. Kau salah besar kalau soal tersebut. Karena mereka adalah orang-orang yang tidak akan bisa diatur oleh aturan seperti itu. Jadi, menyerah saja dan turunkan tahtamu disini. Aku ada orang yang lebih cocok untuk memimpin Kerajaan ini. Jadi, kau harus menuruti kata-kataku. " Akhirnya Mikasa berhasil menyelesaikan tugas yang paling penting dari pemberontakan adalah melumpuhkan pemimpin musuh.
Akhirnya Raja Hailink menyerah tanpa syarat. Dan dia menurunkan jabatannya sebagai Raja Hailink. Untuk sementara Kerajaan Hailink kosong akan kursi Raja. Dan itu akan membuat kekacauan. Jadi, Xavi memilih salah satu orang isekai untuk segera menjadi Raja baru dari Kerajaan Hailink.
" Hei Edward, kau akan menjadi Raja selanjutnya! " Xavi membaut Edward kaget karena dia baru kali ini akan menanggung semua beban Kerajaan di pundaknya.
" Hah? Kenapa aku, bukan kau saja." Edward adalah orang isekai yang kali pertama bertemu dengan Xavi saat dia mementalkan bola api yang cukup besar dan dihempaskan oleh Xavi ke udara.
__ADS_1
" Yah, aku tidak mau kerepotan dengan hal yang konyol seperti itu. Jadi, tolong ya! " Xavi tersenyum.
" Hah ... kenapa ini terjadi padaku? " Meski Edward mengeluh, tapi dia akan melaksanakan keinginan Xavi.