Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir

Reinkarnasi Bos Mafia Ke Dunia Sihir
Ketika Xavi Tertawa Seperti Itu Membuatku Yakin Dia Memiliki Rencana Gila


__ADS_3

Susana yang biasa terjadi di suatu perkumpulan yang ramai tiba-tiba menjadi lebih tenang saat Xavi datang, karena kejadian dia yang menekuk lutut salah satu petualang yang memang selalu bikin onar dengan para petualang baru.


" Ah, hanya ini ya yang bisa aku ambil untuk menjalankan misi. Ya sudah, aku akan ambil semua quest ini. " Xavi mulai mengambil beberapa quest di papan pengambilan quest.


" Ah, apa ini tidak terlalu banyak? Ehehehe. Aku tahu kamu sanggup untuk menyelesaikannya. Tapi bagaimana dengan para petualang pemula yang lain? " Guin mengingatkan Xavi.


" Hem, iya aku lupa, dengan aku mengambil semua quest ini, maka mereka secara tidak langsung akan kehilangan pekerjaan mereka. Hadeh, padahal aku butuh uang untuk membayar penginapan yang baru setengah aku bayar. " Xavi memegang janggutnya.


" Ah, kalau begitu aku punya misi yang bisa kamu ambil, meski sedikit sulit untuk tingkat pemula, tapi karena para petualang tingkat D juga kesulitan untuk menjalankannya, maka misi ini menjadi lebih umum, dan sampai peringkat G. Ini misinya. " Guin menyodorkan selembaran quest umum.


" Oh, memantau pergerakan naga tanah di daerah bebukitan ya. Eh tunggu, bukankah ada quest juga yang meminta untuk mengalahkan naga tanah ini karena banyak merusak ladang warga dan memakan hewan ternak. " Xavi sedang memikirkan sesuatu.


" Bagaimana, kau sanggup kan? Lagian itu tugas yang biasa dilakukan oleh salah satu petualang yang sedang sakit. Jadi dia tiap minggu memantau pergerakan naga tanah itu dan ada insiden, dia di serang naga tanah dan dia sekarang tidak bisa menjalankan misi untuk sementara. " Guin menerangkan keadaan kenapa itu menjadi misi umum.


" Baiklah, aku akan ambil itu. Ayo Sela! kita berangkat. " Xavi dan Sela keluar dari Guild dan segera berjalan ke bukit di pinggiran kota.


Suasana yang rindang dan tenang, hanya sebuah alunan musik alam yang terdengar. " Hah, suasana ini yang selalu aku rindukan dari rumah. "


" Hem, jadi Xavi tidak berasal dari Ibukota ternyata? " Sela penasaran.


" Iya, aku berasal dari sebuah desa yang sedikit jauh dari Ibukota. Apa kau mau kesana suatu hari nanti? " Xavi berhenti dan merasakan ada hal yang perlu di waspadai.


Sebuah anak panah melesat dengan tiba-tiba.


... [ Suuuet - kecring. ]...

__ADS_1


Xavi menangkis anak panah yang mengarah ke Sela. " Huf, hampir saja. "


" Ada orang lain yang sedang mengintai kita. Dan apa tidak apa-apa? " Sela sedang khawatir.


" Tenang saja, mereka hanya sekelompok orang yang tidak akan bisa melukai kita. " Xavi mencoba meyakinkan Sela.


Kemudian keluarlah beberapa bandit yang tadi sedang bersembunyi.


" Kalau tidak salah ini juga masuk dalam quest dimana banyak dari pedagang yang lewat jalur ini telah mengalami perampokan barang bawaan maupun uang mereka. " Xavi mengingat selembaran quest yang dia lihat-lihat di Guid petualang.


" Jika kalian masih menginginkan nyawa kalian masih bersama raga kalian, maka keluarkan semua harta benda kalian. " Salah seorang bandit dengan pedang besar mulai berbicara.


" Kau diam sebentar disitu ya Sela! " Xavi melangkah dan menghilang dengan kecepatannya.


" Hah, dia kemana. Cepat sekali. "


" Baiklah, kita sudah selesai. Aku akan menyuruh Mikasa untuk mengurusi mereka. Kita tunggu sampai Mikasa datang. Dan untuk sementara, Oh ini pedang yang cukup bagus. Kau gunakan untuk sementara. Untuk berjaga - jaga kalau disituasi darurat. " Xavi memberikan sebuah pedang yang dia geledah dari para bandit untuk digunakan Sela.


Mikasa datang dan mengurus sisanya. Xavi dan Sela melanjutkan perjalanannya. " Xavi, terimakasih untuk yang tadi. "


" Hah, tadi? Oh, bukankah kita rekan. Jadi dianggap biasa saja. Lagian suatu hari nanti kau juga pasti akan menolongku disaat aku sedang dalam keadaan ceroboh atau semacamnya. " Xavi berhenti karena Sela berhenti.


" Aku hanya ingin bisa sedikit membantu, aku bahkan tidak bisa menggunakan pedang, walau kau memberiku sebuah pedang. Aku ingin lebih kuat, dan bisa membantumu. " Sela menunduk.


" Oh, kita bisa atur itu setelah kita menyelesaikan misi ini. Nanti aku akan meminta tolong lagi kepada Mikasa untuk melatihmu. Hah, kau harus berterimakasih dengannya nanti. Aku belakangan ini selalu menyulitkannya. " Xavi memegang pundak Sela untuk membuatnya lebih tenang.

__ADS_1


Tiba-tiba Sela mendekatkan mukanya ke Xavi dan menciumnya. Xavi kaget dan dia hanya diam.


" Maaf. " Hanya satu kata yang keluar dari Sela.


Dalam hati Xavi malah bingung. " Andai kau tahu, aku sebenarnya hanya anak kecil yang sedang menyamar, apakah kau masih ingin mencium ku seperti itu. "


" Sudahlah, terimakasih lho, bisa sering-sering kok melakukan itu. Hehehe. "


Sampailah mereka disuatu tempat kediaman para naga tanah. " Hah, itu naga tanah? Mereka lebih seperti seekor ayam yang dicabuti bulu mereka. Lalu sedikit diberi taring dan muka yang sedikit seram. Apakah mereka yang telah memakan ternak para warga? Memang jumlah mereka banyak. Akan sangat kesulitan bagi mereka untuk berbagi mangsa jika hanya di sekitar hutan ini. Apakah daging mereka enak? Aku sedang lapar. " Xavi melihat kearah Sela.


" Ah, aku tidak tahu. Aku belum pernah memakan naga tanah sebelumnya. Mereka adalah predator yang cukup gesit dan sulit untuk menangkap mereka. Mereka adalah kadal liar yang mengerikan. " Sela memasang muka jijik.


" Hah, menurutku mereka lebih kepada stok daging yang bisa dimakan. Eh, tunggu dulu. Aku punya sebuah ide. Huehehe. " Xavi sedang merencanakan sesuatu.


" Aku mulai curiga saat kau sedang terbawa suasana dan tertawa seperti itu. " Sela mulai khawatir tentang rencana Xavi yang tidak bisa diduga.


" Baiklah makanan enak. Bagaimana kalau kita cicipi sedikit ini. " Xavi meloncat dari tempat pengintainnya.


Dia langsung mengalahkan satu dari naga tanah itu. " Hah, kalian mau lari setelah kalian tahu aku bisa mengalahkan salah satu teman kalian. Jangan mimpi ya. Aku akan menangkap kalian semua. Baiklah, saatnya mencari indukan yang cocok untuk dibuat hewan ternak. "


Xavi membuat pagar yang cukup tinggi mengelilingi daerah yang dikuasai oleh naga tanah. lalu membuat kandang-kandang seperti kandang kuda yang cukup besar dengan sihir elemen tanahnya.


" Hah, ini melelahkan, tapi ini menyenangkan. Hadeh, aku kelelahan. " Xavi tiba-tiba terduduk karena kelelahan memakai terlalu banyak mana.


" E, e - e. Apa yang kau lakukan? " Sela bertanya-tanya tentang rencana Xavi kedepannya.

__ADS_1


" Hah, kau akan tahu apa rencanaku. Tapi, aku sedang lapar dan ayo kita makan naga tanah ini dan mengisi energi kita lagi. " Xavi memotong dan memisahkan daging dan tulang naga tanah yang dia kalahkan pertama kali.


Sebuah tungku pembakaran siap untuk memasak daging naga tanah segar yang baru dia tangkap, atau lebih tepatnya ini adalah kuliner ekstrim.


__ADS_2